Efektivitas pemberian zinc pada anak dengan pneumonia: A systematic review

DOI: https://doi.org/10.33024/hjk.v20i1.2187

Authors

  • Fikri Fakultas Kedokteran, Universitas Muslim Indonesia
  • Edward Fakultas Kedokteran, Universitas Muslim Indonesia
  • Bulkis Fakultas Kedokteran, Universitas Muslim Indonesia
  • Alfian Fakultas Kedokteran, Universitas Muslim Indonesia
  • Aisyah Fakultas Kedokteran, Universitas Muslim Indonesia

Anak Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) Pneumonia Zinc

Abstract

Background: Acute respiratory tract infections, particularly severe pneumonia are a leading cause of death in children under five, particularly in developing countries like Indonesia. Zinc is an essential micronutrient that plays a crucial role in maintaining immune function and aiding the healing process of infections. However, the effectiveness of zinc supplementation in severe pneumonia remains controversial due to varying research results.

Purpose: To examine the effectiveness of zinc administration as an adjuvant therapy in severe pneumonia through a systematic review.

Methods: Literature search in electronic databases such as PubMed, Scopus, Sinta, and Google Scholar from 2020-2025. Studies that met the inclusion criteria were analyzed to evaluate the impact of zinc supplementation on the duration of hospitalization, symptom recovery, and safety of its use in severe pneumonia.

Result: That zinc supplementation effectively accelerated recovery by reducing the duration of fever, shortness of breath, and length of hospital stay, especially in children aged 2 to 60 months. Zinc also plays a role in enhancing the immune response and reducing airway inflammation. Zinc use is recommended in areas with a high prevalence of zinc deficiency and a high risk of severe pneumonia.

Conclusion: Zinc supplementation is a promising adjunctive therapy in the management of severe childhood pneumonia. However, further research is needed to determine the optimal dose, duration of therapy, and effectiveness in a broader age group and clinical setting for appropriate integration into clinical practice.

 

Keywords: Acute Respiratory Tract Infections (ARI); Children; Pneumonia; Zinc.

 

Pendahuluan: Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), khususnya pneumonia berat merupakan penyebab utama kematian pada anak di bawah lima tahun, terutama di negara berkembang seperti Indonesia. Zinc adalah mikronutrien esensial yang berperan penting dalam menjaga fungsi imun dan membantu proses penyembuhan infeksi. Namun, efektivitas suplementasi zinc pada pneumonia berat masih menjadi perdebatan akibat hasil penelitian yang bervariasi.

Tujuan: Untuk menelaah efektivitas pemberian zinc sebagai terapi adjuvan pada pneumonia berat melalui pendekatan systematic review.

Metode: Penelitian literatur melalui basis data elektronik seperti PubMed, Scopus, Sinta, dan Google Scholar dari tahun 2020-2025. Studi yang memenuhi kriteria inklusi dianalisis untuk mengevaluasi dampak suplementasi zinc terhadap durasi rawat inap, pemulihan gejala, serta keamanan penggunaannya pada pneumonia berat.

Hasil: Suplementasi zinc efektif mempercepat pemulihan dengan mengurangi durasi demam, sesak napas, dan lama perawatan di rumah sakit, terutama pada anak usia 2-60 bulan. Zinc juga berperan dalam meningkatkan respons imun dan menurunkan peradangan saluran pernapasan. Penggunaannya lebih disarankan pada daerah dengan prevalensi defisiensi zinc tinggi dan risiko pneumonia berat.

Simpulan: Suplementasi zinc merupakan terapi tambahan yang menjanjikan dalam manajemen pneumonia berat anak. Namun, diperlukan penelitian lebih lanjut untuk menentukan dosis optimal, durasi terapi, serta efektivitas pada populasi usia dan kondisi klinis yang lebih luas guna integrasi yang tepat dalam praktik klinis.

 

Kata Kunci: Anak; Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA); Pneumonia; Zinc.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Aprilia, R., & Faisal, F. (2024). Tinjauan literatur: Faktor risiko dan epidemiologi pneumonia pada balita. Scientific Journal, 3(3), 166-173.

Atta, A., Aftab, A., Shafqat, A., Yousuf, M. H., Ahmed, A., Pirzada, H., & Hastings, N. (2024). Investigating the Efficacy of Zinc and Vitamin A in Treating Pediatric Community-Acquired Pneumonia. Cureus, 16(1).

Anggraeni, A. D., Murti, B., & Dewi, Y. L. R. (2021). Meta-Analysis: The Effectiveness of Zinc on Dhiarrea and Pneumonia in Children Under Five. Journal of Epidemiology and Public Health, 6(1), 51-59.

Dewi, N. L. P. Y., Mayangsari, A. S. M., Adnyana, I. G. A. N. S., Gusti, I., & Sidiartha, L. (2023). Efektivitas suplementasi zink terhadap lama rawat inap pada pasien pnenumonia anak: a systematic review of randomized controlled trials.

Dibintang Akbari, C. A., & Pramuningtyas, R. (2024). Efektivitas penggunaan zinc pada acne vulgaris: literature review. Journal of Comprehensive Science (JCS), 3(1).

Guerrero Patiño, D., Canchila, M. A. R., & Buendía, J. A. (2025). Effects of oral zinc supplementation in the prevention of community-acquired pneumonia in colombian children: an economic evaluation: Short running title: Cost-effectiveness analysis oral zinc supplementation. BMC Public Health, 25(1), 2787.

Hashemian, H., Alizadeh, H., & Leyli, E. K. (2020). Efficacy of zinc as adjuvant therapy in the treatment of severe pneumonia in hospitalized children: a randomized clinical trial. Archives of Pediatric Infectious Diseases, 9(9), e108845.

Hunter, J., Arentz, S., Goldenberg, J., Yang, G., Beardsley, J., Myers, S. P., & Leeder, S. (2021). Zinc for the prevention or treatment of acute viral respiratory tract infections in adults: a rapid systematic review and meta-analysis of randomised controlled trials. BMJ open, 11(11), e047474.

Jain, V., Vashisht, R., Yilmaz, G., & Bhardwaj, A. (2018). Pneumonia pathology. Treasure Island: StatPearls Publishing

La, Q. P., Le, S. H., Nguyen, P. M., Tran, L. C., & Nguyen Sr, P. M. (2024). Zinc deficiency and the severity of pneumonia in Vietnamese children: A hospital-based study. Cureus, 16(7).

Moshtagh, M., & Amiri, R. (2020). Role of zinc supplementation in the improvement of acute respiratory infections among Iranian children: a systematic review. Tanaffos, 19(1), 1.

Natasya, F. A. (2022). Management of Pneumonia. Jurnal Medika Hutama, 3(02 Januari), 2392-2399.

Nickontara, D. P., Setiawan, N. C. T., & Winangun, I. G. P. (2024). Hubungan berat badan lahir, status gizi, dan usia terhadap kejadian pneumonia pada balita di RSUD Praya. Cakrawala Medika: Journal of Health Sciences, 2(2), 147-153.

Purwandini, S., & Atmaka, D. R. (2023). Pengaruh kecukupan konsumsi zink dengan kejadian stunting: Studi literatur. Media Gizi Kesmas, 12(2), 509-15.

Purwantoro, E., Meutia, R., & Hariyanto, A. (2022). Asuhan Keperawatan Medikal Bedah Dengan Masalah Bersihan Jalan Nafas Tidak Efektif Pada Pneumonia Di Ruang Perawatan Paru Rsud Bangil Kabupaten Pasuruan (Doctoral dissertation, Perpustakaan Universitas Bina Sehat).

Putri, A. R. (2021). Pengaruh pemberian zinc terhadap kadar monosit dan limfosit pada penderita stroke iskemik akut (Studi Eksperimental pada penderita Stroke Iskemik Akut di Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang dan Rumah Sakit Umum Daerah Ungaran) (Doctoral dissertation, Universitas Islam Sultan Agung).

Ramelina, A. S., & Sari, R. (2022). Pneumonia pada Perempuan Usia 56 Tahun: Laporan Kasus. Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta, 712-719.

Rabinovich, D., & Smadi, Y. (2025). Zinc.[Updated 2023 May 1]. StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing.

Sunar, S., Gustina, T. R., & Nikmah, N. (2021). Respon pertumbuhan, produksi dan kandungan seng (zn) tanaman padi (Oryza sativa L.) terhadap teknik pemberian dan dosis pupuk zink sulfat. Agrisia: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian, 14(1).

Tedjaatmadja, C. (2021). Peranan suplementasi zinc pada infeksi COVID-19. Jurnal Medika Hutama, 2(03 April), 848-854.

Widyaningrum, N. R., Hanifah, L., Ningrum, A. N., & Sab’ngatun, S. N. (2022). A systematic review study: efektivitas suplemen zink untuk menurunkan lenght of stay hospital dan gejala klinik akut pneumonia anak usia 1 sampai 60 bulan. Jurnal Kebidanan Indonesia, 13(1).

Downloads

Published

2026-04-04