Pengalaman remaja putri dalam mengonsumsi tablet tambah darah (TTD)

DOI: https://doi.org/10.33024/hjk.v20i1.2363

Authors

  • Riska Subhianti Putri Departemen Keperawatan, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Medika Suherman
  • Mila Sartika Departemen Keperawatan, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Medika Suherman

Anemia Remaja Putri Tablet Tambah Darah (TTD)

Abstract

Background: Iron deficiency anemia remains a significant health problem among adolescent girls, despite widespread implementation of iron supplementation programs in schools. Compliance with iron supplementation remains low among adolescent girls due to various physical, psychological, and social barriers. A deeper understanding of adolescent girls' experiences of iron supplementation is needed to improve the effectiveness of anemia prevention programs.

Purpose: To explore the lived experiences of adolescent girls in consuming iron supplementation.

Method: This qualitative research uses a descriptive phenomenological approach. The study was conducted at State Junior High School 5 North Cikarang, Bekasi Regency, West Java, from June 16 to August 15, 2025. Eight adolescent girls aged 13–15 years were selected using a purposive sampling method. Data were collected through in-depth interviews lasting 30–50 minutes and analyzed using the Colaizzi method.

Results: Data analysis yielded three main themes: (1) barriers and obstacles to iron supplementation, including the unpleasant taste of the tablets, physical side effects, and indiscipline and forgetfulness; (2) positive perceptions and benefits of iron tablet consumption, including increased understanding and physical and energy changes; and (3) external support and strategies to increase adherence, involving the roles of teachers, peers, family, and adolescents' personal strategies for overcoming barriers.

Conclusion: Adolescent girls' experiences of iron tablet consumption are influenced by the interaction between physical barriers, perceived benefits, and environmental support. The success of iron tablet programs depends not only on tablet distribution but also on ongoing education, social support, and implementation strategies tailored to the characteristics of adolescent girls.

Suggestion: Future research is recommended to address the limitations of this study by using quantitative or mixed-method designs to examine the relationship between adherence to iron tablet consumption and objective indicators of anemia, such as hemoglobin levels, among adolescent girls.

 

Keywords: Anemia; Adolescent Girls; Iron Supplementation.

 

Pendahuluan: Anemia defisiensi besi masih menjadi masalah kesehatan yang signifikan pada remaja putri, meskipun program pemberian tablet tambah darah (TTD) telah dilaksanakan secara luas di sekolah. Tingkat kepatuhan konsumsi TTD pada remaja putri masih rendah akibat berbagai hambatan, baik fisik, psikologis, maupun sosial. Pemahaman mendalam mengenai pengalaman remaja putri dalam mengonsumsi TTD diperlukan untuk meningkatkan efektivitas program pencegahan anemia.

Tujuan: Untuk mengeksplorasi pengalaman hidup remaja putri dalam mengonsumsi tablet tambah darah (TTD).

Metode: Studi kualitatif menggunakan pendekatan fenomenologi deskriptif. Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 5 Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, pada tanggal 16 Juni hingga 15 Agustus 2025. Partisipan berjumlah 8 remaja putri berusia 13–15 tahun yang dipilih secara purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam yang berlangsung selama 30–50 menit dan dianalisis menggunakan metode Colaizzi.

Hasil: Analisis data menghasilkan tiga tema utama, yaitu: (1) hambatan dan kendala dalam konsumsi TTD yang meliputi rasa tablet yang tidak nyaman, efek samping fisik, serta ketidakdisiplinan dan lupa; (2) persepsi positif dan manfaat konsumsi TTD yang mencakup peningkatan pemahaman serta perubahan fisik dan energi tubuh; dan (3) dukungan eksternal dan strategi meningkatkan kepatuhan yang melibatkan peran guru, teman sebaya, keluarga, serta strategi pribadi remaja dalam mengatasi hambatan.

Simpulan: Pengalaman remaja putri dalam mengonsumsi TTD dipengaruhi oleh interaksi antara hambatan fisik, persepsi manfaat, dan dukungan lingkungan. Keberhasilan program TTD tidak hanya bergantung pada distribusi tablet, tetapi juga pada edukasi berkelanjutan, dukungan sosial, dan strategi implementasi yang sesuai dengan karakteristik remaja putri.

Saran: Penelitian selanjutnya disarankan untuk mengatasi keterbatasan studi ini dengan menggunakan desain kuantitatif atau metode campuran untuk meneliti hubungan antara kepatuhan terhadap konsumsi tablet tambah darah dan indikator anemia objektif, seperti kadar hemoglobin, di kalangan remaja putri.

 

Kata Kunci: Anemia; Remaja Putri, Tablet Tambah Darah (TTD).

Downloads

Download data is not yet available.

References

Anggita, G. C. A., & Kusumaningrum, T. A. I. (2025). Factors Associated with Compliance in Iron Tablet Consumption among Adolescent Girls. Jurnal Kesehatan, 291-301.

Anjaya, A., Alyani, A., Nugrahani, N., Fakhrunnisa, R., & Herbawani, C. (2024). Effectiveness of Health Education Methods on Awareness and Compliance of Iron Tablet Consumption in Adolescent Girls. Miracle Journal of Public Health, 7(2), 75-85.

Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2016). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches. Sage publications.

Damayanti, F., Kusharisupeni, K., Adawiyah, A. R., & Hymawati, H. (2025). Determinan Kepatuhan Mengonsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) Pada Remaja Putri di SMAN 02 Gunung Putri Kabupaten Bogor. Jurnal Untuk Masyarakat Sehat (JUKMAS), 9(1), 15-31.

Feriyanti, A., Deviatin, N. S., & Nurmala, I. (2022). Determinan Kepatuhan Suplementasi Zat Besi Pada Remaja Putri Dalam Upaya Intervensi Spesifik Pencegahan Stunting: A Systematic Review. Media Gizi Indonesia (MGI), 17(1SP), 90-96.

Hardiningsih, H., Fatsena, R. A., Parwatiningsih, S. A., Yunita, F. A., Ropitasari, R., Kartikasari, M. N. D., & Puriastuti, E. A. (2025). Evaluation of Iron Tablet Supplementation Program of Female Adolescent in Surakarta. Journal of Nursing Practice, 9(1), 212-220.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2021). Pedoman pencegahan dan penanggulangan anemia pada remaja putri dan wanita usia subur. Diakses dari: https://ayosehat.kemkes.go.id/buku-pedoman-pencegahan-dan-penanggulangan-anemia-pada-remaja-putri-dan-wanita-usia-subur

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Survei Kesehatan Indonesia Tahun 2023. Diakses dari: https://www.badankebijakan.kemkes.go.id/hasil-ski-2023/

Nurlela, S., Rahmawati, B. S., Muda, I., Azmi, A., Azmi, A. N., Ramadhani, A., & Az-zahra, T. A. (2025). Edukasi Pencegahan Anemia pada Remaja SMP di Wilayah Kerja Puskesmas Margasari Balikpapan Barat. DESAMU: Prosiding Diseminasi KKN Universitas Mulawarman, 1(1), 240-244.

Permatasari, T., Briawan, D., & Madanijah, S. (2018). Efektifitas Program suplementasi zat besi pada remaja putri di Kota Bogor. Media Kesehatan Masyarakat Indonesia, 14(1), 1-8.

Polit, D. F., & Beck, C. T. (2008). Nursing research: Generating and assessing evidence for nursing practice. New York: Lippincott Williams & Wilkins.

Prayudhistya, B. A., Noor, M. S., Istiana, I., Juhairina, J., & Skripsiana, N. S. (2023). Hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan konsumsi obat tablet tambah darah pada remaja putri di SMAIT Ukhuwah Banjarmasin. Homeostasis, 6(1), 9-16.

Putri, T. F., & Fauzia, F. R. (2022). Hubungan Konsumsi Sumber Zat Besi Dengan Kejadian Anemia Pada Remaja Putri Smp Dan Sma Di Wilayah Bantul. Jurnal Ilmu Keperawatan Dan Kebidanan, 13(2), 400-411.

Rahmatunnisa, D. P. (2023). Hubungan tingkat kecukupan zat besi, vitamin C dan status gizi dengan kejadian anemia pada remaja putri di SMAN 3 Cikarang Utara. Jurnal Kesehatan, 13(1), 15-23.

Singh, P. K., Dubey, R., Singh, L., Kumar, C., Rai, R. K., & Singh, S. (2020). Public health interventions to improve maternal nutrition during pregnancy: a nationally representative study of iron and folic acid consumption and food supplements in India. Public Health Nutrition, 23(15), 2671-2686.

Sunuwar, D. R., Singh, D. R., Adhikari, B., Shrestha, S., & Pradhan, P. M. S. (2021). Factors affecting anaemia among women of reproductive age in Nepal: a multilevel and spatial analysis. BMJ open, 11(3), e041982.

Thifal, F., Noviasty, R., Ulfa, U. M., Farahita, L., Utari, A., Kurniawati, E. R., & Wisnuwardani, R. W. (2023). Factors related to the compliance to consuming iron-folic acid in young women in East Kalimantan, Indonesia. AcTion: Aceh Nutrition Journal, 8(2), 260-269.

Utomo, E. T. R., Rohmawati, N., & Sulistiyani, S. (2020). Pengetahuan, dukungan keluarga, dan teman sebaya berhubungan dengan konsumsi tablet tambah darah pada remaja putri. Ilmu Gizi Indonesia, 4(1), 1-10.

Widhiyastuti, E. (2017). Hubungan Antara Anemia dan Prestasi Belajar dengan Indeks Massa Tubuh pada Remaja Putri Kelas VIII di Surakarta. Jurnal Farmasi (Journal of Pharmacy), 6(1), 20-27.

World Health Organization. (2023). Intermittent iron and folic acid supplementation in adult and adolescent women. Diakses dari: https://www.who.int/tools/elena/interventions/iron-women

Downloads

Published

2026-04-10