Analisis faktor risiko keberhasilan pengobatan tuberkulosis paru

DOI: https://doi.org/10.33024/hjk.v20i3.2671

Authors

  • Gabriella Trixie Riva Rorimpandey Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Sam Ratulangi
  • Afnal Asrifuddin Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Sam Ratulangi
  • Budi Tarmady Ratag Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Sam Ratulangi

Keberhasilan Pengobatan Kepatuhan Minum Obat Pengawas Menelan Obat Tuberkulosis Paru

Abstract

Background: Tuberculosis (TB) remains a serious global health challenge, with Indonesia ranking second in the world for TB cases. Successful treatment is crucial to prevent drug resistance, break the chain of transmission, and reduce mortality.

Purpose: To analyze risk factors for successful pulmonary tuberculosis treatment.

Method: This quantitative study used a case-control design. The study population was all pulmonary TB patients registered at the Tuminting Community Health Center in 2024. The sample consisted of 44 participants divided into a case group (11 participants who discontinued treatment) and a control group (33 participants who recovered) with a ratio of 1.3. Data collection was conducted through interviews using a questionnaire.

Results: A significant relationship was found between medication adherence and treatment success. Patients who adhered to the treatment schedule and dosage had a significantly greater chance of being declared cured. Furthermore, PMO was not associated with treatment success.

Conclusion: Medication adherence and active support from treatment supervisors are key risk factors determining the success of pulmonary TB treatment. Efforts to improve education and direct supervision are crucial to achieving this goal.

 

Keywords: Monitoring of Drug Consumption; Pulmonary Tuberculosis; Treatment Compliance; Treatment Success.

 

Pendahuluan: Tuberkulosis (TB) masih menkadi tantangan kesehatan global yang serius, di mana Indonesia menempati peringkat kedua dengan beban kasus TB tertinggi di dunia. Keberhasilan pengobatan sangat krusial untuk mencegah resistensi obat, memutus rantai penularan, dan menurunkan angka kematian.

Tujuan: Untuk menganalisis faktor risiko keberhasilan pengobatan tuberkulosis paru.

Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain case control. Populasi penelitian ini adalah seluruh pasien TB paru yang terdaftar di Puskesmas Tuminting tahun 2024. Sampel terdiri dari 44 partisipan yang dibagi menjadi kelompok kasus (11 partisipan yang putus obat) dan kelompok kontrol (33 partisipan yang sembuh) dengan rasio 1.3. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara menggunakan kuesioner.

Hasil: Ditemukan adanya hubungan yang signifikan antara kepatuhan minum obat dengan keberhasilan pengobatan. Pasien yang patuh mengikuti jadwal dan dosis obat memiliki peluang jauh lebih besar untuk dinyatakan sembuh. Selain itu, PMO tidak memiliki hubungan dengan keberhasilan pengobatan.

Simpulan: Kepatuhan minum obat dan dukungan aktif dari pengawas menelan obat merupakan faktor risiko utama yang menentukan keberhasilan pengobatan TB paru. Upaya peningkatan edukasi dan pengawasan langsung sangat diperlukan untuk mencapai target.

 

Kata Kunci: Keberhasilan Pengobatan; Kepatuhan Minum Obat; Pengawas Menelan Obat; Tuberkulosis Paru.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Centers for Disease Control and Prevention. (2024). Treatment for TB Disease. Diakses dari https://www.cdc.gov/tb/treatment/index.html

Centers for Disease Control and Prevention. (2023). Risk Factors for Tuberculosis. Diperoleh dari https://www.cdc.gov/tb/risk-factors/?CDC_AAref_Val=https://www.cdc.gov/tb/topic/basics/risk.htm

Databoks Katadata. (2022). Kontribusi Kasus Tuberkulosis RI Terbesar Kedua Global pada 2022. Diakses dari: https://databoks.katadata.co.id/agroindustri/statistik/f621c4a8ffd2f7a/kontribusi-kasus-tuberkulosis-ri-terbesar-kedua-global-pada-2022

Dewi, N. K. S. M., & Yulianti, A. E. (2019). Hubungan Kualitas Fisik Rumah dengan Kejadian TBC Paru di Wilayah Kerja Puskesmas I Denpasar Selatan Tahun 2018. Jurnal Kesehatan Lingkungan (JKL), 9(1).

Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara. (2024). Laporan tuberculosis 2023. Diakses dari: https://dinkes.sulutprov.go.id/detailpost/hari-tbc-sedunia-24-maret-2023

Gabriel, Y., & Juliana, M. (2021). Penanggulangan TBC di Indonesia melalui Gerakan TOSS TBC. Jurnal Kesehatan Prima. https://doi. org/https://doi. org/10.31219.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2025). Gerakan Indonesia Akhiri TBC. Diakses dari https://kemkes.go.id/id/indonesias-movement-to-end-tb

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023a). Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Tata Laksana Tuberkulosis. Diakses dari: https://repository.kemkes.go.id/book/124

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023b). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 67 Tahun 2023 tentang Penanggulangan Tuberkulosis. Diakses dari: https://peraturan.bpk.go.id/Details/114486/permenkes-no-67-tahun-2016

Krishnamoorthy, S., Kumaresan, N., & Zumla, A. (2019). Latent tuberculosis infection and renal transplantation–Diagnosis and management. International Journal of Infectious Diseases, 80, S73-S76.

Listiawaty, R., & Prasetyo, H. (2020). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kepatuhan Minum Obat Penderita Tb Paru Di Wilayah Kerja Puskesmas Nipah Panjang Tahun 2019. Infokes, 10(1), 200-205.

Meintjes, G., Brust, J. C., Nuttall, J., & Maartens, G. (2019). Management of active tuberculosis in adults with HIV. The lancet HIV, 6(7), e463-e474.

Nardell, E. A. (2019). Preventing transmission of Mycobacterium tuberculosis—a refocused approach. Clinics in chest medicine, 40(4), 857-869.

National Institute of Clinical Excellence. (2023). Tuberculosis: Clinical Guideline. Diakses dari https://www.nice.org.uk/guidance/ng204

Prasetyadi, K.O. (2021). Pemeriksaan Tuberkulosis Mandek di Manado, Risiko Penularan Meningkat. Diakses dari: https://www.kompas.id/baca/nusantara/2021/06/18/pemeriksaan-tuberkulosis-mandek-di-manado-risiko-penularan-meningkat

Sari, A.K., Tumewah, R.J., & Mandey, E.J. (2023). Hubungan Kondisi Fisik Rumah Dengan Kejadian Tuberkulosis Paru Di Kelurahan Sindulang Satu Kecamatan Tuminting Kota Manado. PROSIDING SEMINAR NASIONAL, 1, pp.55-68.

Sondang, B., Asrifuddin, A., & Kaunang, W. P. J. (2021). Analisis peran pengawas menelan obat (PMO) terhadap kepatuhan menelan obat anti tuberkulosis pada Penderita tuberkulosis paru di Puskesmas Kauditan Kabupaten Minahasa Utara. Jurnal KESMAS, 10(4), 7-15.

Suwaryo, P. A. W., & Utami, M. E. S., (2020). Studi kasus: efektifitas kompres hangat dalam penurunan skala nyeri pasien hipertensi. Jurnal Ners Widya Husada, 5(2), 67-74.

Syam, N. S., Nurfita, D., & Rahmi, M. (2024). Implementasi Kebijakan Penanggulangan Tuberkulosis di Puskesmas Banguntapan I. Prepotif: Jurnal Kesehatan Masyarakat, 8, 575-584.

Warbung, Y. Y., Doda, D. V. D., Kapantow, N. H., Tuda, J. S. B., & Sapulete, M. (2025). Analisis Implementasi Kebijakan Pencegahan Tuberkulosis di Kalangan Tenaga Kesehatan: Studi Kualitatif di Puskesmas Kota Manado. Jurnal Promotif Preventif, 8(4), 1040-1050.

World Health Organization. (2024). Consolidated guidance on tuberculosis data generation and use. Module 1. Tuberculosis surveillance. Diakses dari: https://www.who.int/publications/i/item/9789240075290

Downloads

Published

2026-06-07