Efektivitas kotoran ternak sebagai aktivator pupuk organik dalam mereduksi limbah blotong tebu
DOI: https://doi.org/10.33024/hjk.v19i9.2004
Aktivator Blotong Tebu Kotoran Ternak Limbah Mereduksi Pupuk Organik
Abstract
Background: Livestock farming in Malang Raya has been carried out in line with the increasing public awareness of the nutritional value of animal protein. Not infrequently, livestock commodities are sold to other cities, ensuring a consistent abundance of livestock farms in Malang. However, livestock farming generates various types of waste, leading to concerns and potential pollution in various sectors. Therefore, the utilization of livestock waste, such as manure and sugarcane bagasse, as organic fertilizer can have a positive impact on the environment.
Purpose: To determine the effectiveness of livestock manure as an organic fertilizer activator in reducing sugarcane bagasse waste.
Methods: A quantitative experimental research design using a posttest-only control group design through laboratory testing of fertilizer quality. Organic fertilizer production was carried out using the takakura composting method with aeration in fertilizer piles.
Results: The mixture of sugarcane bagasse waste and manure as a bioactivator was effective in meeting the physical characteristics of organic fertilizer. Furthermore, the mixture of sugarcane bagasse waste and manure as a bioactivator met the nutrient quality of solid organic fertilizer in all parameters. The most effective composition of the mixture of sugarcane bagasse waste and manure activators in producing high-quality fertilizer was a mixture of 15% cow manure, 15% chicken manure, 60% sugarcane bagasse waste, and 10% finished compost.
Conclusion: A mixture of sugarcane bagasse waste with cow and chicken manure as a bioactivator has proven to be effective as an organic fertilizer with the mixture composition being the most effective.
Downloads
References
Badan Pusat Statistik Kota Malang. (2023). Persentase Pengeluaran Perkapita Sebulan Menurut Kelompok Komoditas Makanan di Kota Malang (Persen(%). Diakses dari: www.malangkota.bps.go.id.
Dharma, U. S., Rajabiah, N., & Setyadi, C. (2017). Pemanfaatan limbah blotong dan bagase menjadi biobriket dengan perekat berbahan baku tetes tebu dan setilage. Turbo: Jurnal Program Studi Teknik Mesin, 6(1).
Dinas Kebersihan dan Pertamanan. (2013). Pengelolaan Sampah di Kota Malang. Diakses dari: https://www.unescap.org/sites/default/files/Session%204_3_2_Malang.pdf
Kahendu, T. K., & Jawang, U. P. (2024). Pengaruh Pupuk Bokashi Kotoran Kambing Terhadap C-Organik Dan Unsur Hara Makro Primer Tanah Merah. Sandalwood Journal Of Agribusiness And Agrotechnology, 2(1), 20-25.
Kholis, N., Nusantoro, S., & Awaludin, A. (2019). Pembuatan Pupuk Organik Padat (Pop) Berbasis Bahan Kotoran Ternak Dengan Memanfaatkan Bioaktivator Isi Rumen Sapi. Prosiding.
Krisnawan, K. A., Tika, I. W., & Madrini, I. A. G. B. (2018). Analisis dinamika suhu pada proses pengomposan jerami dicampur kotoran ayam dengan perlakuan kadar air. Jurnal Biosistem dan Teknik Pertanian, 6(1), 25-32.
Kurniawan, E., Ginting, Z., & Nurjannah, P. (2017). Pemanfaatan urine kambing pada pembuatan pupuk organik cair terhadap kualitas unsur hara makro (NPK). Prosiding Semnastek, 4-5.
Maruapey, A. (2017). Pengaruh pupuk organik limbah biogas kotoran sapi terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman cabai merah keriting (Capsicum annum var. Longum). Agrologia, 6(2), 288763.
Maula, I. M. (2023). Pengelolaan limbah pertanian: pemanfaatan kotoran kambing sebagai pupuk organik. Action Research Literate, 7(1), 70-76.
Mentari, F. S. D., Yuanita, Y., & Roby, R. (2021). Pembuatan kompos ampas tebu dengan bioaktivator mol rebuffing bambu. Buletin Poltanesa, 22(1), 1-6.
Nismara, G., & Mirwan, M. (2023). Pemanfaatan Ampas Tahu dan Ampas Tebu untuk Pembuatan Pupuk Kompos dengan Penambahan Rumen sebagai Bioaktivator dengan Metode Dual Tray. Envirous, 3(2).
Olivianti, A., Abidjulu, J., & Koleangan, H. (2016). Dampak Limbah Peternakan Ayam Terhadap Kualitas Air Sungai Sawangan Di Desa Sawangan Kecamatan Tombulu Kabupaten Minahasa. Chemistry Progress, 9(2).
Rakhmawati, D. Y., Dangga, S. A., & Laela, N. (2019). Pemanfaatan kotoran sapi menjadi pupuk organik. Jurnal Abdikarya: Jurnal Karya Pengabdian Dosen dan Mahasiswa, 3(1).
Ratriyanto, A., Widyawati, S. D., Suprayogi, W. P., Prastowo, S., & Widyas, N. (2019). Pembuatan pupuk organik dari kotoran ternak untuk meningkatkan produksi pertanian. SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, Dan Seni Bagi Masyarakat), 8(1), 9-13.
Ritonga, M. N., Aisyah, S., Rambe, M. J., Rambe, S., & Wahyuni, S. (2022). Pengolahan kotoran ayam menjadi pupuk organik ramah lingkungan. Jurnal ADAM: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 1(2), 137-141.
Shobib, A. (2020). Pembuatan Pupuk Organik Dari Kotoran Sapi Dan Jerami Padi Dengan Proses Fermentasi Menggunakan Bioaktivator M-Dec. Jurnal Inovasi Teknik Kimia, 5(1).
Siagian, S. W., Yuriandala, Y., & Maziya, F. B. (2021). Analisis suhu, pH dan kuantitas kompos hasil pengomposan reaktor aerob termodifikasi dari sampah sisa makanan dan sampah buah. Jurnal Sains & Teknologi Lingkungan, 13(2), 166-176.
Supriatna, A. S., Putri, R. I., & Nanik, H. (2017). Pendeteksi suhu dan kelembaban pada proses pembuatan pupuk organik. Jurnal Eltek, 13(1), 1-10.
Wardoyo, S., & Anwar, T. (2021). Perbedaan penggunaan komposter an-aerob dan aerob terhadap laju proses pengomposan sampah organik. Poltekita: Jurnal Ilmu Kesehatan, 15(3), 251-255.
Wicaksana, Y. S. W. (2023). Sampah di Malang 2.208 Ton Sehari, Perlu Tambah TPA. Diakses dari: https://radarmalang.jawapos.com/malang-raya/811092884/sampah-di-malang-2208-ton-sehari-perlu-tambah-tpa
Widiyaningrum, P., & Lisdiana, L. (2015). Efektivitas proses pengomposan sampah daun dengan tiga sumber aktivator berbeda. Rekayasa: Jurnal Penerapan Teknologi dan Pembelajaran, 13(2).
Witasari, W. S., Sa'diyah, K., & Hidayatulloh, M. (2021). Pengaruh jenis komposter dan waktu pengomposan terhadap pembuatan pupuk kompos dari activated sludge limbah industri bioetanol. Jurnal Teknik Kimia Dan Lingkungan, 5(1), 31-40.
Yuniarti, A., Damayani, M., & Nur, D. M. (2019). Efek pupuk organik dan pupuk N, P, K terhadap C-organik, N-total, C/N, serapan N, serta hasil padi hitam pada Inceptisols. Jurnal Pertanian.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Holistik Jurnal Kesehatan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.