Kemitraan program olahraga sebagai diversifikasi pendapatan di rumah sakit

DOI: https://doi.org/10.33024/hjk.v20i1.2329

Authors

  • Arzaq Fikrian Zahrawan Magister Manajemen Konsentrasi Rumah Sakit, Pascasarjana, ARS University
  • Dasrun Hidayat Magister Manajemen Konsentrasi Rumah Sakit, Pascasarjana, ARS University
  • Kahar Mulyani Magister Manajemen Konsentrasi Rumah Sakit, Pascasarjana, ARS University

Diversifikasi Pendapatan Kemitraan Rumah Sakit Layanan Medis Olahraga

Abstract

Background: The dynamics of national healthcare financing, including the expansion of National Health Insurance coverage and tightening of claims verification, are encouraging hospitals to develop more adaptive and sustainable non- National Health Insurance revenue diversification strategies.

Purpose: To formulate a strategic partnership between a hospital and a sports program as a revenue-generating opportunity based on medical services.

Method: This study used a descriptive qualitative approach through in-depth interviews with eight informants (management, field medical personnel, and support units) and analysis of Memoranda of Understanding (MoU) documents and activity reports.

Results: The study found that the partnership concept was structured through passive initiation that evolved into a strategic partnership based on the partner's needs, alignment with the hospital's teaching identity, and a B2B financing scheme that provided financial certainty and supported revenue diversification. At the operational level, the partnership was implemented through cross-unit coordination with a comprehensive service flow from pre-match, during-match, and post-match, ensuring athlete safety and an efficient referral process. Control mechanisms are implemented through multi-layered evaluations, including contract compliance, resource and budget audits, and inter-unit evaluation meetings to ensure service quality and financial contributions.

Conclusion: The sustainability of the partnership is supported by consistent service quality, a strengthened reputation for sports medicine services, innovative service packages, and increased human resource capacity through specialized training. Overall, the partnership between UNS Hospital and the Solo-based IBL sports program has proven to be a relevant, viable, and potentially long-term source of non-National Health Insurance revenue for the teaching hospital.

Suggestion: Future research should prioritize quantitative studies on calculating the percentage of hospital revenue, cost-benefit analysis, and long-term market potential to strengthen the economic basis of the hospital's revenue diversification strategy.

 

Keywords: Hospital Partnership; Revenue Diversification; Sports Medicine Services.

 

Pendahuluan: Dinamika pembiayaan kesehatan nasional, termasuk perluasan cakupan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) serta pengetatan verifikasi klaim, mendorong rumah sakit untuk mengembangkan strategi diversifikasi pendapatan non-JKN yang lebih adaptif dan berkelanjutan.

Tujuan: untuk merumuskan kemitraan strategis antara rumah sakit dengan program olahraga sebagai peluang pendapatan berbasis layanan medis.

Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui wawancara mendalam terhadap 8 informan (manajemen, tenaga medis lapangan, dan unit pendukung) serta analisis dokumen MoU dan laporan kegiatan,

Hasil: penelitian ini menemukan bahwa konsep kemitraan dirancang secara terstruktur melalui inisiasi pasif yang berkembang menjadi strategic partnership berbasis kebutuhan mitra, keselarasan identitas rumah sakit pendidikan, serta skema pembiayaan B2B yang memberi kepastian finansial dan mendukung diversifikasi pendapatan. Pada tataran operasional, kemitraan dijalankan melalui koordinasi lintas unit dengan alur layanan komprehensif pra–pertandingan, saat pertandingan, hingga pasca–pertandingan yang memastikan keselamatan atlet dan efisiensi proses rujukan. Mekanisme pengendalian dilakukan melalui evaluasi berlapis mencakup kesesuaian kontrak, audit penggunaan sumber daya dan anggaran, serta rapat evaluasi antar-unit untuk menjamin mutu layanan dan kontribusi finansial.

Simpulan: Keberlanjutan kemitraan ditopang oleh konsistensi mutu layanan, penguatan reputasi layanan medis olahraga, inovasi paket layanan, serta peningkatan kapasitas SDM melalui pelatihan khusus. Secara keseluruhan, kemitraan RS UNS dengan program olahraga IBL homebase Solo terbukti menjadi bentuk diversifikasi pendapatan terkait yang relevan, feasible, dan berpotensi menjadi sumber pendapatan non-JKN jangka panjang bagi rumah sakit pendidikan.

Saran: Penelitian selanjutnya, perlu memprioritaskan kajian kuantitatif mengenai kalkulasi persentase income untuk rumah sakit, analisis biaya–manfaat, dan potensi pasar jangka panjang, guna memperkuat dasar ekonomi strategi diversifikasi pendapatan rumah sakit.

 

Kata Kunci: Diversifikasi Pendapatan; Kemitraan Rumah Sakit; Layanan Medis Olahraga.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Amri, A. A. U., & Nurwahyuni, A. (2024). Analisis klaim pending, verifikasi dan audit pascaklaim Jaminan Kesehatan Nasional. Jurnal Ekonomi Kesehatan Indonesia, 9(2), 4.

Arofah, A. N., Noor, V. M. M., Setyawan, F. E. B., & Shihab, D. A. S. (2022). Dampak akibat implementasi program JKN terhadap biaya kesehatan di fasilitas kesehatan tingkat lanjutan. CoMPHI Journal: Community Medicine and Public Health of Indonesia Journal, 3(2), 64-72.

Aulia, M. H., & Mubarrok, A. Z. (2023). Implementasi Pengembangan Model Bisnis Kerjasama Pemerintah Badan Usaha (Kpbu) Rumah Sakit Pada Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTH-BH). Jurnal Multidisiplin Indonesia, 2(9), 2455-2485.

D’Oria, L., Crook, T. R., Ketchen Jr, D. J., Sirmon, D. G., & Wright, M. (2021). The evolution of resource-based inquiry: A review and meta-analytic integration of the strategic resources–actions–performance pathway. Journal of Management, 47(6), 1383-1429.

Eastaugh, S. R. (2014). Hospital diversification strategy. Journal of Health Care Finance, 40(3), 1-13.

Griffin, L. Y. (2006). Emergency preparedness: things to consider before the game starts. Instructional course lectures, 55, 677-686.

Grullingova, M., & Horvátová, D. (2015). Diversification in health care–yes or no?. Investment management and financial innovations, (12, Iss. 4 (spec. iss.)), 143-147.

Hidayat, D. (2012). Komunikasi antarpribadi dan medianya. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Hidayat, D., & Hafiar, H. (2019). Nilai-nilai budaya soméah pada perilaku komunikasi masyarakat Suku Sunda. Jurnal Kajian Komunikasi, 7(1), 84-96.

Hidayat, D., & Noeraida, N. (2020). Pengalaman komunikasi siswa melakukan kelas online selama pandemi Covid–19. JIKE: Jurnal Ilmu Komunikasi Efek, 3(2), 172-182.

Hidayat, D., Gustini, L. K., & Dias, M. P. (2020). Digital media relations pendekatan public relations dalam menyosialisasikan social distancing di Kota Bandung. Jurnal Ilmu Komunikasi, 18(3), 257-268.

Hidayat, D., Kuswarno, E., Zubair, F., & Hafiar, H. (2018). Public relations communication behavior through a local-wisdom approach: The findings of public relations components via ethnography as methodology. Malaysian Journal of Communication, 34(3), 56-72.

Kapologwe, N. A., Kalolo, A., Kibusi, S. M., Chaula, Z., Nswilla, A., Teuscher, T., & Borghi, J. (2019). Understanding the implementation of Direct Health Facility Financing and its effect on health system performance in Tanzania: a non-controlled before and after mixed method study protocol. Health research policy and systems, 17(1), 11.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Rencana Strategis Kementerian Kesehatan Tahun 2020-2024. Diakses dari: https://farmalkes.kemkes.go.id/2021/03/rencana-strategis-kementerian-kesehatan-tahun-2020-2024/

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2021). Rencana Strategi Bisnis RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang 2020-2024. diakses dari: https://www.scribd.com/document/538757356/RSB-RSMH-2020-2024

Kosiol, J., Keiler, A., Loizides, A., Gruber, H., Henninger, B., Bölderl, A., & Gruber, L. (2023). Operative versus conservative treatment of acute Achilles tendon ruptures: preliminary results of clinical outcome, kinematic MRI and contrast-enhanced ultrasound. Archives of Orthopaedic and Trauma Surgery, 143(5), 2455-2465.

Lestari, F. D., & Oktamianti, P. (2022). Strategi Rumah Sakit X Dalam Menangkap Peluang Pasar di Masa Pandemi Covid-19. Syntax Literate; Jurnal Ilmiah Indonesia, 7(9), 16210-16219.

Manopo, W. L. M., & Susanti, N. (2025). Prediksi Kebangkrutan Rumah Sakit Akibat Ketidaksesuaian Sistem Tarif INA-CBGS. Journal of Accounting and Finance Management, 6(2), 724-731.

Mentari, I. D., Ramadhani, R., Purwadhi, P., & Widjaja, Y. R. (2025). Literature review: Implementasi manajemen strategi di industri global. EKOMA: Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi, 4(2), 3538-3547.

Mountjoy, M., Moran, J., Ahmed, H., Bermon, S., Bigard, X., Doerr, D., & Zideman, D. (2021). Athlete health and safety at large sporting events: the development of consensus-driven guidelines. British journal of sports medicine, 55(4), 191-197.

Mulyani, E. S., Agustin, I. W., Herfiyanti, L., & Sufyana, C. M. (2022). Perancangan Sistem Informasi Kelengkapan Berkas Klaim BPJS IGD Menggunakan Visual Studio di Rumah Sakit Muhammadiyah Bandung. JATISI, 9(3), 1784-1798.

Paramita, B. L., & Ayuningtyas, D. (2020). Persiapan Rumah Sakit Sebagai Rujukan Pada Kompetisi Olahraga: Pengalaman Rumah Sakit Olahraga Nasional Sebagai Rumah Sakit Rujukan Asian Games 2018. Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI), 4(1), 36-51.

Pemerintah Kota Surakarta. (2021). Peraturan Walikota Solo No. 12 Tahun 2021 tentang Pembinaan Olahraga Berbasis Komunitas. Diakses dari: https://peraturan.bpk.go.id/Details/171311/perwali-kota-surakarta-no-12-tahun-2021

Porter, M. E., & Teisberg, E. O. (2006). Redefining health care: creating value-based competition on results. Harvard business press.

Purwadhi, P., & Widjaja, Y. R. (2024). Activity Based Costing Method in Determining Tariffs at Waikabubak Regional Hospital, West Sumba-NTT. Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI), 8(4), 473-495.

Putri, S. S., & Suryawati, C. (2022). Pelaksanaan Jaminan Kesehatan Nasional pada Aspek Kepesertaan untuk Mencapai Universal Health Coverage. Media Kesehatan Masyarakat Indonesia, 21(2), 118-123.

Putri, Z. A., & Istanabi, T. (2024). Potensi Kota Surakarta menjadi destinasi sport tourism. Cakra Wisata, 25(1), 46-56.

Rahmarani, R. N. F., Komara, E., Rubini, R. A., & Syaodih, E. (2025). Inovasi Strategi Keuangan RSUD Dr Adjidarmo Lebak dalam Peningkatan Pendapatan. Entrepreneur: Jurnal Bisnis Manajemen dan Kewirausahaan, 6(2), 133-151.

Romadhon, A., & Suryani, E. (2020). Pemodelan simulasi sistem dinamik untuk meningkatkan jumlah pendapatan unit rawat inap Rumah Sakit Islam Surabaya A. Yani. Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer (JTIIK), 7(3), 581-589.

Rusandi, R., & Rusli, M. (2021). Merancang Penelitian Kualitatif Dasar/Deskriptif dan Studi Kasus. Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan Dan Studi Islam, 2(1), 48–60.

Van der Nat, P. B. (2022). The new strategic agenda for value transformation. Health Services Management Research, 35(3), 189-193.

Van Staalduinen, D. J., Van Den Bekerom, P. E., Groeneveld, S. M., Stiggelbout, A. M., & Van Den Akker-Van, M. E. (2023). Relational coordination in value-based health care. Health care management review, 48(4), 334-341.

Wijaya, K. S., Komara, E., & Mulyani, K. (2024). Analisis dampak penerapan sistem informasi manajemen rumah sakit dalam pengambilan keputusan manajemen. Jurnal Syntax Admiration, 5(11), 4656-4666.

Young, D. W., Barrett, D., Kenagy, J. W., & Pinakiewicz, D. C. (2001). Value-based partnering in healthcare: A framework for analysis/Practitioner application. Journal of Healthcare Management, 46(2), 112.

Zhang, T., Ning, Z., Dong, L., & Gao, S. (2022). The implementation of “integration of sports and medicine” in China: Its limitation and recommendations for model improvement. Frontiers in Public Health, 10, 1062972.

Downloads

Published

2026-04-10