Hubungan antara pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI) dengan kejadian wasting pada balita

DOI: https://doi.org/10.33024/hjk.v19i12.2297

Authors

  • Fria Maria Paisa Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Sam Ratulangi
  • Maureen Irinne Punuh Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Sam Ratulangi
  • Nova Hellen Kapantow Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Sam Ratulangi

Balita Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) Wasting

Abstract

Background: Malnutrition in toddlers, if not addressed seriously, can negatively impact their health, both growth and development later in life. Providing nutritious and balanced complementary foods plays a crucial role in addressing growth and developmental issues in children.

Purpose: To analyze the relationship between complementary foods and malnutrition in toddlers.

Method: This quantitative study used an observational analytical design and a cross-sectional approach. The study was conducted from June to August 2025, with a sample size of 63 toddlers aged 6-12 months using total sampling. Data collection using the 2024 Indonesian Nutritional Status Survey questionnaire and interviews as well as measuring body weight (baby scale) and body length (infantometer). Data analysis used the chi-square test and Fisher's exact test.

Results: Fisher's exact test yielded p = 0.001 (p > 0.05). This study found a significant relationship between complementary foods and malnutrition in toddlers aged 6-24 months.

Conclusion: There is a significant relationship between complementary foods and malnutrition in toddlers.

Suggestion: Future researchers can use these results as a reference, but may need to add other methods or variables not included in this study.

 

Keywords: Complementary Foods for Breast Milk; Toddler; Wasting.

 

Pendahuluan: Wasting pada balita jika tidak mendapatkan penanganan secara serius dapat berakibat buruk bagi kesehatan anak, baik pertumbuhan maupun perkembangan di masa selanjutnya. Pemberian makanan pendamping ASI yang bergizi dan seimbang berperan penting dalam mengatasi masalah pertumbuhan dan perkembangan pada anak.

Tujuan: Untuk menganalisis hubungan pemberian makanan pendamping ASI dengan kejadian wasting pada balita.

Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain penelitian observasional analitik dan menggunakan pendekatan cross sectional study. Penelitian dilakukan pada bulan Juni-Agustus 2025 dengan jumlah sampel 63 balita usia 6-12 bulan menggunakan total sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner SSGI 2024 dan wawancara serta melakukan pengukuran berat badan (baby scale) dan panjang badan (infantometer). Metode analisis data menggunakan uji statistik chi square dan Fisher’s exact test.

Hasil: Fisher’s exact test ini didapatkan hasil p = 0.001 (p > 0.05), temuan dari penelitian ini terdapat hubungan yang signifikan antara pemberian makanan pendamping ASI dengan kejadian wasting pada balita usia 6-24 bulan

Simpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara pemberian makanan pendamping ASI dengan kejadian wasting pada balita.

Saran: Bagi peneliti selanjutnya dapat menggunakan hasil ini sebagai referensi, namun dengan menambah metode lain atau dengan menambahkan variabel yang belum ada pada penelitian ini.

Kata Kunci: Balita; Makanan Pendamping ASI (MP-ASI); Wasting.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Alhamid, S. A., Carolin, B. T., & Lubis, R. (2021). Studi mengenai status gizi balita. JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati), 7(1), 131-138.

Amelinda, C. (2022). Mpasi 101: Panduan Praktis Dan Lengkap Nutrisi Anak. Elex Media Komputindo.

Angkat, A. H. (2018). Penyakit Infeksi dan Praktek Pemberian MP-ASI Terhadap Kejadian Stunting Pada Anak Usia 12-36 Bulan di Kecamatan Simpang Kiri Kota Subulussalam. Jurnal dunia gizi, 1(1), 52.

Azmy, U., & Mundiastuti, L. (2018). Konsumsi Zat Gizi pada Balita Stunting dan Non-Stunting di Kabupaten Bangkalan Nutrients Consumption of Stunted and Non-Stunted Children in Bangkalan. Amerta Nutr, 292-298.

Hasnita, E., Noflidaputri, R., Sari, N. W., & Yuniliza, Y. (2023). Faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian wasting pada balita usia 36-59 bulan di wilayah kerja puskesmas rao kabupaten pasaman. Jik Jurnal Ilmu Kesehatan, 7(1), 130-137.

Idham, M. (2023). Penyuluhan tentang Pentingnya Makanan Pendamping ASI (MPASI) Kesehatan di Desa Dowiwi Kecamatan Simpang Raya, Sulawesi Tengah. Jurnal Pengabdian MALEO, 2(1), 12-18.

Igir, A., Punuh, M. I., & Malonda, N. S. H. (2025). Hubungan antara pemberian makanan pendamping air susu ibu dengan status gizi anak 6-24 bulan. Holistik Jurnal Kesehatan, 19(8), 2136-2142.

Ikatan Dokter Anak Indonesia. (2018). Pemberian Makanan Pendamping Air Susu Ibu (Mpasi). Diakses dari: https://www.idai.or.id/artikel/klinik/asi/pemberian-makanan-pendamping-air-susu-ibu-mpasi.

Ismayanti, I. (2024). Pengaruh edukasi kesehatan dengan media booklet terhadap peningkatan pengetahuan ibu tentang pemberian MP-ASI pada balita 6-24 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Totoli (Doctoral Dissertation, Universitas Sulawesi Barat).

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2020 Tentang Standar Antropometri Anak. Jakarta: Kemenkes RI. Diakses dari: https://peraturan.bpk.go.id/Details/152505/permenkes-no-2-tahun-2020.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Buku saku hasil survei status gizi Indonesia (SSGI) 2022. Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan kementerian kesehatan RI. Diakses dari: https://repository.badankebijakan.kemkes.go.id/id/eprint/4855/3/Buku%20Saku%20SSGI%202022%20rev%20270123%20OK.pdf

Kusumaningrum, N. D., Hastuti, P., & Mayasari, A. C. (2019). Hubungan Perilaku Pemberian Mpasi Dengan Status Gizi Balita 6-24 Bulan Di Posyandu Desa Bandung Mojokerto. Jurnal Media Komunikasi Ilmu Kesehatan, 11(03), 62-68. 11(03), 62–68.

Lestiarini, S., & Sulistyorini, Y. (2020). Perilaku ibu pada pemberian makanan pendamping ASI (MPASI) di Kelurahan Pegirian. Jurnal Promkes, 8(1), 1.

Lufianti, A., Rahmawati, R., & Sari, E. M. (2020). Hubungan Riwayat Pemberian Asi Dan Pemberian Mp-Asi Dengan Kejadian Stunting Diwilayah Kerja Puskesmas Tawangharjo. The Shine Cahaya Dunia Ners, 5(2).

Maghfiroh, R., Renaldi, R., & Gumayesty, Y. (2021). Program Perbaikan Gizi Kurang Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Sidomulyo Kota Pekanbaru Tahun 2020. Media Kesmas (Public Health Media), 1(2), 433–442.

Sari, D. K., & Rahmawati, H. (2018). Kualitas kimiawi formula MP-Asi bubur bayi instan berbasis ikan gabus dengan umur simpan tiga bulan. In Prosiding Seminar Nasional Lingkungan Lahan Basah (Vol. 3, No. 1).

Sari, N. P., Syahruddin, A. N., & Irmawati, I. (2023). Asupan gizi dan status gizi anak usia 6-23 bulan di Kabupaten Maros. Jambura Journal of Health Sciences and Research, 5(2), 660-672.

United Nations Children's Fund. (2022). Severe Wasting: An Overlooked Child Survival Emergency, Unicef For Every Child. Diakses dari: https://www.unicef.org/media/120346/file/Wasting%20Child%20Alert.Pdf.

World Health Organization. (2023). Levels and trends in child malnutrition: UNICEF/WHO/World Bank Group joint child malnutrition estimates: key findings of the 2023 edition. Diakses dari: https://www.who.int/publications/i/item/9789240073791

Yuliantini, E., Kamsiah, K., Maigoda, T. C., & Ahmad, A. (2022). Asupan makanan dengan kejadian stunting pada keluarga nelayan di Kota Bengkulu. AcTion: Aceh Nutrition Journal, 7(1), 79-88.

Downloads

Published

2026-02-03