Edukasi kontrasepsi aman dan efektif untuk mencegah PMS pada WUS yang berisiko

DOI: https://doi.org/10.33024/hjk.v20i1.2382

Authors

  • Intan Karlina Program Studi Sarjana Kebidanan, Fakultas Kebidanan, Institut Kesehatan Rajawali
  • Nova Dila Ramadanty Program Studi Sarjana Kebidanan, Fakultas Kebidanan, Institut Kesehatan Rajawali
  • Suci Agisa Inayatulloh Program Studi Sarjana Kebidanan, Fakultas Kebidanan, Institut Kesehatan Rajawali
  • Meilani Agisna Lestari Program Studi Sarjana Kebidanan, Fakultas Kebidanan, Institut Kesehatan Rajawali
  • Yufi Rahma Trianita Program Studi Sarjana Kebidanan, Fakultas Kebidanan, Institut Kesehatan Rajawali
  • Zahara Maula Humaira Program Studi Sarjana Kebidanan, Fakultas Kebidanan, Institut Kesehatan Rajawali
  • Gina Sri Nurhapsah Program Studi Sarjana Kebidanan, Fakultas Kebidanan, Institut Kesehatan Rajawali
  • Siti Salwa Rosalinda Program Studi Sarjana Kebidanan, Fakultas Kebidanan, Institut Kesehatan Rajawali
  • Rosdiana Ekasari Program Studi Sarjana Kebidanan, Fakultas Kebidanan, Institut Kesehatan Rajawali
  • Tashiea Awaleea Putri Pandepur Program Studi Sarjana Kebidanan, Fakultas Kebidanan, Institut Kesehatan Rajawali
  • Salsa Amelia Ramadani Program Studi Sarjana Kebidanan, Fakultas Kebidanan, Institut Kesehatan Rajawali
  • Izmy Azimah Maryam Program Studi Sarjana Kebidanan, Fakultas Kebidanan, Institut Kesehatan Rajawali
  • Nurul Hidayah Program Studi Sarjana Kebidanan, Fakultas Kebidanan, Institut Kesehatan Rajawali

Kontrasepsi Aman Penyakit Menular Seksual (PMS) Penyuluhan Kesehatan Wanita Usia Subur (WUS)

Abstract

Background: Sexually Transmitted Diseases (STDs) and Human Immunodeficiency Virus (HIV) are serious global public health problems, significantly impacting individuals' quality of life, the burden on the healthcare system, and socioeconomic development. Bandung, a metropolitan city in West Java, faces significant challenges related to these issues. Health statistics indicate that Bandung is among the areas with the highest prevalence of HIV and STDs at the provincial level. Given this situation, increasing knowledge and changing behaviors is key to breaking the chain of transmission.

Purpose: To increase the knowledge and understanding of women of childbearing age regarding the selection and use of contraception as a form of dual protection against unplanned pregnancy and STDs.

Method: This participatory action learning (PLA)-based study used a pre-experimental approach with a pre-test and post-test. The study was conducted on December 3, 2025, in Kebon Jeruk District, Bandung. The study population consisted of women of various ages, ranging from reproductive age to elderly, with 26 participants selected using a purposive sampling method. This study used lectures, discussions, contraceptive insertion simulations, and booklets. Success was measured quantitatively by comparing pre-test and post-test scores using the Wilcoxon test.

Results: Knowledge during the pre-test was mostly in the adequate category for 11 participants (42.3%), with an average score of 82.31. Furthermore, the post-test showed an increase in knowledge to good for 10 participants (38.5%) and fair for 15 participants (57.7%), with an average score of 89.23. The Wilcoxon Signed-Rank test showed a W value of 0 with a p-value <0.001, indicating a statistically significant difference between pre-test and post-test scores.

Conclusion: Safe and effective contraceptive education activities have been shown to significantly improve the knowledge of women of childbearing age regarding pregnancy and STDs prevention.

Suggestion: Further research is recommended, including regular workshops through community health posts and family health services, digital modules, and collaboration with community health centers for sexually transmitted diseases screening, to expand the impact of STDs prevention.

 

Keywords: Health Education; Safe Contraception; Sexually Transmitted Diseases; Women of Reproductive Age.

 

Pendahuluan: Penyakit Menular Seksual (PMS) dan Human Immunodeficiency Virus (HIV) merupakan masalah kesehatan masyarakat global yang serius, dengan dampak signifikan terhadap kualitas hidup individu, beban sistem kesehatan, serta pembangunan sosial ekonomi. Kota Bandung, sebagai salah satu kota metropolitan di Jawa Barat, menghadapi tantangan yang signifikan terkait isu ini. Data statistik kesehatan menunjukkan bahwa Kota Bandung termasuk daerah dengan angka prevalensi HIV dan PMS yang tinggi di tingkat provinsi. Mengingat kondisi ini, peningkatan pengetahuan dan perubahan perilaku menjadi kunci utama dalam memutus rantai penularan.

Tujuan: Untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman WUS tentang pemilihan dan penggunaan kontrasepsi sebagai bentuk perlindungan ganda (dual protection) terhadap kehamilan tidak direncanakan dan PMS.

Metode: Penelitian berbasis participatory learting and action (PLA) dengan desain kegiatan menggunakan pendekatan pre-eksperimen dengan menggunakan pre-test dan post-test. Penelitian dilaksanakan tanggal 3 Desember 2025 di wilayah Kelurahan Kebon jeruk kota Bandung. Populasi penelitian ini adalah wanita berbagai usia mulai dari wanita usia subur sampai lanjut usia, dengan jumlah peserta 26 orang yang dipilih menggunakan purposive sampling. Penelitian ini menggunakan metode ceramah, diskusi, simulasi pemasangan kontrasepsi, serta media booklet. Tingkat keberhasilan diukur secara kuantitatif melalui perbandingan skor pre-test dan post-test menggunakan uji Wilcoxon.

Hasil : Pengetahuan saat pre-test, sebagian besar berada pada kategori cukup sebanyak 11 partisipan (42.3%) dengan nilai rata-rata sebesar 82.31. Selanjutnya, dilakukan post-test terjadi peningkatan menjadi pengetahuan baik sebanyak 10 partisipan (38.5%) dan cukup sebanyak 15 partisipan (57.7%) dengan nilai rata-rata sebesar 89.23.  Hasil uji Wilcoxon Signed-Rank menunjukkan nilai W = 0 dengan p-value < 0.001, menandakan terdapat perbedaan yang bermakna secara statistik antara nilai pretest dan posttest.

Simpulan: Kegiatan edukasi kontrasepsi aman dan efektif terbukti mampu meningkatkan pengetahuan WUS secara signifikan mengenai pencegahan kehamilan dan PMS.

Saran: Penelitian selanjutnya direkomendasikan melalui workshop berkala melalui posyandu PKK, modul digital, serta kolaborasi puskesmas untuk skrining IMS, guna memperluas dampak pencegahan PMS.

 

Kata Kunci: Kontrasepsi Aman; Penyakit Menular Seksual (PMS); Penyuluhan Kesehatan; Wanita Usia Subur (WUS).

 

Downloads

Download data is not yet available.

References

Agustina, S. A., Murti, B., & Demartoto, A. (2016). Penerapan Health Belief Model Sebagai Upaya Pencegahan Infeksi Menular Seksual Pada Ibu Rumah Tangga. Media Ilmu Kesehatan, 5(3), 175-183.

Bira, E. S. F., Tuhana, V. E., & Ara, R. K. (2024). Persepsi Pria pada Penggunaan Alat Kontrasepsi Keluarga Berencana (KB). Deliberatio: Jurnal Mahasiswa Komunikasi, 4(2), 280-293.

Chabibah, N., Khairiyah, N., & Hastuti, P. (2021). Pengetahuan dan Sikap Masyarakat Terhadap Tindakan Pencegahan Penyakit Menular Seksual. Journal of Innovation Research and Knowledge, 1(3), 425-434.

de Vries, H., Kremers, S. P., & Lippke, S. (2018). Health education and health promotion: Key concepts and exemplary evidence to support them. In Principles and concepts of behavioral medicine: A global handbook (pp. 489-532). New York, NY: Springer New York.

Dinas Kesehatan Kota Bandung. (2022). Profil Kesehatan Kota Bandung Tahun 2022. Diakses dari: https://dinkes.bandung.go.id/download/profil-kesehatan-2022/

Glanz, K., Rimer, B. K., & Viswanath, K. (2015). Health behavior: Theory, research, and practice. John Wiley & Sons.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2021). Pedoman Strategi Komunikasi Perubahan Perilaku dalam Percepatan Pencegahan Stunting di Indonesia. Diakses dari: https://stunting.go.id/pedoman-strategi-komunikasi-perilaku-dalam-percepatan-pencegahan-stunting-di-indonesia/

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Laporan Perkembangan HIV AIDS & Penyakit Infeksi Menular Seksual (PIMS) Triwulan IV Tahun 2022. Diakses dari: https://www.scribd.com/document/738516756/Laporan-TriwulanIV-Tahun-2022

Kiyingi, J., Nabunya, P., Bahar, O. S., Mayo-Wilson, L. J., Tozan, Y., Nabayinda, J., & Ssewamala, F. M. (2022). Prevalence and predictors of HIV and sexually transmitted infections among vulnerable women engaged in sex work: Findings from the Kyaterekera Project in Southern Uganda. PLoS One, 17(9), e0273238.

Nikolaidou, Z., & Bellander, T. (2020). Health literacy as knowledge construction: Learning about health by expanding objects and crossing boundaries in networked activities. Learning, Culture and Social Interaction, 24, 100256.

Notoatmodjo, S. (2014). Ilmu Perilaku Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.

Puspitaningrum, I., & Putri, S. D. (2025). Optimalisasi Peran Kader Kesehatan dalam Upaya Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Berbasis Lingkungan melalui Praktik PHBS. Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM), 8(2), 1078-1088.

Silva, C. F., Silva, I., Rodrigues, A., Sá, L., Beirão, D., Rocha, P., & Santos, P. (2022). Young people awareness of sexually transmitted diseases and contraception: a Portuguese population-based cross-sectional study. International journal of environmental research and public health, 19(21), 13933.

Sutanto, A. V., Rohmawati, Z., & Anggara, E. D. (2025). Literature Review: Evaluasi Model Edukasi HIV/AIDS di Posyandu Remaja. SEHATMAS: Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat, 4(4), 1069-1080.

Traeger, M. W., Cornelisse, V. J., Asselin, J., Price, B., Roth, N. J., Willcox, J., & Wright, E. J. (2019). Association of HIV preexposure prophylaxis with incidence of sexually transmitted infections among individuals at high risk of HIV infection. Jama, 321(14), 1380-1390.

Vatrisya, G., Febliyanti, D., & Anggraini, D. (2024). Infeksi Menular Seksual Pada Remaja Di Indonesia: Prevalensi, Faktor Resiko Dan Upaya Pencegahan. Journal of Public Health Science, 1(2), 87-96.

Wati, M., Mariati, N., Rahmah, A., & Prabawati, S. A. (2023). Edukasi Kesehatan Reproduksi Sebagai Upaya Peningkatan Kepedulian Terhadap Kesehatan Wanita Usia Subur. Humanism: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 4(1), 41-53.

Wilkerson, A. M., Tao, J., & Chan, P. A. (2025). Sexually transmitted infections and risk of human immunodeficiency virus transmission. Current HIV/AIDS Reports, 22(1), 40.

World Health Organization. (2021). Global progress report on HIV, viral hepatitis and sexually transmitted infections, 2021. Diakses dari: https://www.who.int/publications/i/item/9789240027077

World Health Organization. (2022). Consolidated guidelines on HIV, viral hepatitis and STI prevention, diagnosis, treatment and care for key populations. Diakses dari: https://www.who.int/publications/i/item/9789240052390

Yaya, S., Reddy, K. S., Belizán, J. M., & Pingray, V. (2020). Non-communicable diseases and reproductive health in sub-Saharan Africa: bridging the policy-implementation gaps. Reproductive health, 17(1), 8.

Downloads

Published

2026-04-09