Hubungan tekanan darah dengan depresi
DOI: https://doi.org/10.33024/hjk.v19i9.1747
Depresi Hipertensi Tekanan Darah
Abstract
Background: Blood pressure is the heart's ability to pump blood throughout the body, which is divided into systolic and diastolic pressures. Elevated blood pressure can also be caused by psychological disorders such as stress, anxiety, and even depression. Depression is an emotional disorder or low mood characterized by prolonged or persistent sadness, hopelessness, guilt, and feelings of worthlessness. These factors disrupt all mental processes (thinking, feeling, and behaving) and decrease motivation for daily activities and interpersonal relationships. A common characteristic of depressed patients is when patients express doubts about self-worth or coping abilities.
Purpose: To determine the relationship between blood pressure and depression.
Method: Quantitative research using a cross-sectional approach. Data collection used the DASS-42 questionnaire to assess levels of depression. The population in this study was 1,580 people from the industrial area of Driyorejo District, Gresik Regency. The sampling technique used was total sampling.
Results: Three (37.5%) respondents with high blood pressure experienced severe depression, 97 (78.2%) respondents with normal blood pressure experienced moderate depression, and five (40%) respondents with low blood pressure experienced mild depression. The test showed a p-value of 0.07 (>0.05), indicating a very weak relationship.
Conclusion: There is a very weak relationship between blood pressure and the incidence of depression, with a p-value of 0.07>0.05.
Keywords: Blood Pressure; Depression; Hypertension.
Pendahuluan: Tekanan darah memiliki kemampuan jantung memompa darah ke seluruh tubuh, yang dimana jantung memompa atas dinding arteri dan dibagi menjadi sistolik serta diastolik. Naiknya tekanan darah juga bisa karena gangguan psikis seperti stress, anxietas, bahkan depresi. Depresi adalah suatu gangguan emosional atau suasana hati yang buruk dengan ditandai timbulnya kesedihan yang berkepanjangan atau terus menerus, putus harapan, perasaan bersalah serta keadaan merasa tidak berarti. Faktor tersebut menyebabkan seluruh proses mental (berpikir, berperasaan, dan berperilaku) terganggu dan membuat menurunnya motivasi untuk beraktivitas dalam kehidupan sehari-hari serta pada hubungan interpersonal. Karakteristik umum pada pasien depresi ialah disaat pasien menyatakan atas keraguan tentang harga diri atau kemampuan koping.
Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara tekanan darah dengan depresi.
Metode: Penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Pengumpulan data menggunakan kuesioner DASS-42 untuk melihat tingkat depresi. Populasi pada penelitian ini adalah Masyarakat wilayah industri Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik sebanyak 1,580 orang. Teknik sampling pada penelitian ini adalah total sampling.
Hasil: Sebanyak 3 (37.5%) responden dengan tekanan darah tinggi mengalami depresi sangat parah, sebanyak 97 (78.2%) responden dengan tekanan darah normal mengalami depresi sedang, dan sebanyak 5 (40.0%) masyarakat dengan tekanan darah rendah mengalami depresi ringan. Berdasarkan uji analisis didapatkan p value =0.07 (>0.05), yang menunjukkan hubungan sangat lemah.
Simpulan: Terdapat hubungan yang sangat lemah antara tekanan darah dan kejadian depresi dengan p value (0.07>0.05).
Kata Kunci: Depresi; Hipertensi; Tekanan Darah.
Downloads
References
Agustini, A., & Esterlita, S. (2021). Pengaruh Senam Lansia terhadap Penurunan Insomnia pada Lansia. Jurnal Kampus STIKES YPIB Majalengka, 9(2), 145–157.
Babisch, W. (2011). Cardiovascular effects of noise. Noise and health, 13(52), 201-204.
Ekaningrum, A. Y. (2021). Hubungan Asupan Natrium, Lemak, Gangguan Mental Emosional, Dan Gaya Hidup Dengan Hipertensi Pada Dewasa Di Dki Jakarta. Journal of Nutrition College, 10(2), 82-92.
Fadlilah, S., Rahil, N, H., & Lanni, F. (2020). Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Tekanan Darah Dan Saturasi Oksigen Perifer (Spo2). Jurnal Kesehatan Kusuma Husada, 21–30.
Hartini, R. S., Nuripah, G., Suryani, Y. D., Garna, H., Ratnawati, Y., & Kharisma, Y. (2015). Hubungan depresi dan kejadian hipertensi pada lansia. Prosiding Pendidikan Dokter ISSN, 2460, 657X.
Indriyanti, L. H., Wangi, P. K., & Simanjuntak, K. (2019). Hubungan Paparan Kebisingan terhadap Peningkatan Tekanan Darah pada Pekerja. Jurnal Kedokteran Dan Kesehatan, 15(1), 36.
Kamanjaya, D., & Karjono, B. J. (2014). Hubungan depresi dan demensia pada pasien lanjut usia dengan hipertensi primer. (Doctoral dissertation, Faculty of Medicine Diponegoro University).
Maghfirah, A. (2018). Hubungan Tingkat Depresi Dan Asupan Makan Dengan Kejadian Hipertensi Pada Lansia Di Kabupaten Bantul. (Doctoral dissertation, Universitas Alma Ata Yogyakarta).
Musfara, D. D., Widiyawati, W., & Fitrianur, W. L. (2024). Depression, Anxiety, Stress Correlated with Suicide Idea on Students of The Faculty of Health. Jurnal Ners Dan Kebidanan (Journal of Ners and Midwifery), 11(1), 049-056.
Nathasya, H., Nuraini, P., Thohiroh, S. Z. A., Salma, T., & Rozzaqyah, F. (2024). Analisis Tingkat Dan Faktor Penyebab Depresi Se Asia Tenggara. Edu Research, 5(1), 70-80.
Priyoto, P. (2017). Hubungan depresi dengan kejadian hipertensi pada lansia di unit pelaksana teknis pelayanan sosial lanjut usia Kecamatan Selosari Kabupaten Magetan. Warta Bhakti Husada Mulia: Jurnal Kesehatan, 4(1).
Putra, F. N., Nursalam, N., & Kunaifi, A. (2020). Manfaat Discharge Planning pada Pasien CVA Infark: A Systematic Review. Jurnal Penelitian Kesehatan" SUARA FORIKES"(Journal of Health Research" Forikes Voice"), 12(1), 85-88.
Ramadani, I. R., Fauziyah, T., & Rozzaq, B. K. (2024). Depresi, Penyebab Dan Gejala Depresi. Bersatu: Jurnal Pendidikan Bhinneka Tunggal Ika, 2(2), 89-99.
Ridho, M., Frethernety, A., & Widodo, T. (2021). Literature review hubungan stres dengan kejadian hipertensi. Jurnal kedokteran universitas palangka raya, 9(2), 1366-1371.
Saputra, D, I., (2024). Waspada, Gangguan Kesehatan Mental Mengintai. Diakses Dari: https://kolakatimurkab.go.id/detailpost/waspada-gangguan-kesehatan-mental-mengintai
Setyarini, E. A., Niman, S., Parulian, T. S., & Hendarsyah, S. (2022). Prevalensi Masalah Emosional: Stres, Kecemasan dan Depresi pada Usia Lanjut. Bulletin of Counseling and Psychotherapy, 4(1), 21-27.
Susanti, M. P. I. (2019). Studi Kestabilan Tekanan Darah Pada Penderita Hipertensi Dan Faktor Yang Memengaruhinya. Viva Medika: Jurnal Kesehatan, Kebidanan dan Keperawatan, 12(02), 84-96.
Wahyuni, S., & Pratiwi, W. N. (2022). Depresi, Stres, Kecemasan, dan Faktor Demografi terhadap Kejadian Hipertensi Usia 35-65 Tahun: Studi Cross-Sectional. Judika (Jurnal Nusantara Medika), 6(1), 46-55.
Widiyawati, W. (2017). Hubungan Koping Individu dengan Tingkat Depresi pada Penderita Diabetes Melitus (DM) Tipe 2 di Klinik Prima Medika Gedangan Sidoarjo. Infokes (Informasi Kesehatan), 9(1), 24-33.
World Health Organization. (2019). Depressive disorder (depression). Diakses Dari: https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/depression
Wulandari, A. N., & Samara, D. (2023). Tekanan Darah Sistolik Lebih Tinggi Pada Sore Daripada Pagi Hari Pada Usia 45-65 Tahun. Jurnal Penelitian Dan Karya Ilmiah Lembaga Penelitian Universitas Trisakti, 8(2), 377–386.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Holistik Jurnal Kesehatan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.