Efektivitas terapi musik dan posisi sujud terhadap pengurangan serangan nyeri kepala pada wanita menopause hipertensi
DOI: https://doi.org/10.33024/hjk.v19i10.2072
Hipertensi Pengurangan Serangan Nyeri Kepala Posisi Sujud Terapi Musik Wanita Menopause
Abstract
Background: Menopause is characterized by a decrease in estrogen, which can lead to impaired vascular function. This decrease in estrogen inhibits vasodilation, narrowing blood vessels, which results in increased blood pressure. Hypertension can trigger a series of symptoms, including headaches caused by increased intracranial pressure, dizziness due to reduced tissue blood flow/perfusion, and ischemia caused by vasoconstriction. As a non-pharmacological solution, listening to music has been shown to help achieve a relaxed state. Furthermore, the prostration position has been proposed as an intervention because it utilizes the force of gravity; the lower the body position, the greater the potential for relaxation and blood pressure reduction.
Purpose: To determine the effectiveness of music therapy and prostration positions in reducing the frequency of headache attacks in menopausal women with hypertension.
Method: This study used a quasi-experimental design using a pre- and post-test approach with a control group design. Conducted in the Garuda Community Health Center work area in September-October 2023. Sampling used purposive sampling technique and required a sample size of 60 participants, with 30 participants for each group. Data analysis used the Wilcoxon test because the data distribution was not normal.
Results: The mean reduction in pain frequency in the intervention group was 0.3 higher than the control group, the mean reduction in pain intensity in the intervention group was 0.8 higher than the control group, and the mean reduction in diastolic blood pressure in the intervention group was 3.6 higher than the control group. There was a significant difference in pain frequency scores before and after in the intervention group with a p-value <0.001 and in the control group with a p-value = 0.010. There was a significant difference in pain intensity scores before and after in both the intervention and control groups with a p-value <0.001. There was a significant difference in diastolic blood pressure scores before and after in the intervention group with a p-value = 0.001 and in the control group with a p-value = 0.010. There was a significant difference in pain frequency reduction scores between the two groups (p=0.011). There was a significant difference in pain intensity reduction scores between the two groups (p=0.004). There was no significant difference in diastolic pressure scores between the two groups (p=0.222).
Conclusion: Music therapy and the prostration position were effective in reducing pain frequency, pain intensity, and diastolic pressure.
Keywords: Headache Reduction; Hypertension; Menopausal Women; Music Therapy; Prostration Position.
Pendahuluan: Menopause ditandai dengan berkurangnya hormon estrogen yang dapat menyebabkan gangguan fungsi vaskular. Penurunan hormon estrogen ini menghambat vasodilatasi, sehingga pembuluh darah menyempit, yang berakibat pada meningkatnya tekanan darah. Hipertensi dapat memicu serangkaian gejala, diantaranya sakit kepala yang disebabkan oleh meningkatnya tekanan intracranial, pusing yang diakibat kurangnya aliran darah ke jaringan/perfusi, dan iskemia yang disebabkan karena vasokonstriksi. Sebagai solusi non-farmakologis, mendengarkan musik terbukti membantu mencapai kondisi rileks. Selain itu, posisi sujud juga diusulkan sebagai intervensi karena memanfaatkan gaya gravitasi, semakin rendah posisi tubuh, semakin besar potensi relaksasi dan penurunan tekanan darah.
Tujuan: Untuk mengetahui efektivitas terapi musik dan posisi sujud terhadap pengurangan frekuensi serangan nyeri kepala pada wanita menopause hipertensi.
Metode: Penelitian dengan design quasy experiment menggunakan pendekatan pre and post-test with control group design. Dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Garuda pada bulan September-Oktober 2023. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dan besar sampel yang diperlukan adalah 60 partisipan, dengan pembagian 30 partisipan untuk masing-masing kelompok, Analisis data yang digunakan adalah uji Wilcoxon karena distribusi data tidak normal.
Hasil: Rerata penurunan frekuensi nyeri pada kelompok intervensi lebih tinggi 0.3 dibandingkan kelompok kontrol, rerata penurunan intensitas nyeri pada kelompok intervensi lebih tinggi 0.8 dibandingkan kelompok kontrol, dan rerata penurunan diastole pada kelompok intervensi lebih tinggi 3.6 dibandingkan kelompok kontrol. Terdapat perbedaan yang signifikan skor frekuensi nyeri sebelum dan sesudah pada kelompok intervensi dengan nilai p< 0.001 dan pada kelompok kontrol dengan nilai p=0.010. Terdapat perbedaan yang signifikan skor intensitas nyeri sebelum dan sesudah baik pada kelompok intervensi maupun kelompok kontrol dengan dengan nilai p< 0.001. Terdapat perbedaan yang signifikan skor diastole sebelum dan sesudah pada kelompok intervensi dengan nilai p=0.001 dan pada kelompok kontrol dengan nilai p=0.010. Terdapat perbedaan yang signifikan skor penurunan frekuensi nyeri pada kedua kelompok dengan nilai p=0.011. Terdapat perbedaan yang signifikan skor penurunan intensitas nyeri pada kedua kelompok dengan nilai p=0.004, Tidak terdapat perbedaan yang sifnifikan skor diastole pada kedua kelompok dengan nilai p=0.222.
Simpulan: Terapi musik dan posisi sujud efektif terhadap pengurangan frekuensi nyeri, intensitas nyeri dan tekanan diastole.
Kata Kunci: Hipertensi; Pengurangan Serangan Nyeri Kepala; Posisi Sujud; Terapi Musik; Wanita Menopause.
Downloads
References
Abed-Ali, H. N., & Athbi, H. A. (2022). Benefits of Prostrate Position and Coughing Exercises in the Management of cardiopulmonary parameters alteration among patients with coVid-19. Pakistan Journal of Medical & Health Sciences, 16(03), 680-680.
Bakhthiar, D. (2020). Penerapan Terapi Musik Nature Sound (suara Alam) Air & Kicauan Burung Untuk Menurunkan Tekanan Darah Pada Pasien Hipertensi Grade II (Doctoral dissertation, Tugas Akhir, Universitas Muhammadiyah Magelang).
Black, H. R., Sica, D., Ferdinand, K., & White, W. B. (2015). Eligibility and disqualification recommendations for competitive athletes with cardiovascular abnormalities: task force 6: hypertension: a scientific statement from the American Heart Association and the American College of Cardiology. Journal of the American College of Cardiology, 66(21), 2393-2397.
Cholifah, N., Setyowati, S., & Karyati, S. (2019). Pengaruh Pemberian Terapi Musik Suara Alam Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Penderita Hipertensi Di Desa Pelang Mayong Jepara Tahun 2016. Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan, 10(1), 236-242.
Chrishella, L. N. (2022). Penerapan terapi musik instrumen suara alam terhadap penurunan skala nyeri kepala pada pasien hipertensi di Kelurahan Purwoyoso (Doctoral dissertation, Universitas Widya Husada Semarang).
Chuang, C. H., Chen, P. C., Lee, C. S., Chen, C. H., Tu, Y. K., & Wu, S. C. (2019). Music intervention for pain and anxiety management of the primiparous women during labour: A systematic review and meta‐analysis. Journal of advanced nursing, 75(4), 723-733.
Davis, M., Eshelman, E. R., & McKay, M. (2008). The relaxation and stress reduction workbook. New Harbinger Publications.
Diyono, D., & Musnidawati, S. K. (2018). Hubungan Intensitas Sholat Tahajud dengan Tekanan Darah. KOSALA: Jurnal Ilmu Kesehatan, 6(1).
Djohan, D. (2006). Terapi musik: teori dan aplikasi. Galangpress.
Hurrin, U., Satiti, N. P., & Oktaviana, M. N. (2024). Pengaruh Teknik Slow Deep Breathing terhadap Tekanan Darah pada Wanita Menopause di Dusun Malangsari Kalibaru. Jurnal Ilmiah Kesehatan Rustida, 11(2), 32-43.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023. Diakses dari: https://www.badankebijakan.kemkes.go.id/hasil-ski-2023
Kumar, V., & Abbas, A. K. N, F. (2015). Hypertensive Vascular Disease. Robin and Cotran Pathologic Basis of Disease (Elsevier Saunders), 528-529.
Lestari, A. D., Putri, R. H., & Yunitasari, E. (2020). Hipertensi pada wanita menopause; Sebuah tinjauan literatur. Wellness and healthy magazine, 2(2), 309-313.
Lima, R., Wofford, M., & Reckelhoff, J. F. (2012). Hypertension in postmenopausal women. Current hypertension reports, 14(3), 254-260.
Listina, F., Maritasari, D. Y., & Pratiwie, S. E. (2020). faktor yang mempengaruhi kejadian hipertensi calon jamaah umrah pada pelayanan vaksinasi meningitis meningococcus di kantor kesehatan pelabuhan kelas II panjang. In Jurnal Formil (Forum Ilmiah) KesMas Respati (Vol. 5, No. 1, pp. 63-70).
Ningsih, S. S. (2019). Pengaruh aktivitas fisik terhadap penurunan tekanan darah pada wanita menopause di Desa Pasir Utama Kecamatan Rambah Hilir Kabupaten Rokan Hulu (Doctoral dissertation, Universitas Pasir Pengaraian).
Oliveira, L. S., & Amâncio, N. D. F. G. (2021). Dichotomy of music in the approach of tension-type headache. Headache Medicine, 12(1), 12-15.
Pimenta, F., Leal, I., Maroco, J., & Ramos, C. (2012). Menopausal symptoms: do life events predict severity of symptoms in peri-and post-menopause?. Maturitas, 72(4), 324-331.
Potter, P. A., & Perry, A. G. (2005). Fundamentals of nursing (Vol. 3). St. Louis, MO: Mosby.
Putriastuti, L. (2016). Analisis hubungan antara kebiasaan olahraga dengan kejadian hipertensi pada pasien usia 45 tahun keatas. Jurnal Berkala Epidemiologi, 4(2), 225-236.
Risal, A. F. (2013). Hubungan aktivitas fisik terhadap stabilitas emosi anak tuna rungu (studi pada siswa tingkat SMP di SlB gedangan Sidoarjo). Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan, 1(3), 487-491.
Rufa’i, A. A., Aliyu, H. H., Oyeyemi, A. Y., & Oyeyemi, A. L. (2013). Cardiovascular responses during head-down crooked kneeling position assumed in Muslim prayers. Iranian journal of medical sciences, 38(2 Suppl), 174.
Sagalulu, R. S., Febriyona, R., & Sudirman, A. N. A. (2023). Hubungan aktivitas fisik dengan kejadian hipertensi pada wanita menopause di Wilayah Kerja Puskesmas Telaga Kabupaten Gorontalo. Journal of Educational Innovation and Public Health, 1(2), 126-143.
Sutoo, D. E., & Akiyama, K. (2004). Music improves dopaminergic neurotransmission: demonstration based on the effect of music on blood pressure regulation. Brain research, 1016(2), 255-262.
Wardani, Y., Nashori, F., & Uyun, Q. (2016). Efektivitas pelatihan shalat khusyuk dalam menurunkan kecemasan pada lansia hipertensi. JIP (Jurnal Intervensi Psikologi), 8(2), 217-233.
World Health Organization. (2025). Global report on hypertension 2025: high stakes: turning evidence into action. Diakses dari: https://www.who.int/publications/i/item/9789240115569
Yulistina, F., Deliana, S. M., & Rustiana, E. R. (2017). Korelasi asupan makanan, stres, dan aktivitas fisik dengan hipertensi pada usia menopause. Unnes Journal of Public Health, 6(1), 35-42.
Zilberman, J. M., Cerezo, G. H., Del Sueldo, M., Fernandez‐Pérez, C., Martell‐Claros, N., & Vicario, A. (2015). Association between hypertension, menopause, and cognition in women. The Journal of Clinical Hypertension, 17(12), 970-976.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Holistik Jurnal Kesehatan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.