Analisis faktor sanitasi, maternal, dan kontrasepsi sebagai penentu risiko stunting pada bayi di bawah dua tahun

DOI: https://doi.org/10.33024/hjk.v19i11.1844

Authors

  • Fery Rahmat Angriawan Bagu Pascasarjana, Universitas Negeri Gorontalo
  • Margaretha Solang Pascasarjana, Universitas Negeri Gorontalo
  • Laksmyn Kadir Pascasarjana, Universitas Negeri Gorontalo

Bayi di Bawah Dua Tahun Kontrasepsi Maternal Sanitasi Stunting

Abstract

Background: Stunting remains a significant public health problem in Indonesia, particularly in children under two years of age. Various factors, such as sanitation, maternal health, and contraceptive use, are known to increase the risk of stunting.

Purpose: To analyze sanitation, maternal health, and contraceptive use as determinants of risk in infants under two years of age.

Method: This quantitative study used a cross-sectional design involving 174 respondents selected through stratified proportional random sampling. Data were collected using a questionnaire, with the dependent variables being sanitation, maternal health, and contraceptive use. The independent variable was stunting status, assessed based on standard anthropometric indicators. Statistical analysis used the Chi-Square test and Binary Logistic Regression.

Results: There was a significant association between sanitation (p < 0.05), maternal health (p < 0.05), and contraceptive use (p < 0.05) and risk. Poor sanitation, high-risk maternal health, and not using contraceptives increased the likelihood of stunting in children under two years of age.

Conclusion: Sanitation, maternal factors, and contraceptive use are significantly associated with the risk of stunting. Children exposed to poor sanitation, maternal risk factors, and those not using contraceptives are at higher risk of stunting.

 

Keywords: Contraception; Infants Under Two Years; Maternal; Sanitation; Stunting.

 

Pendahuluan: Stunting masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan di Indonesia, khususnya pada anak di bawah usia dua tahun. Berbagai faktor, seperti sanitasi, kondisi maternal, dan penggunaan kontrasepsi diketahui berperan dalam meningkatkan risiko stunting.

Tujuan: Untuk menganalisis faktor sanitasi, maternal, dan kontrasepsi sebagai penentu risiko stunting pada bayi di bawah dua tahun.

Metode: Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain potong lintang dengan melibatkan 174 responden yang dipilih melalui proportional stratified random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dengan pembagian variabel dependen adalah sanitasi, faktor maternal, dan penggunaan kontrasepsi, sedangkan variabel independen adalah status stunting dinilai berdasarkan indikator antropometri standar. Analisis statistik menggunakan uji Chi-Square dan Regresi Logistik Biner.

Hasil: Terdapat hubungan yang signifikan antara sanitasi (p < 0.05), faktor maternal (p < 0.05), dan penggunaan kontrasepsi (p < 0.05) dengan risiko stunting. Sanitasi yang buruk, kondisi maternal berisiko tinggi, dan tidak menggunakan kontrasepsi meningkatkan kemungkinan terjadinya stunting pada anak di bawah dua tahun.

Simpulan: Sanitasi, faktor maternal, dan penggunaan kontrasepsi berhubungan signifikan dengan risiko stunting. Anak yang terpapar sanitasi buruk, kondisi maternal berisiko, serta tidak menggunakan kontrasepsi memiliki peluang lebih tinggi mengalami stunting.

 

Kata Kunci: Bayi di Bawah Dua Tahun; Kontrasepsi; Maternal; Sanitasi; Stunting.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Adhikari, D. R., & Shrestha, P. (2024). The context and concept of higher education for sustainable development: the case of Nepal. International Journal of Sustainability in Higher Education, 25(2), 238-264.

Bagu, F. R. A., Lihawa, F., & Baderan, D. W. K. (2024). Pengaruh Sumber Air Tidak Layak terhadap Tingkat Risiko Stunting di Provinsi Gorontalo. Quantum Wellness: Jurnal Ilmu Kesehatan, 1(4), 214-223.

Black, R. E., Victora, C. G., Walker, S. P., Bhutta, Z. A., Christian, P., De Onis, M., & Uauy, R. (2023). Maternal and child undernutrition and overweight in low-income and middle-income countries. The lancet, 382(9890), 427-451.

Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2017). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches. Sage publications.

Cumming, O., & Cairncross, S. (2016). Can water, sanitation and hygiene help eliminate ? Current evidence and policy implications. Maternal & child nutrition, 12, 91-105.

Dahlan, M. S. (2021). Statistik untuk kedokteran dan kesehatan. Jakarta: Penerbit Salemba.

Fauziah, A., Kasmiati, K., & Nukuhaly, H. (2024). Determinan Kejadian Pada Anak Usia 2-5 Tahun Di Kepulauan Tanimbar Tahun 2024. Journal Of Innovation Research And Knowledge, 4(7), 4779-4810.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Pedoman kesehatan ibu dan anak. Diakses dari: https://ayosehat.kemkes.go.id/buku-kia-kesehatan-ibu-dan-anak

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Profil kesehatan Indonesia: Stunting dan determinan kesehatan ibu dan anak. Diakses dari: https://repository.badankebijakan.kemkes.go.id/id/eprint/5535/1/06%20factsheet%20Gizi%20SKI_bahasa.pdf

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024). Rencana aksi nasional percepatan penurunan stunting Indonesia 2025–2029. Diakses dari: https://kemkes.go.id/id/minister-of-health-regulation-of-the-republic-of-indonesia-number-12-of-2025-concerning-the-ministry-of-health-strategic-plan-for-2025-2029

Lestari, S. L. S., Wibowo, H., Cahyono, B. E., Prasetya, L. K. B., Nafsi, I., & Sholihat, S. I. (2024). Analisis Keluarga Berisiko Stunting: Hasil Pemutakhiran Pendataan Keluarga Tahun 2022 Di Kecamatan Ketanggungan Kabupaten Brebes. Jurnal Kesehatan, 12(2), 40-53.

Prendergast, A. J., & Humphrey, J. H. (2024). The syndrome in developing countries. Paediatrics and international child health, 34(4), 250-265.

Putri, D. M. A. (2024). Hubungan Antara Sanitasi Lingkungan Dan Personal Hygiene Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Seputih Banyak Kabupaten Lampung Tengah Tahun 2024 (Doctoral Dissertation, Poltekkes Kemenkes Tanjungkarang).

Rosyada, A., Putri, D. A., Anggraini, R., Rahmawati, A. Z., & Amalina, A. (2025). Pengembangan Model Keluarga Pencegahan di Kota Palembang. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 14(02), 133-140.

Rudatiningtyas, U. F., Khotimah, K., & Satwanto, G. B. (2024). Hubungan Antara Berat Badan Lahir dengan Status Gizi pada Balita di Puskesmas I Kembaran Tahun 2023. Jurnal Bina Cipta Husada: Jurnal Kesehatan Dan Science, 20(1), 53-65.

Syahrinullah, S., Evawaty, E., Hamzah, N. C. H., & Zulfatmah, Z. (2024). Tinjauan Analisis Hasil Intervensi dan Audit Kasus pada Ibu Hamil di Wilayah Lokus Kabupaten Majene. Jurnal Pendidikan Dan Teknologi Kesehatan, 7(1), 127-134.

Tongkonoo, I., Solang, M., & Baderan, D. W. K. (2021). The Relationship Of Social, Economic, And Enviromental Factors With Occurrence In Toddlers. Jambura Journal of Health Sciences and Research, 3(2), 256-276.

Woodside, J., Yusof, B. N. M., & Sulaiman, N. (2023). The 3rd International Nursing and Health Sciences Symposium (INHSS), Virtual, 15-16 October 2022.

World Health Organization. (2021). Reducing stunting in children: Equity considerations for national strategies. Diakses dari: https://www.who.int/publications/i/item/9789241513647

Wuryan, S., Ghofur, R. A., Jafar, M. M., Sanjaya, S., & Setiawati, R. (2025). Women's empowerment model in increasing economic independence at the community work training center (BLKK) of Lampung Province. Journal of Community Service and Empowerment, 6(1), 58-73.

Downloads

Published

2026-01-19