Analisis skrining kesehatan dan faktor dominan yang memengaruhi tingkat kebugaran aparatur sipil negara (ASN)

DOI: https://doi.org/10.33024/hjk.v19i9.1902

Authors

  • Jumiati Jumiati Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia
  • Dadan Erwandi Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia

Aparatur Sipil Negara (ASN) Kebugaran Skrining Kesehatan

Abstract

Background: Non-communicable diseases (NCDs) remain a major public health challenge and impact the productivity of civil servants, especially those with sedentary work patterns. Physical fitness is an important indicator in supporting employee performance and health.

Purpose: To describe the fitness status of civil servants and analyze the relationship between health screening and fitness levels.

Method: A cross-sectional design with a quantitative approach. A total of 507 civil servants participated in health screenings that included measurements of Body Mass Index (BMI), blood pressure, random blood sugar, cholesterol, uric acid, and a fitness test using the Rockport method. Univariate and bivariate analyses were performed using the Chi-Square test.

Results: The study showed that 55.6% of civil servants were in the fit category. The majority of respondents had an abnormal BMI (81.9%) and high cholesterol levels (55.2%). Statistical tests showed that only age had a significant relationship with fitness (p < 0.05), with civil servants aged ≤45 years and older at risk of lower fitness levels compared to the middle productive age group. Meanwhile, gender, BMI, blood pressure, blood sugar, cholesterol, and uric acid levels did not show a significant relationship with fitness.

Conclusion: Age is a dominant factor influencing civil servants fitness, necessitating promotional efforts and regular physical activity to maintain employee health and productivity. This also suggests the need to evaluate the accuracy of the screening tools and the appropriateness of the Rockport test implementation.

 

Keywords: Civil Servants; Fitness; Health Screening.

 

Pendahuluan: Penyakit tidak menular (PTM) masih menjadi tantangan utama kesehatan masyarakat dan berdampak pada produktivitas Aparatur Sipil Negara (ASN), terutama yang memiliki pola kerja sedentari. Kebugaran jasmani merupakan indikator penting dalam mendukung kinerja dan kesehatan pegawai

Tujuan: Untuk mengetahui gambaran status kebugaran ASN serta menganalisis hubungan antara skrining kesehatan dengan tingkat kebugaran.

Metode: Desain cross sectional dengan pendekatan kuantitatif. Sebanyak 507 ASN mengikuti skrining kesehatan meliputi pengukuran Indeks Massa Tubuh (IMT), tekanan darah, gula darah sewaktu, kolesterol, asam urat, serta tes kebugaran menggunakan metode Rockport. Analisis dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square

Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa 55.6% ASN berada pada kategori bugar. Mayoritas responden memiliki IMT tidak normal (81.9%) dan kadar kolesterol tinggi (55.2%). Uji statistik menunjukkan bahwa hanya variabel usia yang memiliki hubungan bermakna dengan kebugaran (p < 0.05), di mana ASN berusia ≤45 tahun berisiko lebih rendah tingkat kebugarannya dibandingkan kelompok usia produktif tengah. Sementara itu, jenis kelamin, IMT, tekanan darah, gula darah, kolesterol, dan asam urat tidak menunjukkan hubungan signifikan dengan kebugaran.

Simpulan: Usia merupakan faktor dominan yang memengaruhi kebugaran ASN, sehingga diperlukan upaya promotif dan aktivitas fisik rutin untuk menjaga kesehatan dan produktivitas pegawai, serta mengisyaratkan perlunya evaluasi terhadap akurasi alat pemeriksaan dan kesesuaian pelaksanaan tes Rockport.

 

Kata Kunci: Aparatur Sipil Negara (ASN); Kebugaran; Skrining Kesehatan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

American Heart Association. (2024). How to Get Your Choleterol Tested. American Heart Association. Diakses dari: https://www.heart.org/en/health-topics/cholesterol/how-to-get-your-cholesterol-tested

Aprianto, D. P., & Nurwahyuni, A. (2021). Hubungan Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan Tingkat Kebugaran Jasmani Pegawai Kementerian Kesehatan. HEARTY, 9(2), 49-57.

Astri, Y. N. P. (2019). Hubungan Antara Asupan Purin, Aktivitas Fisik Dan Kadar Asam Urat Pada Lansia Di Desa Beraban, Kediri, Tabanan (Doctoral Dissertation, Politeknik Kesehatan Denpasar).

Astutisari, I. D. A. E. C., Darmini, A. Y. D. A. Y., Ayu, I. A. P. W. I., & Wulandari, P. (2022). Hubungan pola makan dan aktivitas fisik dengan kadar gula darah pada pasien diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Manggis I. Jurnal Riset Kesehatan Nasional, 6(2), 79-87.

Ayu, A. M., Mutalazimah, M., & Herawati, I. (2017). Hubungan Frekuensi Senam Aerobik dan Asupan Kolesterol terhadap Kadar Kolesterol Darah Wanita Usia Subur di Pusat Kebugaran Syariah Agung Fitnes Makamhaji. Jurnal kesehatan, 10(2), 74-82.

Cortes, V. A., Busso, D., Maiz, A., Arteaga, A., Nervi, F., & Rigotti, A. (2024). Physiological and pathological implications of cholesterol. Front Biosci (Landmark Ed), 19(3), 416-28.

Cristian Ștefan, L. I. U. Ș. N. E. A. (2021). Considerations regarding the relationship between Fitness, Wellness and Healthy Lifestyle. Balneo & PRM Research Journal, 12(4).

Fagard, R. H., & Cornelissen, V. A. (2017). Effect of exercise on blood pressure control in hypertensive patients. European Journal of Preventive Cardiology, 14(1), 12-17.

Hoeger, W. W., & Hoeger, S. A. (2018). Principles and labs for fitness and wellness. Thomson/Wadsworth.

Julianti, A., Pangastuti, R., & Ulvie, Y. N. S. (2025). Hubungan antara obesitas dan aktivitas fisik dengan tekanan darah pasien hipertensi. Media Ilmu Keolahragaan Indonesia, 5(2), 8-12.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2017). Petunjuk Teknis Kebugaran Jasmani Terintegrasi Bagi Aparatur Sipil Negara Kementerian Kesehatan.. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat. Diakses dari: Https://Drive.Google.Com/File/D/1c95fpprdyrtfnqhml9tukbcrf-Jqcqk6/View

Lomi, D. R. (2021). Aktivitas Olahraga Bulu Tangkis dan Respon Perubahan Asam Urat Darah Usia Produktif (Doctoral dissertation).

Mulyani, D., & Hermawati, I. (2024). Analisis Faktor-Faktor yang Mendukung Disiplin Aparatur Sipil Negara dalam Menaati Ketentuan Jam Kerja:(Studi Kasus di Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman). J-CEKI: Jurnal Cendekia Ilmiah, 3(4), 1929-1936.

Rosita, Y., Sari, F. R., & Mundijo, T. (2024). Hubungan Antara Aktivitas Fisik Dengan Kadar Kolesterol Dan Glukosa. MESINA (Medical Scientific Journal), 4(2), 30-36.

Sarahfatin, I. N., Udijono, A., Yuliawati, S., & Susanto, H. S. (2021). Hubungan Sosiodemografi, Status Indeks Massa Tubuh, Dan Tingkat Aktivitas Fisik Dengan Kebugaran Jasmani Pada Pegawai (Studi Pada Pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Semarang). Jurnal Kesehatan Masyarakat, 9(4), 433-437.

Shim, S. H., Kim, D. Y., Lee, S. J., Kim, S. N., Kang, S. B., Lee, S. W., & Nam, J. H. (2017). Prediction model for para-aortic lymph node metastasis in patients with locally advanced cervical cancer. Gynecologic Oncology, 144(1), 40-45.

Sirilus, D. A. S., Feri, I. A., Ikrom, B., Jasmine, N. S., Darrell, H. L., Anindya, N. R., & Agus, M. (2024). Pengaruh Kebugaran Jasmani Dengan Produktivitas Individu Di Era Industri 4.0. Jurnal Nakula: Pusat Ilmu Pendidikan, Bahasa Dan Ilmu Sosial Учредители: Asosiasi Riset Ilmu Manajemen Dan Bisnis Indonesia, 2(3), 221-233.

Sukamti, E. R., Zein, M. I., & Budiarti, R. (2016). Profil kebugaran jasmani dan status kesehatan instruktur senam aerobik di Yogyakarta. Jorpres (Jurnal Olahraga Prestasi), 12(2).

Wen, S., Xu, S., Nguyen, T., Gong, M., Yan, H., & Zhou, L. (2021). Metabolic Effects on Body Components After a Three-Month Physical Intervention in Overweight Medical Staff. Cureus, 13(10).

World Health Organization. (2025). Noncommunicable Diseases. World Health Organization. Diakses dari: Https://Www.Who.Int/News-Room/Fact-Sheets/Detail/Noncommunicable-Diseases

Downloads

Published

2025-12-17