Analisis perbedaan HOMA-β, HOMA-IR, dan kadar HbA1c pada pasien diabetes melitus, prediabetes, dan non-diabetes
DOI: https://doi.org/10.33024/hjk.v19i11.2048
Diabetes Militus Homa-B Homa-IR HbA1c Non-Diabetes Prediabetes
Abstract
Background: Diabetes Mellitus (DM) is a chronic metabolic disorder characterized by hyperglycemia due to insulin resistance and pancreatic β-cell dysfunction. Early identification of metabolic changes in prediabetic individuals is crucial to prevent progression to diabetes.
Purpose: To analyze differences in HOMA-β, HOMA-IR, and HbA1c levels in patients with diabetes mellitus, prediabetes, and non-diabetics.
Method: This study used a cross-sectional analytical design with 47 participants selected through total sampling. Data were collected through interviews and venous blood sampling for fasting blood glucose, fasting insulin, and HbA1c measurements. HOMA-β and HOMA-IR values were calculated using the standard HOMA formula, and data were analyzed using the Kruskal-Wallis test with a significance level of p<0.05.
Results: There were significant differences among the three groups for all parameters: HOMA-β (p = 0.001), HOMA-IR (p = 0.013), and HbA1c (p = 0.001). The DM group showed the lowest median HOMA-β (56), the highest HOMA-IR (4.2), and the highest HbA1c (8.2%). In contrast, the non-DM group had the highest HOMA-β (152.9), HOMA-IR (2.0), and the lowest HbA1c (5.2%).
Conclusion: HOMA-β, HOMA-IR, and HbA1c significantly differentiated metabolic status between the DM, pre-DM, and non-DM groups. These findings indicate decreased pancreatic β-cell function, increased insulin resistance, and glycemic dysregulation that occur progressively from normoglycemia to diabetes. Therefore, these parameters have the potential to be used as indicators for early detection and diabetes risk stratification.
Keywords: Diabetes Mellitus; Homa-β; Homa-IR; HbA1c; Non-Diabetes; Prediabetes.
Pendahuluan: Diabetes Melitus (DM) merupakan gangguan metabolik kronik yang ditandai dengan hiperglikemia akibat resistensi insulin dan disfungsi sel β pankreas. Identifikasi dini perubahan metabolik pada individu prediabetes sangat penting untuk mencegah progresivitas menjadi diabetes.
Tujuan: Untuk menganalisis perbedaan HOMA-β, HOMA-IR, dan kadar HbA1c pada pasien diabetes melitus, prediabetes, dan non-diabetes.
Metode: Penelitian menggunakan desain analitik cross-sectional dengan jumlah 47 partisipan yang dipilih melalui total sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara dan pengambilan sampel darah vena untuk pemeriksaan glukosa darah puasa, insulin puasa, dan HbA1c. Nilai HOMA-β dan HOMA-IR dihitung menggunakan rumus standar HOMA, dan data dianalisis menggunkan uji Kruskal-Wallis dengan batas kemaknaan p<0.05.
Hasil: Terdapat perbedaan yang signifikan pada ketiga kelompok untuk semua parameter: HOMA-β (p = 0,001), HOMA-IR (p = 0.013), dan HbA1c (p = 0.001). Kelompok DM menunjukkan median HOMA-β terendah (56), HOMA-IR tertinggi (4.2), dan HbA1c tertinggi (8.2%). Sebaliknya, kelompok non-DM memiliki HOMA-β tertinggi (152.9), HOMA-IR (2.0), dan HbA1c (5.2%) terendah.
Simpulan: HOMA-β, HOMA-IR, dan HbA1c mampu membedakan status metabolik antara kelompok DM, pre-DM, dan non-DM secara signifikan. Temuan ini menunjukkan penurunan fungsi sel β pankreas, peningkatan resistensi insulin, dan disregulasi glikemik terjadi secara progresif dari kondisi normoglikemia menuju diabetes, sehingga parameter tersebut berpotensi digunakan sebagai indikator deteksi dini dan stratifikasi risiko diabetes.
Kata Kunci: Diabetes Militus; Homa-B; Homa-IR; HbA1c; Non-Diabetes; Prediabetes.
Downloads
References
Akyuwen, D., & Silahooy, V. (2023). Kadar glukosa mus musculus model diabetes dengan perlakuan beberapa jenis makanan lokal. J. Kedokt. dan Kesehat. Publ. Ilm. Fak. Kedokt. Univ. Sriwij, 10, 255-260.
Arania, R., Triwahyuni, T., Prasetya, T., & Cahyani, S. D. (2021). Hubungan Antara Pekerjaan Dan Aktivitas Fisik Dengan Kejadian Diabetes Mellitus Di Klinik Mardi Waluyo Kabupaten Lampung Tengah. Jurnal Medika Malahayati, 5(3), 163-169.
Birman, Y., Harahap, I. N., & Triansyah, I. (2023). Hubungan Kadar Gula Darah dengan Kadar Hba1c pada Pasien Diabetes Melitus Tipe II di Rumah Sakit Islam Siti Rahmah Padang Tahun 2021. Nusantara Hasana Journal, 3(1), 9-17.
Destiani, S., Maksum, I. P., & Hartati, Y. W. (2023). Biosensor Elektrokimia untuk Memonitor Level Hemoglobin Terglikasi (HbA1c) pada Penyakit Diabetes Melitus. ALCHEMY Jurnal Penelitian Kimia, 19(1), 94-107.
International Diabetes Federation. (2025). Diabetes Atlas 2025. Diakses dari: https://diabetesatlas.org/resources/idf-diabetes-atlas-2025/
Khalili, D., Khayamzadeh, M., Kohansal, K., Ahanchi, N. S., Hasheminia, M., Hadaegh, F., & Habibi-Moeini, A. S. (2023). Are HOMA-IR and HOMA-B good predictors for diabetes and pre-diabetes subtypes?. BMC endocrine disorders, 23(1), 39.
Kim, J. Y., Lee, J., Kim, S. G., & Kim, N. H. (2024). Recent glycemia is a major determinant of β-cell function in type 2 diabetes mellitus. Diabetes Metab J, 48(6), 1135-1146.
Kumar, S., Senapati, S., Bhattacharya, N., Bhattacharya, A., Maurya, S. K., Husain, H., & Pandey, A. K. (2023). Mechanism and recent updates on insulin-related disorders. World Journal of Clinical Cases, 11(25), 5840.
Lestari, H. I., Theresia, S. I. M., & Noviati, B. E. (2025). Hubungan aktivitas fisik dengan kontrol glikemik pada pasien diabetes melitus di klinik endokrin Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta. Jurnal Keperawatan Notokusumo, 13(1), 9-15.
Marhamah, A., Zubir, Z., & Topik, M. M. (2025). Hubungan Kadar HbA1c Dengan Derajat Kulit Kering Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di RSU Cut Meutia Aceh Utara. Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan, 8(2), 551-563.
Miao, J. X., Xu, J. P., Wang, R., Xu, Y. X., Xu, F., Wang, C. H., & Su, J. B. (2024). Connections between body composition and dysregulation of islet α-and β-cells in type 2 diabetes. Diabetology & Metabolic Syndrome, 16(1), 11.
Najah, N. (2025). Aktivitas Antidiabetes pada Fitokimia Cinnamaldehyde dalam Menurunkan Kadar Glukosa Darah Puasa, HbA1c, HOMA-IR, dan Meningkatkan Kadar Insulin Hewan Coba Tikus. Antigen: Jurnal Kesehatan Masyarakat dan Ilmu Gizi, 3(3), 126-134.
Nasution, F., Andilala, A., & Siregar, A. A. (2021). Faktor risiko kejadian diabetes mellitus. Jurnal Ilmu Kesehatan, 9(2), 94-102.
Nisa, K., Zubir, Z., & Sofia, R. (2025). Profil Kadar HbA1c dan Karakteristik Klinis Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Poli Penyakit dalam RSUD Cut Meutia Aceh Utara. Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kesehatan, 4(1), 299-306.
Nopriantini, N., Purba, J. S. R., Desi, D., Petrika, Y., Novia, D., & Ihsan, B. M. (2024). Efektivitas Seduhan Daun Asam Jawa terhadap Kadar Homa-Ir dan Homa-Β pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2. Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, 34(3), 527-536.
Putri, R. P. D., Karneli, K., & Utami, L. (2024). Gambaran Kadar HbA1c pada Penderita Diabetes Mellitus di RSUD Sekayu Kabupaten Musi Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2024. Innovative: Journal Of Social Science Research, 4(3), 14629-14643.
Rahman, M. S., Hossain, K. S., Das, S., Kundu, S., Adegoke, E. O., Rahman, M. A., & Pang, M. G. (2021). Role of insulin in health and disease: an update. International journal of molecular sciences, 22(12), 6403.
Ramadhani, A. A., & Khotami, R. (2023). Hubungan Tingkat Pendidikan, Pengetahuan, Usia dan Riwayat Keluarga DM dengan Perilaku Pencegahan Diabetes Mellitus Tipe 2 pada Usia Dewasa Muda. SEHATMAS: Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat, 2(1), 137-147.
Rosita, R., Kusumaningtiar, D. A., Irfandi, A., & Ayu, I. M. (2022). Hubungan Antara Jenis Kelamin, Umur, Dan Aktivitas Fisik Dengan Diabetes Melitus Tipe 2 Pada Lansia Di Puskesmas Balaraja Kabupaten Tangerang. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 10(3), 364-371.
Sinaga, H., Hasibuan, R., & Susanti, N. (2024). Determinan Kejadian Diabetes Melitus Tipe II Pada Pasien Rawat Inap di UPTDK Rumah Sakit Umum Haji Medan. MAHESA: Malahayati Health Student Journal, 4(5), 1988-2003.
Sofyanita, E. N., Iswara, A., & Riadi, A. (2023). Angiogenesis stimulation in bacteria-infected acute wound healing with honey treatment in BALB/C mice. ITEGAM-JETIA, 9(42), 16-20.
Tarawifa, S., Bonar, S. B., & Sitepu, I. (2020). Hubungan kadar HbA1c dengan resiko nefropati diabetikum pada pasien DM tipe 2 di RSUD H. Abdul Manap Kota Jambi. Jurnal Ilmu Kedokteran Dan Kesehatan, 7(2), 471-476.
Widiasari, K. R., Wijaya, I. M. K., & Suputra, P. A. (2021). Diabetes melitus tipe 2: Faktor risiko, diagnosis, dan tatalaksana. Ganesha Medicina, 1(2), 114-120.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Holistik Jurnal Kesehatan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.