Analisis faktor lama kerja dan kebiasaan merokok terhadap kapasitas vital paru pekerja industri mebel

DOI: https://doi.org/10.33024/hjk.v19i12.1871

Authors

  • Jessica Gladys Mingkid Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Sam Ratulangi
  • Angela Fitriani Clementine Kalesaran Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Sam Ratulangi
  • Fima Lanra Fredrik Gerarld Langi Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Sam Ratulangi

Kapasitas Vital Paru-paru Kebiasaan Merokok Lama Kerja Pekerja Industri Mebel

Abstract

Background: The furniture industry is known to pose a high risk for respiratory health problems due to exposure to wood dust and behavioral factors such as smoking. Lung vital capacity may decline with increased exposure to respiratory irritants, and smoking can further impair pulmonary function. This condition is important to examine among furniture workers, who are frequently exposed to long-term occupational hazards.

Purpose: To analyze the factors of length of work and smoking habits on the vital lung capacity of furniture industry workers.

Method: A descriptive analytic design with a cross-sectional approach. A total of 62 furniture workers were included using total sampling. Lung vital capacity was measured using spirometry. Data on length of employment and smoking habits were collected through structured questionnaires. The chi-square test was used to analyze the relationships between variables.

Results: Of the 62 workers, 52 workers (83.9%) had impaired lung vital capacity, while 10 workers (16.1%) had normal lung vital capacity. The analysis showed no significant relationship between length of employment and lung vital capacity (p > 0.05). However, a significant association was found between smoking habits and lung vital capacity (p < 0.05).

Conclusion: Most furniture industry workers in Touliang Oki Village experienced impaired lung vital capacity. Length of employment was not associated with lung vital capacity, whereas smoking habits were significantly related to decreased lung vital capacity. Efforts such as controlling risk factors, promoting smoking cessation, and conducting regular pulmonary health monitoring are recommended to protect workers’ health.

 

Keywords: Furniture Industry Workers; Length of Employment; Lung Vital Capacity; Respiratory Function; Smoking Habits.

 

Pendahuluan: Industri mebel merupakan salah satu sektor kerja yang memiliki risiko tinggi terhadap gangguan kesehatan pernapasan akibat paparan debu kayu serta faktor perilaku seperti merokok. Kapasitas vital paru dapat menurun seiring meningkatnya paparan iritan pernapasan dan kebiasaan merokok yang memperburuk fungsi paru. Kondisi ini penting untuk dikaji pada pekerja industri mebel yang memiliki paparan kerja jangka panjang.

Tujuan: Untuk menganalisis faktor lama kerja dan kebiasaan merokok terhadap kapasitas vital paru pekerja industri mebel.

Metode: Penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 62 pekerja industri mebel yang dipilih secara total sampling. Pengukuran kapasitas vital paru dilakukan menggunakan spirometri. Variabel lama kerja dan kebiasaan merokok dikumpulkan melalui wawancara dengan kuesioner terstruktur. Analisis hubungan dilakukan menggunakan uji statistik chi-square.

Hasil: Dari 62 pekerja, sebanyak 52 pekerja (83.9%) mengalami gangguan kapasitas vital paru dan 10 pekerja (16.1%) memiliki kapasitas vital paru normal. Hasil analisis menunjukkan tidak terdapat hubungan antara lama kerja dengan kapasitas vital paru (p > 0.05). Namun, terdapat hubungan signifikan antara kebiasaan merokok dengan kapasitas vital paru (p < 0.05).

Simpulan: Kapasitas vital paru pekerja industri mebel sebagian besar berada dalam kategori terganggu. Lama kerja tidak berhubungan dengan kapasitas vital paru, sedangkan kebiasaan merokok terbukti berhubungan dengan penurunan kapasitas vital paru. Upaya pengendalian faktor risiko, edukasi berhenti merokok, dan pemantauan kesehatan paru secara berkala perlu dilakukan untuk melindungi kesehatan pekerja.

 

Kata Kunci: Kapasitas Vital Paru-paru; Kebiasaan Merokok; Lama Kerja; Pekerja Industri Mebel.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Agusti, A. (2017). Perancangan Media Kampanye Motion Graphic Matikan Rokokmu Atau Rokok Mematikanmu (Doctoral dissertation, Universitas Mercu Buana Jakarta).

Alamsyah, A., & Nopianto, N. (2017). Determinan perilaku merokok pada remaja. Jurnal Endurance, 2(1), 25.

American Thoracic Society/European Respiratory Society (ATS/ERS). (2019). Interpretation of Pulmonary Function Tests. Diakses dari: https://publications.ersnet.org/content/erj/60/1/2101499?__cf_chl_tk=x0wJGsxiqPi1uepfCvwU34pd4KKMktLH5I8R9aLOHpc-1770816194-1.0.1.1-R_kwfs5zGpcqSYcdFWh4o8gLfI0W28ZaqAe0Sex7vGs

Barakati, R. V., Lintong, F., & Moningka, M. E. (2025). Perbandingan Kapasitas Vital Paksa Paru Pada Mahasiswa Perokok Dan Bukan Perokok Di Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado. eBiomedik, 3(1).

Budiak, G. J., Rattu, A. J., & Kawatu, P. (2024). Hubungan Antara Lama Kerja dan Penggunaan Alat pelindung Diri dengan Kapasitas Vital Paru pada Penambang Emas Wilayah Pertambangan Rakyat Tatelu Kecamatan Dimembe. Jurnal Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi Manado, (1), 1-7.

International Labour Organization. (2018). World Employment and Social Outlook Trends 2018. International Labour Organization. Diakses dari: https://www.ilo.org/research-and-publications/world-employment-and-social-outlook/world-employment-and-social-outlook-trends-2018.

Jenifer, R. (2018). Pencegahan Penularan Tuberkulosis Paru. Jawa Tengah: CV. Eureka Media Aksara.

Kargar-Shouroki, F., Dehghan Banadkuki, M. R., Jambarsang, S., & Emami, A. (2022). The association between wood dust exposure and respiratory disorders and oxidative stress among furniture workers. Wiener Klinische Wochenschrift, 134(13), 529-537.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2019). Kemenkes Sarankan 3 Jenis Masker untuk Dipakai. Diakses dari: https://kemkes.go.id/id/kemenkes-sarankan-3-jenis-masker-dipakai.

Meita, A. C. (2022). Hubungan paparan debu dengan kapasitas vital paru pada pekerja penyapu Pasar Johar Kota Semarang. Jurnal Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro, 1(2), 18743.

Moghadam, S. R., Khanjani, N., Mohamadyan, M., Emkani, M., Yari, S., Tizabi, M. N. L., & Ganjali, A. (2020). Changes in spirometry indices and lung cancer mortality risk estimation in concrete workers exposed io crystalline silica. Asian Pacific journal of cancer prevention: APJCP, 21(9), 2811.

Nafisa, R. S. F., Joko, T., & Setiani, O. (2016). Hubungan paparan debu kayu di lingkungan kerja terhadap gangguan fungsi paru pada pekerja di PT. Arumbai Kasembadan, Banyumas. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 4(5), 178-186.

Nurjanah, S., & Suharyo, S. (2020). Pengaruh kebiasaan merokok dan olah raga terhadap kapasitas vital paru (studi pada karyawan Universitas Dian Nuswantoro Semarang tahun 2010). Jurnal Visikes, 9(2), 99-100.

Pinugroho, S. B., & Yuli, K. S. K. M. (2017). Hubungan Usia, Lama Paparan Debu, Penggunaan APD, Kebiasaan Merokok dengan Gangguan Fungsi Paru Tenaga Kerja Mebel di Kec. Kalijambe Sragen (Doctoral dissertation, Universitas Muhammadiyah Surakarta).

Pradana, S. D., Diyono, D., & Amarseto, B. (2024). Hubungan derajat merokok terhadap kapasitas vital paru (KVP) pada lansia. Journal Physical Therapy UNISA, 4(2), 51-64.

Prasetyawati, N. D., & Sudaryanto, S. (2021). Pengaruh pencemaran udara terhadap terjadinya air borne disease dan gangguan kesehatan lainnya. Jurnal Kesehatan Lingkungan: Jurnal dan Aplikasi Teknik Kesehatan Lingkungan, 18(2), 111-120.

Suma’mur, P. K. (2019). Corporate hygiene and occupational health. Jakarta: CV Sagung Seto.

Suma'mur, P. K. (2023). Higiene Company and Occupational Health. Jakarta: CV Sagung Seto.

Tangkilisan, J. R. A., Langi, F. L., & Kalesaran, A. F. (2020). Angka penemuan kasus tuberkulosis paru di indonesia tahun 2015-2018. KESMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi, 9(5).

Taylor, A. N., Cullinan, P., Blanc, P., & Pickering, A. (2016). Parkes' Occupational Lung Disorders. CRC Press.

Tipa, E. W., Kawatu, P. A., & Kalesaran, A. F. (2021). Hubungan Kebiasaan Merokok Dengan Kapasitas Vital Paru Pada Penambang Emas Di Desa Tatelu Kabupaten Minahasa Uatara. KESMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi, 10(3).

Utami, F. I., & Sugiharto, S. (2020). Identifikasi Bahaya Fisik, Mekanik, Kimia dan Risiko. HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development), 4(Special 1), 67-76.

Putri, M. W., Pudjianto, M., & Herawati, I. (2025). Hubungan antara kebiasaan merokok dengan kapasitas vital paru (Doctoral dissertation, Universitas Muhammadiyah Surakarta).

World Health Organization. (2012). Global cancer statistics, 2012. Diakses dari: https://www.iarc.who.int/reference/global-cancer-statistics-2012/

Word Health Organization. (2021). Tobacco and Lung Health Report. Diakses dari: https://www.who.int/teams/health-promotion/tobacco-control/global-tobacco-report-2021

Yustriani, R. S., & Muis, M. (2023). Faktor yang Berhubungan Dengan Kapasitas Paru Pekerja Paving Block CV Sumber Galian. Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hassanudin.

Downloads

Published

2026-02-22