Analisis fishbone tingginya prevalensi stunting
DOI: https://doi.org/10.33024/hjk.v20i2.2432
Air Minum Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Sanitasi Lingkungan Stunting
Abstract
Background: Stunting remains a significant public health problem in Kuantan Singingi Regency, with a prevalence of 23.1%. Data from the 2024 Indonesian Nutritional Status Survey ranked this regency as having the third highest prevalence in Riau Province.
Purpose: To analyze the situation, establish priority issues, identify root causes, and formulate evidence-based interventions to accelerate stunting reduction.
Method: This qualitative study, using a problem-solving cycle approach, was conducted in October 2025 at the Kuantan Singingi Regency Health Office. Four key informants, including one Division Head and three Public Health Section Heads, participated through in-depth interviews, focus group discussions (FGDs), and document review.
Results: Based on the Urgency, Severity, and Growth (USG) method, the stunting prevalence of 23.1% was identified as a top priority. Root cause analysis using a fishbone diagram identified six key factors: human factors (low family knowledge and ineffective educational methods), limited facilities and utilization of integrated health posts, suboptimal sanitation conditions, limited provision of locally based supplementary feeding, limited operational budgets, and weak cross-sectoral coordination.
Conclusion: Accelerating stunting reduction requires the integration of Water, Sanitation, and Hygiene (WASH) interventions. Environmental factors, such as access to safe drinking water, proper sanitation, and waste management, have been shown to significantly influence stunting prevalence through disease risk. The program's success depends on cross-sectoral collaboration, optimizing the role of community health workers, and educating children about sustainable behavior change.
Suggestion: The Health Office is expected to continuously intensify the five-pillar Community-Based Total Sanitation program, implement a regular Household Drinking Water Quality Monitoring program, and optimize monitoring and evaluation activities. This program must actively involve community health workers to ensure the sustainability of behavior change in the community.
Keywords: Clean and Healthy Living Behavior; Drinking Water; Environmental Sanitation; Stunting.
Pendahuluan: Stunting masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan di Kabupaten Kuantan Singingi dengan prevalensi sebesar 23.1%. Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2024, menempatkan kabupaten ini sebagai peringkat ketiga tertinggi di Provinsi Riau.
Tujuan: Untuk menganalisis situasi, menetapkan masalah prioritas, mengidentifikasi akar penyebab, dan merumuskan intervensi berbasis bukti dalam upaya mempercepat penurunan angka stunting.
Metode: Penelitian kualitatif dengan pendekatan siklus pemecahan masalah yang dilaksanakan pada bulan Oktober 2025, di Dinas Kesehatan Kabupaten Kuantan Singingi dengan melibatkan 4 informan kunci, terdiri dari 1 Kepala Bidang dan 3 Kepala Seksi Kesehatan Masyarakat, melalui wawancara mendalam, Focus Group Discussion (FGD), dan tinjauan dokumen.
Hasil: Berdasarkan metode Urgency, Seriousness, and Growth (USG), prevalensi stunting sebesar 23.1% ditetapkan sebagai prioritas utama. Analisis akar masalah menggunakan diagram fishbone yang mengidentifikasi 6 faktor utama, yaitu faktor manusia (rendahnya pengetahuan keluarga dan metode edukasi yang kurang efektif), keterbatasan sarana dan pemanfaatan posyandu, kondisi sanitasi yang belum optimal, keterbatasan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbasis pangan lokal, keterbatasan anggaran operasional, dan lemahnya koordinasi lintas sektor.
Simpulan: Percepatan penurunan stunting memerlukan integrasi intervensi Water Sanitation and Higiene (WASH). Faktor lingkungan, seperti akses minum aman, sanitasi layak, dan pengolahan sampah terbukti signifikan memengaruhi prevalensi stunting melalu risiko penyakit. Keberhasilan program bergantung pada kaloborasi lintas sektor, optimalisasi peran kader, dan edukasi perubahan perilaku berkelanjutan.
Saran: Dinas kesehatan diharapkan dapat mengintensifkan program 5 pilar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) secara berkelanjutan, melaksanakan program Surveilans Kualitas Air Minum Rumah Tangga (SKAMRT) secara periodik dan mengoptimalkan kegiatan monitoring serta evaluasi. Program tersebut hendaknya melibatkan kader kesehatan lingkungan secara aktif untuk memastikan keberlangsungan perubahan perilaku di masyarakat.
Kata Kunci: Air Minum; Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS); Sanitasi Lingkungan; Stunting.
Downloads
References
Aliya, N., Khubaibah, L., Masyruroh, R., Wasi’, A., Syarifuddin, M., & Hidayati, S. (2023). Peningkatan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat ( PHBS ) Sebagai Intervensi Pencegahan Kejadian Stunting di SDN Rojopolo 04. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN), 3(2), 1936–1944.
Amalina, A., Ratnawati, L. Y., & Bumi, C. (2023). Hub-ungan kualitas air konsumsi, higiene, dan sanitasi ru-mah tangga dengan kejadian stunting (Studi case control pada balita stunting di Kabupaten Luma-jang). Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia, 22(1), 28-37.
Angraini, W., Febriawati, H., & Amin, M. (2022). Akses Jamban Sehat Pada Balita Stunting . Jurnal Keperawatan Silampari, 6 (1), 117–123.
Aprizah, A. (2021). Hubungan Karakteristik Ibu dan Per-ilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS) Tatanan Rumah Tangga dengan Kejadian Stunting. Jurnal Kesehatan Saelmakers PERDANA (JKSP), 4(1), 115-123.
Ariyanto, E., Fahrurazi, F., & Amin, M. (2021). Hubungan Tingkat Pendidikan Ibu Dan Sumber Air Minum Dengan Kejadian Stunting Pada Balita di Wilayah Kerja Upt. Puskesmas Palangkau Tahun 2021. An-Nadaa: Jurnal Kesehatan Masyarakat (E-Journal), 8(2), 143-147.
Astuti, Y. R. (2022). Pengaruh Sanitasi dan Air Minum Terhadap Stunting di Papua dan Papua Barat. Pol-tekita: Jurnal Ilmu Kesehatan, 16(3), 261–267.
Azzura, M., Fathmawati, F., & Yulia, Y. (2021). Hubungan Sanitasi, Air Bersih dan Mencuci Tangan dengan Ke-jadian Stunting Pada Balita di Indone-sia. Sulolipu, 21(1), 79-89.
Dewi, S., & Pawenang, E. T. (2023). Sanitasi Lingkungan Dengan Riwayat Pneumonia Serta Kontribusinya Pa-da Kejadian Stunting. Indonesian Journal Of Public Health And Nutrition, 3(2), 252-259.
Dhefiana, T., Suhelmi, R., & Hansen, H. (2023). Hub-ungan Penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Orang Tua Dengan Kejadian Stunting di Ke-lurahan Air Hitam Kota Samarinda. Jurnal Kesehatan Lingkungan, 16(1), 20-28.
Efendi, R., Dewi, D. A. P., Kharisma, R., Pratiwi, N. S. A., Rohmania, A., & Wahyudi, K. E. (2023). Upaya Dalam Pencegahan Stunting di Sdn Lemahkembar, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo. Karya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 3(2), 70-76.
Ernawati, K., Yusnita, Maulidya, S., Pratama, P. A., Fitri, B.R., Khairunnisa, F. A., Perdania, A. N., Hasyim, H. A., (2025). Pengaruh Penyuluhan Terhadap Pengetahuan PHBS dan Stunting. Majalah Sainstekes, 12(1), 042–051.
Fatria, E., Priadi, A., Apriyanti, E., SN, F. R. S., Artanti, G. D., Ramadanti, T., & Alhamda, S. (2025). Faktor-Faktor Kesehatan Lingkungan yang Mempengaruhi Kejadian Stunting pada Balita di Indonesia: Sebuah Kajian Literatur. Jurnal Ekologi, Masyarakat dan Sains, 6(1), 112-126.
Hutabarat, E. N. (2023). Permasalahan Stunting dan Pencegahannya. Of Health and Medical Science, 2(1), 158–163.
Inamah, I., Ahmad, R., Sammeng, W., & Rasako, H. (2021). Hubungan Sanitasi Lingkungan dengan Stunt-ing pada Anak Balita di Daerah Pesisir Pantai Pusk-esmas Tumalehu Tahun 2020. Jurnal Kesehatan Terpadu (Integrated Health Journal), 12(2), 55-61.
Irianto, J., Zahra, Z., Hananto, M., Anwar, A., Yunianto, A., Azhar, K., & Marina, R. (2020). Laporan Hasil Penelitian Studi Kualitas Air Minum Rumah Tangga di Indonesia. Diakses dari: https://repository.badankebijakan.kemkes.go.id/id/eprint/4936/1/Laporan%20SKAM-RT%20Balitbangkes.pdf
Irjayanti, A., Fatiah, M. S., & Irmanto, M. (2024). Faktor Langsung dan Tidak Langsung dengan Kejadian Stunting. Jurnal Kesehatan Kusuma Husada, 15 (2), 19-33.
Junanda, S. D., Yuliawati, R., Rachman, A., Pramaning-sih, V., & Putra, R. (2022). Hubungan Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Sanitasi Total Berbasis Masyarakt Pilar 4 dengan Risiko Kejadian Stunting pada Balita di Puskesmas Wonorejo Samarin-da. Jurnal Kesehatan, 15(2), 199-205.
Kaimuddin, K., Ikhtiar, M., & Baharuddin, A. (2025). Hubungan Faktor Penggunaan Air Minum dengan Kejadian Stunting di Kelurahan Sapanang Kabupaten Pangkep. Journal of Aafiyah Health Research (JAHR), 6(1), 200-207.
Keman, S. (2022). Dasar Kesehatan Lingkungan. Surabaya: Airlangga University Press.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2023 Tentang Peraturan Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2014 Tentang Kesehatan Lingkungan. Diakses dari https://peraturan.bpk.go.id/Download/301587/Permenkes Nomor 2 Tahun 2023.pdf
Kurniawan, M. H., Sarwadhamana, R. J., Arifianto, B., Suryani, L., Hasna, Z. N., Pitriani, D., & Hikmah, S. N. (2025). Penerapan Program SATAMPAH (Saluran Tanpa Sampah) sebagai Pencegahan Stunting Melalui Pembersihan Sanitasi Di Kelurahan Debong Kidul, Kabupaten Tegal. Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat, 10(Suppl-1), 332-338.
Lisdeni, R., & Hartono, B. (2023). Faktor Risiko Sanitasi Lingkungan Terhadap Kejadian Stunting pada Balita di Indonesia: Literatur Review. Jurnal Sehat Man-diri, 18(1), 153-167.
Lopa, A. F. A., Darmawansyih, D., & Helvian, F. A. (2022). Hubungan Pelaksanaan 5 Pilar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat dengan Kejadian Stunting. Umi Medical Journal, 7(1), 26-36.
Madina, J. I., Saida, N., Andari, E. A., Mujahida, N., Fahmi, N., & Hasanuddin, M. R. (2023). Edukasi Penggunaan Air Bersih Bagi Masyarakat Di Desa Rerang Kecamatan Dampelas. Jurnal Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Indonesia, 2(1), 1-7.
Maliga, I., Hasifah, H., Antari, G. Y., Rafi’ah, R. A., & Lestari, A. (2022). Pengaruh Indeks Risiko Sanitasi Terhadap Kejadian Stunting di Kecamatan Moyo Utara. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia, 21(1), 50-58.
Natalia, V., & Hertati, D. (2023). Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kejadian Stunting di Kalimantan Tengah Berdasarkan Literature Review. Jurnal Surya Medika (JSM), 9(3), 181-189.
Nurdin, N. (2022). Sosialisasi Upaya Pencegahan Stunting Melalui Cinta Lingkungan Di Desa Cenrana. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(2).
Olo, A., Mediani, H. S., & Rakhmawati, W. (2021). Hub-ungan Faktor Air dan Sanitasi Dengan Kejadian Stunt-ing pada Balita di Indonesia. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 5(2), 1113-1126.
Peraturan Presiden. (2021). Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting . Diakses dari https://peraturan.bpk.go.id/Details/174964/perpres-no-72-tahun-2021
Pertiwi, A. N. A. M., Dwinata, I., Qurniyawati, E., & Ris-mayanti, R. (2024). Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Stunting pada Baduta di Kabupaten Bone dan Enrekang. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indone-sia, 23(1), 101-110.
Pramaningsih, V., Agustina, F., Saputra, H., Aulia, N., Atoillah, N., & Kurniawan, D. (2024). Edukasi Pencegahan Stunting Melalui Sanitasi Pengelolaan Sampah dan Higiene di SD Muhammadiyah 4 Samarinda. SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan, 8(2), 1439–1444.
Puspitasari, A., Abdullah, N., & Alimuddin, H. (2024). Sanitasi Lingkungan dan Tingkat Asupan Protein Hewani Terhadap Kejadian Stunting pada Balita di Desa Pucak Kabupaten Maros. An Idea Health Journal, 4(02), 45–50.
Rezki, A. I. C., Darmawansyih, D., Rahim, R., Palancoi, N. A., & Sabry, M. S. (2024). Hubungan Faktor Kesehatan Lingkungan Terhadap Kejadian Stunting pada Balita di Wilayah Puskesmas Kassi-Kassi. Jurnal Kedokteran dan Kesehatan, 20(1), 30-41.
Saleh, M., Yudianti, A., Damayati, D. S., Basri, S., & Amansyah, M. A. M. (2025). Evaluasi Peran Kepemilikan Jamban Dalam Kejadian Stunting: Temuan dari Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Se-latan. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia, 24(1), 101-108.
Saputro, M. R., Sulaeman, A., Winasari, W., Yuliani, R., & Widianto, A. P. (2024). Upaya Meningkatkan Pencegahan Stunting dengan PHBS di Desa Haur-panggung Kabupaten Garut. Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma, 5(2), 379-385.
Sasmita, H., Sapriana, S., Bernike, S., & Sitorus, M. (2022). Hubungan Pemanfaatan Sarana Sanitasi Terhadap Kejadian Stunting Tahun 2021. Poltekita: Jurnal Ilmu Kesehatan,16(1), 8–15.
Susanty, S. D., Fatma, F., & Fortuna, A. D. (2024). Hub-ungan Sanitasi Lingkungan dengan Kejadian Stunting pada Balita di Nagari Canduang Koto Laweh Kecama-tan Canduang Kabupaten Agam Tahun 2023. Human Care Journal, 9(1), 1-8.
United Nation. (2019). The Sustainable Development Goals Report 2019. Diakses dari https://unstats.un.org/sdgs/report/2019/The-Sustainable-Development-Goals-Report-2019.pdf
Wardita, Y., Hasanah, L., & Rasyidah, R. (2023). Hub-ungan Sumber dan Pengolahan Air Minum Terhadap Kejadian Stunting pada Balita. Gorontalo Journal Of Public Health, 99-106.
World Health Organization. (2021). Levels and trends in child malnutrition: UNICEF / WHO / The World Bank Group joint child malnutrition estimates: key findings of the 2021 edition. Diakses dari https://www.who.int/publications/i/item/9789240025257
Wulandani, A. D., Wijayanti, K., & Fajrin, R. (2025). Rela-tionship Between Environmental Sanitation and PHBS and The Incidence of Stunting Among Toddlers Aged 12–59 Months. Jurnal Ilmiah Kebidanan (The Journal Of Midwifery), 13(2), 174-180.
Yani, A. (2023). Studi Literatur: Hubungan Sanitasi Ling-kungan dengan Stunting pada Balita. Jurnal Ilmu Kedokteran Dan Kesehatan, 10(11), 3148-3155.
Zahra, R., Dakhi, R. A., Tarigan, F. L., & Sitorus, M. E. J. (2023). Faktor Faktor yang Mempengaruhi Kejadian Stunting pada Anak Balita Umur 12-59 Bulan di Wila-yah Kerja Puskesmas Ranto Peureulak Kabupatan Aceh Timur. Prepotif: Jurnal Kesehatan Masyara-kat, 7(3), 16286–16308.
Zahtamal, Z., Restila, R., Sundari, S., & Palupi, R. (2024). The Influence of Environmental Sanitation on Stunting. Journal Of Environmental Health, 16(1).
Zalzia, Z., Nurdin, A., Nurlinda, N., Thasim, S., & Tabang, S. (2023). Pengaruh Aspek Lingkungan ter-hadap Kejadian Stunting di Desa Temban Kabupaten Enrekang. Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan, 6(3), 476-488.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Holistik Jurnal Kesehatan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.