Optimalisasi pengetahuan gangguan menstruasi dan pramenstrual dysphoric disorder (PMDD) pada remaja putri
DOI: https://doi.org/10.33024/hjk.v20i2.2324
Gangguan Menstruasi Pengetahuan Pramenstrual Dysphoric Disorder (PMDD) Remaja Putri
Abstract
Background: Menstruation and premenstrual disorders remain sensitive issues rarely discussed openly among adolescent girls in Indonesia. This is due to a lack of communication and education, resulting in a low level of understanding among adolescents regarding the menstrual process and its associated disorders. According to the Indonesian Demographic and Health Survey (IDHS), one in five adolescent girls had never discussed menstruation before menarche. This limited knowledge can increase the risk of menstrual disorders, including premenstrual dysphoric disorder.
Purpose: To increase adolescent girls' knowledge regarding menstrual disorders and premenstrual dysphoric disorder through health education activities.
Method: This study used a pre-experimental approach with a one-group pre-test and post-test design. This study was conducted at the Mulya Bakti Mandiri Cibeber Vocational High School Hall, Cianjur Regency in 2024. The sample involved in this study was 30 female students. The instrument used was a knowledge questionnaire about menstrual disorders and premenstrual dysphoric disorder. Health education was conducted through lectures, interactive discussions, educational video screenings, and leaflet distribution. Data were analyzed univariately.
Results: Before the intervention, 82.5% of female students had a knowledge level of less than adequate. After the health education, knowledge increased significantly, with all students ranked as having a very good understanding of menstrual disorders and premenstrual dysphoric disorder.
Conclusion: Health education has been proven effective in increasing adolescent girls' knowledge of menstrual disorders and premenstrual dysphoric disorder. Furthermore, structured health education using a variety of media can be a preventative measure to increase adolescent girls' understanding and preparedness in addressing reproductive health issues.
Suggestion: Health providers can provide consistent education so that adolescent girls can recognize, take preventative measures, and develop positive behaviors to reduce the prevalence of premenstrual dysphoric disorder in adolescent girls.
Keywords: Adolescent Girls; Knowledge; Menstrual Disorders; Premenstrual Dysphoric Disorder.
Pendahuluan: Menstruasi dan gangguan pra menstruasi masih menjadi isu sensitif yang jarang dibicarakan secara terbuka di kalangan remaja putri di Indonesia. Hal ini karena kurangnya komunikasi dan edukasi, sehingga menyebabkan rendahnya pemahaman remaja terkait proses menstruasi dan gangguan yang menyertainya. Berdasarkan Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI), satu dari lima remaja putri tidak pernah berdiskusi mengenai menstruasi sebelum mengalami menarche. Pengetahuan yang minim ini, dapat meningkatkan risiko terjadinya gangguan menstruasi, termasuk gangguan premenstrual dysphoric disorder (PMDD).
Tujuan: Untuk meningkatkan pengetahuan remaja putri terkait gangguan menstruasi dan premenstrual dysphoric disorder (PMDD) melalui kegiatan penyuluhan kesehatan.
Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan pra-eksperimental desain one group pre-test and post-test. Penelitian ini dilaksanakan di Aula SMK Mulya Bakti Mandiri Cibeber, Kabupaten Cianjur pada tahun 2024. Sampel yang dilibatkan pada penelitian ini sebanyak 30 siswi. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner pengetahuan tentang gangguan menstruasi dan pramenstrual dysphoric disorder (PMDD). Penyuluhan kesehatan yang dilakukan melalui metode ceramah, diskusi interaktif, pemutaran video edukasi, dan pembagian leaflet dan data dianalisis secara univariat.
Hasil: Sebelum intervensi, sebanyak 82.5% siswi memiliki tingkat pengetahuan dalam kategori kurang paham. Setelah diberikan penyuluhan kesehatan, terjadi peningkatan pengetahuan secara signifikan, seluruh siswa berada pada kategori sangat memahami terkait gangguan menstruasi dan premenstrual dysphoric disorder (PMDD).
Simpulan: Berdasarkan penyuluhan kesehatan terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan remaja putrid mengenai gangguan menstruasi dan premenstrual dysphoric disorder (PMDD). Selanjutnya, pendidikan kesehatan yang terstruktur dan menggunakan media yang bervariasi dapat menjadi upaya preventif dalam meningkatkan pemahaman dan kesiapan remaja putri dalam menghadapi masalah kesehatan reproduksi.
Saran: Pihak kesehatan dapat memberikan penyuluhan secara konsisten agar remaja putri dapat mengenali, melakukan pencegahan, dan membentuk perilaku positif untuk menurunkan prevalensi PMDD pada remaja putri.
Kata Kunci: Gangguan Menstruasi; Pengetahuan; Pramenstrual Dysphoric Disorder (PMDD); Remaja Putri.
Downloads
References
Akbar, A., & Amalina, F. N. (2025). Perilaku Emosi Makan Berhubungan Dengan Sindrom Pramenstruasi Pada Siswi SMA Shafiyyatul Amaliyyah Medan. JURNAL PANDU HUSADA, 6(4), 82-90.
Albsoul‐Younes, A., Alefishat, E., Farha, R. A., Tashman, L., Hijjih, E., & AlKhatib, R. (2018). Premenstrual syndrome and premenstrual dysphoric disorders among Jordanian women. Perspectives in psychiatric care, 54(3), 348-353.
Atik, N. S., & Susilowati, E. (2021). Hubungan tingkat pengetahuan dengan perilaku kesehatan reproduksi remaja pada siswa smk kabupaten Semarang. Jurnal Ilmiah Kesehatan Ar-Rum Salatiga, 5(2), 45-52.
Asidah, A. N., Cahyani, E. D., Janurti, A., Rahma, A., Afriza, N., Janna, M., & Undaryati, Y. M. (2025). Premenstrual Syndrome (PMS) pada Remaja Putri. Vitalitas Medis: Jurnal Kesehatan dan Kedokteran, 2(3), 177-186.
Burhan, I. R. (2023). Pengaruh Pemberian Edukasi Berbasis Modul Pada Remaja Putri Terhadap Peningkatan Self Efficacy Pada Kasus Premenstrual Syndrome (Doctoral Dissertation, Universitas Hasanuddin).
Charles Shapu, R., Ismail, S., Ahmad, N., Lim, P. Y., & Abubakar Njodi, I. (2020). Systematic review: Effect of health education intervention on improving knowledge, attitudes and practices of adolescents on malnutrition. Nutrients, 12(8), 2426.
De Carvalho, A. B., De Azevedo Cardoso, T., Mondin, T. C., Da Silva, R. A., De Mattos Souza, L. D., Da Silva Magalhães, P. V., & Jansen, K. (2018). Prevalence And Factors Associated With Premenstrual Dysphoric Disorder: A Community Sample Of Young Adult Women. Psychiatry Research, 268, 42-45.
Delara, M., Ghofranipour, F., Azadfallah, P., Tavafian, S. S., Kazemnejad, A., & Montazeri, A. (2012). Health related quality of life among adolescents with premenstrual disorders: a cross sectional study. Health and quality of life outcomes, 10(1), 1.
Jolyarni, N., Nadrah, N., Nasution, F., & Syahputra, A. (2023). Penyuluhan Kesehatan Tentang Premenstrual Syndrome. Sevaka: Hasil Kegiatan Layanan Masyarakat, 1(4), 23-29.
Junias, M. S., Toy, S. M., Ndoen, E. M., Manurung, I. F., Doke, S., & Keraf, M. K. (2023). Promosi kesehatan reproduksi remaja dan manajemen kebersihan menstruasi pada remaja putri sekolah menengah pertama. Abdimas Galuh, 5(1), 69-78.
Nabilla, S., Tampubolon, M. M., & Fitri, A. (2025). Studi Tentang Kejadian Gejala Premenstrual Syndrome (PMS) Dan Premenstrual Dysphoric Disorder (PMDD) Di Kalangan Mahasiswi. Jurnal Wacana Kesehatan, 10(1), 44-51.
Purnama, L. (2024). Pengetahuan Remaja Putri tentang Gangguan Siklus Menstruasi. Jurnal Kebidanan Darmais (JKD), 2(2), 1-6.
Ariyani, R. P. (2024). Hubungan Antara Gangguan Premenstrual Dysphoric Disorder Dengan Kecemasan Remaja Putri Di Smp Negeri 20 Surakarta (Doctoral Dissertation, Universitas Kusuma Husada Surakarta).
Selpiah, T., & Sri, W. (2018). Pengaruh Penyuluhan Terhadap Tingkat Pengetahuan Remaja Tentang Sindrom Premenstruasi Pada Siswi Kelas Vii Di Smp Kasihan 1 Bantul (Doctoral dissertation, Universitas' Aisyiyah Yogyakarta).
Setiawati, E. (2020). Psikoeduakasi C4ME Untuk Mengatasi Gangguan Sindrom Pramenstruasi Pada Taruni Militer. Jurnal Psikologi, 11(1), 32-46.
Teja, R., Diyu, P., Dewi, W., Nurtini, M., Dewi, K., & Indriana, K. (2023). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Premenstrual Syndrom pada Siswi Sekolah Menengah Atas. Bali Medika Jurnal, 10(1), 86-95.
Thakrar, P., Bhukar, K., & Oswal, R. (2021). Premenstrual dysphoric disorder: Prevalence, quality of life and disability due to illness among medical and paramedical students. Journal of Affective Disorders Reports, 4, 100112.
Tsegaye, D., & Getachew, Y. (2019). Premenstrual dysphoric disorder and associated factors among female health science students in Wollo University, Ethiopia, 2017/18. Maternal health, neonatology and perinatology, 5(1), 8.
Wijayanti, Y. T. (2015). Analisis faktor yang berhubungan dengan kejadian premenstrual syndroma pada remaja putri. Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai, 8(2), 1-7.
Wijaya, P., & Sipayung, R. (2022). Hubungan Aktivitas Fisik Dan Stres Dengan Kejadian Tipe Pre Menstrual Syndrome (Pms) Pada Remaja Putri Di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Pelita Ilmu Depok. Zona Kebidanan: Program Studi Kebidanan Universitas Batam, 13(1).
Wulandari, E., & Hapsari, R. A. F. (2021). Tingkat pengetahuan siswi sekolah menengah pertama tentang menstruasi dan gangguannya (Bachelor's thesis, Fakultas Kedokteran UIN Syarif Hidayatullah Jakarta).
Zurizah, Y., & Mayasari, R. (2025). Efektivitas Intervensi Pendidikan Kesehatan Mengenai Manajemen Sindrom Premenstruasi dalam Meningkatkan Pengetahuan Remaja Putri. Jurnal Kebidanan: Jurnal Ilmu Kesehatan Budi Mulia, 15(1), 45-52.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Holistik Jurnal Kesehatan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.