Efektivitas edukasi anemia berbasis video animasi terhadap pengetahuan dan sikap remaja putri tentang tablet tambah darah

DOI: https://doi.org/10.33024/hjk.v18i9.2485

Authors

  • Desak Made Yulianti Jurusan Kebidanan, Poltekkes Kemenkes Gorontalo
  • Nancy Olii Jurusan Kebidanan, Poltekkes Kemenkes Gorontalo
  • Nurhidayah Nurhidayah Jurusan Kebidanan, Poltekkes Kemenkes Gorontalo
  • Veny Delvia Pombaile Jurusan Kebidanan, Poltekkes Kemenkes Gorontalo
  • Ni Made Dewi Anggraeni Jurusan Kebidanan, Poltekkes Kemenkes Gorontalo
  • Rina Sulisthia Arbie Jurusan Kebidanan, Poltekkes Kemenkes Gorontalo

Anemia Pengetahuan Sikap Tablet Tambah Darah Video Animasi

Abstract

Background: Iron deficiency anemia remains a prevalent health problem among adolescent girls and has adverse effects on quality of life and productivity. Health education delivered through engaging and easily accessible media, such as animated videos, has the potential to enhance understanding and foster positive attitudes toward the consumption of iron supplementation tablets.

Purpose: To determine the effectiveness of animated video education on anemia on the level of knowledge and attitudes of young women about iron tablets.

Method: This study employed a quasi-experimental design with a two-group pretest–posttest approach. The sample consisted of 80 adolescent girls, including 40 seventh-grade and 40 eighth-grade students, selected using an exhaustive sampling technique. Knowledge and attitudes were assessed before and after the intervention. Data were subsequently analyzed using the Wilcoxon and chi-square tests, with a significance level set at p < 0.05

Results: The anemia education delivered through animated videos significantly improved the knowledge and attitudes of adolescent girls in both grade groups (p=0.000). In addition, a significant difference was observed between seventh- and eighth-grade students after the intervention (p<0.05), with eighth-grade students exhibiting better outcomes.

Conclusion: Animated video based anemia education was proven to be effective in improving the knowledge and attitudes of adolescent girls regarding iron supplementation tablets. Therefore, this medium can be recommended as a health promotion strategy to support anemia prevention efforts among adolescent girls.

 

Keywords: Anemia; Animated Video; Attitude; Iron Supplementation; Knowledge.

 

Pendahuluan: Anemia defisiensi besi masih menjadi permasalahan kesehatan yang banyak dijumpai pada remaja putri dan berdampak pada kualitas hidup serta produktivitas. Edukasi kesehatan melalui media yang menarik dan mudah diakses, seperti video animasi, berpotensi meningkatkan pemahaman dan membentuk sikap positif terhadap konsumsi tablet tambah darah.

Tujuan: Untuk menganalisis efektivitas edukasi video animasi anemia terhadap tingkat pengetahuan dan sikap remaja putri tentang tablet tambah darah.

Metode: Desain penelitian quasi-experimental dengan pendekatan two group pretest–posttest. Sampel berjumlah 80 remaja putri (40 siswi kelas 7 dan 40 siswi kelas 8) dipilih menggunakan teknik exhaustive sampling. Data diperoleh melalui penilaian tingkat pengetahuan dan sikap yang dilakukan sebelum dan setelah pemberian intervensi. Selanjutnya, di analisis menggunakan uji Wilcoxon dan chi-square pada tingkat signifikansi p < 0.05.

Hasil: Edukasi video animasi anemia secara signifikan meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja putri di kedua kelompok kelas (p=0>000). Selain itu, perbedaan signifikan juga ditemukan antara siswa kelas 7 dan 8 setelah intervensi (p<0.05), dengan performa yang lebih baik pada siswa kelas 7.

Simpulan: Pemberian edukasi anemia melalui media video animasi terbukti efektif meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja putri tentang tablet tambah darah.

 

Kata Kunci: Anemia; Pengetahuan; Sikap; Tablet Tambah Darah; Video Animasi.

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biography

References

Abu-Baker, N. N., Eyadat, A. M., & Khamaiseh, A. M. (2021). The impact of nutrition education on knowledge, attitude, and practice regarding iron deficiency anemia among female adolescent students in Jordan. Heliyon, 7(2).

Andriastuti, M., Ilmana, G., Nawangwulan, S. A., & Kosasih, K. A. (2020). Prevalence of anemia and iron profile among children and adolescent with low socio-economic status. International Journal of pediatrics and adolescent medicine, 7(2), 88-92.

Aorama, A., & Nur, N. C. (2025). Efektivitas Video Animasi terhadap Perubahan Pengetahuan dan Sikap Remaja Mengenai Minuman Berpemanis di Kecamatan Pauh Kota Padang. Indonesian Journal of Public Health and Nutrition, 5(2), 270-279.

Baxter, J. A. B., Wasan, Y., Soofi, S. B., Suhag, Z., & Bhutta, Z. A. (2018). Feasibility and effect of life skills building education and multiple micronutrient supplements versus the standard of care on anemia among non-pregnant adolescent and young Pakistani women (15–24 years): a prospective, population-based cluster-randomized trial. Reproductive health, 15(1), 103.

Deivita, Y., Syafruddin, S., Nilawati, U. A., Aminuddin, A., Burhanuddin, B., & Zahir, Z. (2021). Overview of Anemia; risk factors and solution offering. Gaceta sanitaria, 35, S235-S241.

Dubik, S. D., Amegah, K. E., Alhassan, A., Mornah, L. N., & Fiagbe, L. (2019). Compliance with weekly iron and folic acid supplementation and its associated factors among adolescent girls in Tamale Metropolis of Ghana. Journal of nutrition and metabolism, 2019(1), 8242896.

Eni, R., Erinda, N. P., & Siti, N. (2020). Pengaruh pendidikan kesehatan dengan audio visual terhadap pengetahuan dan motivasi ibu menyusui secara eksklusif di puskesmas gambirsari surakarta. Jurnal Ilmu Kebidanan Dan Kesehatan (Journal Of Midwifery Science And Health) Учредители: Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bakti Utama Pati, 11(2), 19-24.

Fage, S. G., Egata, G., Dessie, Y., Kumsa, F. A., & Mizana, B. A. (2020). Anemia among school adolescents in Haramaya town, eastern Ethiopia: cross-sectional study. Nutrition and metabolic insights, 13, 1178638820953131.

Fitriany, J., & Saputri, A. I. (2018). Anemia defisiensi besi. AVERROUS: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Malikussaleh, 1-14.

Gandhi, S. (2019). Effectiveness of Video Teaching Programme on Knowledge about Anaemia among Countryside Children with Anaemia. International Journal of Nursing Education, 11(4).

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2018). Laporan Provinsi Gorontalo Riskesdas 2018. Diakses dari: https://repository.badankebijakan.kemkes.go.id/id/eprint/3894/1/Riskesdas%20Gorontalo%202018.pdf

Krishnan, V., Zaki, R. A., Nahar, A. M., Jalaludin, M. Y., & Majid, H. A. (2021). The longitudinal relationship between nutritional status and anaemia among Malaysian adolescents. The Lancet Regional Health–Western Pacific, 15.

Kurniati, I. (2020). Anemia defisiensi zat besi (Fe). Jurnal Kedokteran Universitas Lampung, 4(1), 18-33.

Logan, R. M., Johnson, C. E., & Worsham, J. W. (2021). Development of an e-learning module to facilitate student learning and outcomes. Teaching and Learning in Nursing, 16(2), 139-142.

Perdana, F., Madanijah, S., & Ekayanti, I. (2017). The development of nutrition education media based on android and website and the effects on behavior about balanced nutrition in primary school students. Jurnal gizi dan pangan, 12(3), 169-178.

Madestria, N. P. O., Moedjiono, A. I., Tahir, M., Suarayasa, K., Nur, R., & Syam, A. (2021). Effect of education through video and packaging modifications of iron tablets on female adolescent behavior in the iron supplementation intake in SMPN 2 and SMPN 1 Parigi. Gaceta Sanitaria, 35, S127-S130.

Murdiningrum, S., & Handayani, H. (2021). Efektifitas media edukasi gizi untuk peningkatan pengetahuan gizi remaja. Jurnal Mahasiswa BK An-Nur: Berbeda, Bermakna, Mulia, 7(3), 53-59.

Nikmah, N., & Wulandari, C. L. (2025). Pengaruh Edukasi Kesehatan Berbasis Video Terhadap Pengetahuan Dan Sikap Pencegahan Anemia Pada Remaja Putri Di SMK Cut Nya’Dien Semarang (Doctoral dissertation, Universitas Islam Sultan Agung).

Noverina, D., Dewanti, L. P., & Sitoayu, L. (2020). Pengaruh explanation video terhadap pengetahuan dan kepatuhan konsumsi tablet tambah darah di SMPN 65 Jakarta Utara. Darussalam Nutrition Journal, 4(1), 35-43.

Sajna, M. V., & Jacob, S. A. (2017). Adherence to weekly iron and folic acid supplementation among the school students of Thrissur corporation–a cross sectional study. Int J Community Med Public Health, 4(5), 1689-94.

Sari, P. (2019). Analisis terhadap kerucut pengalaman Edgar Dale dan keragaman gaya belajar untuk memilih media yang tepat dalam pembelajaran. Mudir: Jurnal Manajemen Pendidikan, 1(1), 42-57.

Sawyer, S. M., Azzopardi, P. S., Wickremarathne, D., & Patton, G. C. (2018). The age of adolescence. The lancet child & adolescent health, 2(3), 223-228.

Shah, S. P., Shah, P., Desai, S., Modi, D., Desai, G., & Arora, H. (2016). Effectiveness and feasibility of weekly iron and folic acid supplementation to adolescent girls and boys through peer educators at community level in the tribal area of Gujarat. Indian Journal of Community Medicine, 41(2), 158-161.

Susanti, I., Damayanti, S., Satria, O., Apriani, F., & Nasution, N. (2025). The effect of anemia educational videos on the knowledge and attitudes of adolescent girls at State Junior High School 4, West Aceh. Journal of Health and Therapy, 5(1), 1-8.

Wawan, A., & Dewi, M. (2016). Pengetahuan, Sikap Dan Perilaku Manusia, Cetakan III. Yogyakarta: Nuha Medika.

World Health Organization. (2021). WHO guideline on health workforce development, attraction, recruitment and retention in rural and remote areas. Diakses dari: https://www.who.int/publications/i/item/9789240024229

Yulianti, D. M. (2023). Efektivitas media edukasi berbasis web (e-wohealth) terhadap tingkat pengetahuan, sikap dan kepatuhan konsumsi tablet tambah darah pada remaja putri. (Doctoral dissertation, Universitas Hasanuddin).

Downloads

Published

2026-04-05