Optimalisasi fungsi actuating kepala ruangan dalam supervisi dokumentasi asuhan keperawatan di rumah sakit

DOI: https://doi.org/10.33024/hjk.v19i11.1751

Authors

  • Riska Rusfita Perdana Program Studi Magister Ilmu Keperawatan, Fakultas Ilmu Keperawatan, Universitas Indonesia
  • Tuti Afriani Program Studi Magister Ilmu Keperawatan, Fakultas Ilmu Keperawatan, Universitas Indonesia
  • Andi Wilda Wirdani Program Studi Magister Ilmu Keperawatan, Fakultas Ilmu Keperawatan, Universitas Indonesia
  • Rr Tutik Sri Hariyati Program Studi Magister Ilmu Keperawatan, Fakultas Ilmu Keperawatan, Universitas Indonesia
  • Harpendewisasmita Harpendewisasmita Program Studi Magister Ilmu Keperawatan, Fakultas Ilmu Keperawatan, Universitas Indonesia
  • Kuntarti Kuntarti Program Studi Magister Ilmu Keperawatan, Fakultas Ilmu Keperawatan, Universitas Indonesia

Dokumentasi Asuhan Keperawatan Fungsi Actuating Kepala Ruangan Rumah Sakit Supervisi

Abstract

Background: Electronic Medical Records (EMR) plays a crucial role in nursing care, serving as legal evidence, a means of interprofessional communication, and a benchmark for service quality. Ward heads, as first-line managers, hold a crucial responsibility in ensuring documentation is carried out according to standards.

Purpose: To optimize the ward head's driving function in overseeing nursing care documentation in hospitals.

Method: This study used a case study approach conducted in the Intermediate Ward of Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita Hospital. Data were collected through observation, interviews with ward heads and nurses, and questionnaires distributed to 30 nurses. The analysis was based on Marquis & Huston's 2021 management function theory and Kurt Lewin's theory of change. Problems were analyzed using the fishbone method and Priority Setting Guidelines (PSG) assessment to determine priority interventions.

Results: Nurses' compliance with EMR documentation standards improved after socialization. Furthermore, ward heads' understanding of the importance of reflection-based clinical supervision also improved. 28.9% of respondents stated that ward heads always supervise nursing care documentation, 27.7% stated that supervision is frequent, 20.5% stated that supervision is rare, and 22.9% stated that ward heads never supervise documentation.

Conclusion: Interventions through educational and reflective supervision have proven effective in improving the quality of EMR-based nursing documentation.

Suggestion: Ongoing training for ward heads and integration of supervision forms into the hospital's digital system are needed to ensure the sustainability of the intervention.

 

Keywords: Driving Function; Hospital; Nursing Care Documentation; Supervision; Ward Head.

 

Pendahuluan: Dokumentasi asuhan keperawatan elektronik/ Electronic Medical Record (EMR) memiliki peran krusial dalam pelayanan keperawatan, baik sebagai bukti legal, media komunikasi antarprofesi, maupun tolak ukur mutu layanan. Kepala ruangan sebagai manajer lini pertama memegang tanggung jawab penting dalam memastikan dokumentasi dilakukan sesuai standar.

Tujuan: Untuk mengoptimalisasi fungsi actuating kepala ruangan dalam supervisi dokumentasi asuhan keperawatan di rumah sakit.

Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan case study yang dilaksanakan di ruang Intermediate Ward Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita (RSJPDHK). Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara kepala ruangan, dan perawat, serta penyebaran kuesioner kepada 30 perawat pelaksana. Analisis dilakukan berdasarkan teori fungsi manajemen Marquis & Huston tahun 2021 dan teori perubahan Kurt Lewin. Masalah dianalisis menggunakan metode fishbone dan scoring Priority Setting Guideline (PSG) untuk menentukan intervensi prioritas.

Hasil: Terdapat peningkatan kepatuhan perawat terhadap standar dokumentasi EMR setelah sosialisasi dilaksanakan. Selain itu, pemahaman kepala ruangan terhadap pentingnya supervisi klinis berbasis refleksi juga meningkat. Didapatkan 28.9% responden menyatakan bahwa kepala ruangan selalu melakukan supervisi dokumentasi asuhan keperawatan, 27.7% menyatakan bahwa supervisi dilakukan sering, 20.5% menyatakan bahwa supervisi hanya jarang dilakukan, dan 22.9% menyatakan bahwa kepala ruangan tidak pernah melakukan supervisi dokumentasi

Simpulan: Intervensi melalui supervisi edukatif dan reflektif terbukti efektif dalam meningkatkan kualitas dokumentasi keperawatan berbasis EMR.

Saran: Diperlukan pelatihan berkelanjutan bagi kepala ruangan dan integrasi formulir supervisi ke dalam sistem digital rumah sakit untuk menjamin keberlanjutan intervensi.

 

Kata Kunci: Dokumentasi Asuhan Keperawatan; Fungsi Actuating; Kepala Ruangan; Rumah Sakit; Supervisi.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abdurakhman, R. N., & Arofah, N. (2024). Implementasi Dokumentasi Asuhan Keperawatan Berbasis Elektronik terhadap Pelayanan di Rumah Sakit. Jurnal Kampus STIKes YPIB Majalengka, 12(2), 129-141.

Al-Hijrah, M. F., Musdalifa, M., Irwan, M., Ananda, R., Page, M. T., Mubarak, M. H., & Panggeleng, A. M. F. (2023). Hubungan Supervisi Kepala Ruangan Dengan Pendokumentasian Asuhan Keperawatan di Ruang Rawat Inap RSUD Majene. Jurnal Promotif Preventif, 6(5), 724-732.

Arabi, Y. M., Al Ghamdi, A. A., Al-Moamary, M., Al Mutrafy, A., AlHazme, R. H., & Al Knawy, B. A. (2022). Electronic medical record implementation in a large healthcare system from a leadership perspective. BMC medical informatics and decision making, 22(1), 66.

Aryanti, T. S., & Syarifudin, A. (2024). Peran Leadership Dalam Membentuk Karakter Santri di Ma’had Miftahul Jannah. Social Science and Contemporary Issues Journal, 2(2), 374-378.

Delaney, C., Weaver, C., Sensmeier, J., Pruinelli, L., & Weber, P. (2022). Nursing and Informatics for the 21st Century-Embracing a Digital World, -Book 2: Nursing Education and Digital Health Strategies. CRC Press.

Gosal, V. H., Manampiring, A. E., & Waha, C. (2022). Perilaku profesional tenaga medis terhadap tanggung jawab etik dan transaksi terapeutik dalam menjalankan kewenangan klinis. Medical Scope Journal, 4(1), 1-9.

Hariyati, R. T. S., Handiyani, H., Rahman, L. A., & Afriani, T. (2020). Description and validation of nursing diagnosis using electronic documentation: study cases in mother and child hospital Indonesia. The Open Nursing Journal, 14(1).

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2022 Tentang Rekam Medis. Diakses dari: https://keslan.kemkes.go.id/unduhan/fileunduhan_1662611251_882318.pdf

Koerniawan, D., & Daeli, N. E. (2020). Aplikasi Standar Proses Keperawatan: Diagnosis, Outcome, dan Intervensi pada Asuhan Keperawatan. Jurnal Keperawatan Silampari, 3(2), 739-751.

Lee, J. Y., & Lim, J. Y. (2017). The prospect of the fourth industrial revolution and home healthcare in super-aged society. Annals of Geriatric Medicine and Research, 21(3), 95-100.

Moon, S. E., Hogden, A., & Eljiz, K. (2022). Sustaining improvement of hospital-wide initiative for patient safety and quality: a systematic scoping review. BMJ Open Quality, 11(4).

Oktaviarini, E., Yetti, K., Suhendri, A., & Hadi, M. (2023). Optimalisasi Fungsi dan Peran Manajemen Keperawatan pada Level Kepala Ruang dalam Pendokumentasian Supervisi Berbasis IT. Journal of Telenursing (JOTING), 5(2), 2100-2109.

Omer, T. A., Suliman, W. A., & Moola, S. (2016). Roles and responsibilities of nurse preceptors: Perception of preceptors and preceptees. Nurse education in practice, 16(1), 54-59.

Sahara, D., Putri, R. K., Syahidin, Y., & Gunawan, E. (2023). Penggunaan Metode Waterfall pada Perancangan Sistem Informasi Rekam Medis Sesuai Standar Akreditasi Rumah Sakit Tahun 2022. Jurnal Teknologi Sistem Informasi dan Aplikasi ISSN, 2654, 3788.

Sesrianty, V., Machmud, R., & Yeni, F. (2019). Analisa kepuasan pasien terhadap mutu pelayanan keperawatan. Jurnal Kesehatan Perintis, 6(2), 116-126.

Sinubu, T. J., Gannika, L., & Buanasari, A. (2021). Hubungan Pengalaman Kerja Perawat Dengan Perspektif Kolaborasi Perawat-Dokter Di Rsu Gmim Pancaran Kasih. Jurnal Keperawatan, 9(2), 24-32.

Teresa, T., Afrianti, T., & Suminarti, T. (2020). Optimalisasi peran & fungsi manajemen kepala ruangan dalam supervisi dokumentasi asuhan keperawatan di rumah sakit x Jakarta. Holistik Jurnal Kesehatan, 14(4), 536-544.

Wahyuliati, T., Novita, R. V. T., & Supardi, S. (2024). Efektivitas pelatihan 3S (SDKI, SLKI, SIKI) pada perawat pelaksana terhadap kesesuaian pendokumentasian asuhan keperawatan di RS X Jakarta dan Bogor. Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI), 9(2), 91-101.

World Health Organization. (2020). Cardiovascular diseases (CVDs). Diakses dari: https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/cardiovascular-diseases-(cvds)

World Heart Federation. (2023). World heart report 2023, confronting the world’s number one killer. Diakses dari: https://world-heart-federation.org/wp-content/uploads/World-Heart-Report-2023.pdf

Downloads

Published

2026-01-19