Preferensi dan pola konsumsi sayur dan buah pada remaja
DOI: https://doi.org/10.33024/hjk.v19i9.1983
Buah Pola Konsumsi Preferensi Remaja Sayur
Abstract
Background: Fruit and vegetable consumption is an important factor in a balanced nutritional pattern that supports adolescent health. However, consumption and preference for fruit and vegetables in Indonesia, especially among adolescents, are still low and do not meet the WHO recommendation of 400 grams per day. This study was conducted to determine fruit and vegetable preferences and consumption patterns among adolescents in East Java.
Purpose: To determine fruit and vegetable preferences and consumption patterns among adolescents.
Methods: This study used a cross-sectional study design with a sample of 132 high school students in four regencies/cities in East Java, selected using purposive sampling. The instruments used were questionnaires and food frequency questionnaires (FFQs). Data were analyzed descriptively using univariate analysis.
Results: Adolescents preferred spinach the most (mean = 3.50 ± 0.59) and bitter melon the least (mean = 1.67 ± 0.78). The top favorite vegetables were spinach, carrots, broccoli, kale, and cucumber, with regional variations: carrots in Batu City and Malang Regency, and spinach in Pasuruan Regency and Malang City. Among fruits, mango ranked highest (mean = 3.82 ± 0.52) and passion fruit lowest (mean = 2.91 ± 0.89). Mango was the favorite fruit in three regions, followed by apples in Pasuruan Regency, while langsat and passion fruit were consistently less popular across all regions.
Conclusion: The most popular vegetable among adolescents was spinach, while the least popular was bitter melon. The most popular fruit among adolescents was mango, while the least popular was passion fruit. Education regarding vegetables and fruits, as well as innovations in various processed products, are needed to increase preferences and diversity in fruit and vegetable consumption.
Keywords: Adolescents; Consumption Patterns; Fruit; Preferences; Vegetables.
Pendahuluan: Konsumsi sayur dan buah merupakan faktor penting dalam pola gizi seimbang yang mendukung kesehatan remaja. Namun, konsumsi dan preferensi terhadap sayur dan buah di Indonesia, khususnya di kalangan remaja, masih rendah dan belum memenuhi rekomendasi WHO sebesar 400 gram per hari. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui preferensi dan pola konsumsi sayur dan buah pada remaja di Jawa Timur.
Tujuan: Untuk mengetahui preferensi dan pola konsumsi sayur dan buah pada remaja.
Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi cross-sectional dengan sampel 132 siswa SMA di 4 Kabupaten/Kota Jawa Timur yang diambil secara pusposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner dan formulir food frequency questionnaire (FFQ). Data dianalisis secara deskripti menggunakan analisis univariat.
Hasil: Remaja paling menyukai bayam (mean = 3.50 ± 0.59) dan paling tidak menyukai pare (mean = 1.67 ± 0.78). Sayuran favorit utama adalah bayam, wortel, brokoli, kangkung, dan timun, dengan variasi wilayah: wortel di Kota Batu dan Kabupaten Malang, serta bayam di Kabupaten Pasuruan dan Kota Malang. Pada buah, mangga menempati peringkat tertinggi (mean=3.82 ± 0.52) dan markisa terendah (mean=2.91 ± 0.89). Mangga menjadi buah favorit di tiga wilayah, sedangkan apel di Kabupaten Pasuruan, sementara duku dan markisa konsisten kurang disukai di seluruh wilayah.
Simpulan: Sayuran yang paling disukai remaja adalah bayam dan tidak disukai adalah pare. Buah-buahan yang paling disukai remaja adalah mangga dan tidak disukai adalah markisa. Diperlukan edukasi terkait sayur dan buah serta inovasi berbagai olahan sayur dan buah untuk meningkatkan preferensi dan keberagaman konsumsi sayur dan buah.
Kata Kunci: Buah; Pola Konsumsi; Preferensi; Remaja; Sayur.
Downloads
References
Agudo, A. (2005). Measuring intake of fruit and vegetables. In Measuring intake of fruit and vegetables.
Ali, M. S. A., Nazir, N. A. M., & Manaf, Z. A. (2020). Preference, attitude, recognition and knowledge of fruits and vegetables intake among Malay children. The Malaysian Journal of Medical Sciences: MJMS, 27(2), 101.
Aune, D., Giovannucci, E., Boffetta, P., Fadnes, L. T., Keum, N., Norat, T., & Tonstad, S. (2017). Fruit and vegetable intake and the risk of cardiovascular disease, total cancer and all-cause mortality—a systematic review and dose-response meta-analysis of prospective studies. International journal of epidemiology, 46(3), 1029-1056.
Barends, C., Weenen, H., Warren, J., Hetherington, M. M., de Graaf, C., & de Vries, J. H. (2019). A systematic review of practices to promote vegetable acceptance in the first three years of life. Appetite, 137, 174-197.
Damayanti, D. (2017). Ilmu Gizi Teori dan Aplikasi. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.
Gustiara, I. (2013). Konsumsi sayur dan buah pada siswa SMA Negeri 1 Pekanbaru. Precure, 1, 160033.
Ham, E., & Kim, H. J. (2014). Evaluation of fruit intake and its relation to body mass index of adolescents. Clinical nutrition research, 3(2), 126.
Handajani, A., Roosihermatie, B., & Maryani, H. (2010). Faktor-faktor yang berhubungan dengan pola kematian pada penyakit degeneratif di Indonesia. Buletin penelitian sistem kesehatan, 13(1), 21301.
Hendra, P., Suhadi, R., Virginia, D. M., & Setiawan, C. H. (2019). Sayur bukan menjadi preferensi makanan remaja di Indonesia. Jurnal Kedokteran Brawijaya, 30(4), 331-335.
Hermina, H., & Prihatini, S. (2016). Gambaran konsumsi sayur dan buah penduduk Indonesia dalam konteks gizi seimbang: analisis lanjut survei konsumsi makanan individu (SKMI) 2014. Indonesian Bulletin of Health Research, 44(3), 205-218.
Ikram, A., Rasheed, A., Ahmad Khan, A., Khan, R., Ahmad, M., Bashir, R., & Hassan Mohamed, M. (2024). Exploring the health benefits and utility of carrots and carrot pomace: a systematic review. International Journal of Food Properties, 27(1), 180-193.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2014). Pedoman Gizi Seimbang. Diakses dari: https://pergizi.org/pedoman-gizi-seimbang-2014-terbaru/
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Survei Kesehatan Indonesia (SKI). Diakses dari: https://www.badankebijakan.kemkes.go.id/hasil-ski-2023/
Rachman, B. N., Mustika, I. G., & Kusumawati, I. A. W. (2017). Faktor yang berhubungan dengan perilaku konsumsi buah dan sayur siswa SMP di Denpasar. Jurnal Gizi Indonesia (The Indonesian Journal of Nutrition), 6(1), 9-16.
Ramadhani, A. K., & Afifah, C. A. N. (2021). Faktor yang berhubungan dengan keragaman konsumsi sayuran dan buah remaja di wilayah pesisir Kabupaten Gresik. Gorontalo Journal Of Nutrition And Dietetic, 1(2), 50-63.
Rathi, N., Worsley, A., & Bruening, M. (2025). Perceived influences of fruit and vegetable consumption among Indian adolescents–A qualitative inquiry. BMC Public Health, 25(1), 271.
Roberts, J. L., & Moreau, R. (2016). Functional properties of spinach (Spinacia oleracea L.) phytochemicals and bioactives. Food & function, 7(8), 3337-3353.
Terati, T., Yuniarti, H., & Marsalinda, D. (2020). Analisis faktor-faktor dan preferensi konsumsi buah dengan tingkat kecukupan vitamin a pada remaja. Media Gizi Mikro Indonesia, 11(2), 127-140.
Yulianti, N. R., Wahyuningrum, E., Gayatina, A. K., & Erawati, M. (2021). Children’s Opinion on Vegetables Consumption: A Qualitative Study on School-Agers in City of Semarang. Indonesian Journal of Applied Research (IJAR), 2(2), 117-125.
Zurbau, A., Au‐Yeung, F., Blanco Mejia, S., Khan, T. A., Vuksan, V., Jovanovski, E., & Sievenpiper, J. L. (2020). Relation of different fruit and vegetable sources with incident cardiovascular outcomes: a systematic review and meta‐analysis of prospective cohort studies. Journal of the American Heart Association, 9(19), e017728.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Holistik Jurnal Kesehatan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.