Hubungan antara asupan energi dengan status gizi pelajar

DOI: https://doi.org/10.33024/hjk.v19i11.1737

Authors

  • Christa Natalia Bidara Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Sam Ratulangi
  • Maureen Irinne Punuh Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Sam Ratulangi
  • Nancy Swanida Henriette Malonda Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Sam Ratulangi

Asupan Energi Pelajar Status Gizi

Abstract

Background: Adolescence is a period of rapid growth and development, requiring adequate energy intake to support daily activities and growth processes. An unbalanced energy intake can have a significant impact on the nutritional status of adolescents. Excess energy intake can lead to overweight and obesity, while insufficient energy intake can decrease immunity and increase the risk of various diseases.

Purpose: To determine the relationship between energy intake levels and nutritional status among students.

Method: A quantitative research uses an analytical observational design with a cross-sectional study design, held in March-September 2025 at State Senior High School 2 Tondano. The entire student population consisted of 60 respondents. Data were collected using a 2x24 Hour Food Recall Form questionnaire and Body Mass Index according to Age (BMI/A) measurements, then analyzed using the chi-square test.

Results: Most students had an energy intake of less than 68.3% and 61.7% were classified as having good nutrition. This shows that there is a significant relationship between energy intake and nutritional status in students with a p-value = 0.047 (p<0.05).

Conclusion: There is a significant relationship between energy intake and nutritional status among students.

Suggestion: It is recommended to consume a variety of foods in appropriate portions (carbohydrates, fats, proteins, vegetables, fruits) to meet energy needs, and for those who are overweight, to regularly monitor their weight and exercise regularly.

 

Keywords: Energy Intake; Nutritional Status; Student.

 

Pendahuluan: Masa remaja merupakan periode pertumbuhan dan perkembangan yang pesat, sehingga membutuhkan asupan energi yang adekuat untuk mendukung aktivitas harian dan proses pertumbuhan. Asupan energi yang tidak seimbang dapat berdampak signifikan terhadap status gizi remaja. Kelebihan asupan energi dapat menyebabkan kelebihan berat badan dan obesitas, sementara kekurangan asupan energi dapat menurunkan daya tahan tubuh dan meningkatkan risiko berbagai penyakit.

Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara tingkat asupan energi dengan status gizi pada pelajar.

Metode: Penelitian kuantitatif menggunakan desain observasional analitik dengan rancangan penelitian cross sectional, dilaksanakan pada Maret-September 2025 di SMA Negeri 2 Tondano. Seluruh populasi pelajar berjumlah 60 responden. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner formulir food recall 2x24 hour dan pengukuran Indeks Massa Tubuh menurut Umur (IMT/U), kemudian dianalisis menggunakan uji chi-square.

Hasil: Sebagian besar pelajar memiliki asupan energi kurang 68.3% dan 61.7% tergolong gizi baik. Hal ini menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara asupan energi dengan status gizi pada pelajar dengan p-value = 0.047 (p<0.05).

Simpulan: Terdapat hubungan signifikan antara asupan energi dengan status gizi pada pelajar.

Saran: Diharapkan peserta didik untuk mengonsumsi makanan beragam dengan porsi yang sesuai (karbohidrat, lemak, protein, sayur, buah) untuk memenuhi kebutuhan energi dan bagi yang berstatus gizi lebih agar rutin mengontrol berat badan serta aktif berolahraga.

 

Kata Kunci: Asupan Energi; Pelajar; Status Gizi.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Arieska, P. K., & Herdiani, N. (2020). Hubungan pengetahuan dan pola konsumsi dengan status gizi pada mahasiswa kesehatan. Medical Technology and Public Health Journal, 4(2), 203-211.

Bahar, B., Jafar, N., & Amalia, M. (2020). Gambaran asupan zat gizi dan status gizi remaja pengungsian petobo Kota Palu. Jurnal Gizi Masyarakat Indonesia (The Journal of Indonesian Community Nutrition), 9(1).

Baroroh, I. (2021). Buku Ajar Gizi dalam Kesehatan Reproduksi. Bojong: Penerbit NEM.

Damayanti, E., & Dzakiyah, A. (2025). Penyebab, Bahaya, dan Cara Mencegah Obesitas pada Anak dan Remaja. Diakses dari: https://www.goodnewsfromindonesia.id/2025/03/03/hari-obesitas-sedunia-2025-penyebab-bahaya-dan-cara-mencegah-obesitas-pada-anak-dan-remaja

Hafiza, D., Utami, A., & Niriyah, S. (2020). Hubungan kebiasaan makan dengan status gizi pada remaja SMP YLPI Pekanbaru. Jurnal Medika Hutama, 2(01 Oktober), 332-342.

Indrasari, O., & Sutikno, E. (2020). Faktor yang mempengaruhi status gizi remaja usia 16-18 tahun. Jurnal Kesehatan Indonesia, 10(3), 128-132.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2018). Laporan Riskesdas 2018 Nasional. Lembaga Penerbit Balitbangkes. hal 156. Diakses dari: https://repository.kemkes.go.id/book/1323.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Peraturan Menteri Kesehatan RI tahun 2020 tentang standar Antropometri Anak. 170 (170). Diakses dari: https://peraturan.bpk.go.id/Details/152505/permenkes-no-2-tahun-2020.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia & United Nations Children’s Fund. (2024). https://www.unicef.org/indonesia/media/22496/file/Analisis%20Lanskap%20Kelebihan%20Berat%20Badan%20dan%20Obesitas%20di%20Indonesia:%20Ringkasan%20Temuan%20Kunci.pdf

Mandarana, M., Hafid, F., Pangestika, W., Kusuma, T. U., Sulistiani, R. P., Puspitasari, D. A., & Sada, M. (2022). Ilmu Gizi Dasar. Pradina Pustaka.

Mardalena, I. (2021). Dasar-Dasar Ilmu Gizi dalam Keperawatan: Konsep dan Penerapan pada Asuhan Keperawatan. Pustaka Baru Press, Yogyakarta.

Najmah, N., Idris, H., Utama, F., Sari, I. P., Rosyada, A., Anjani, R., Popita, M. D., Arinda, D. F., Yeni, Y., Ermi, N., Andraini, D., Etrawati, F., & Ardillah, Y. (2022). Ilmu Kesehatan Masyarakat: Interseksi Teori & Aplikasi pada Konteks Indonesia. CV. Bintang Semesta Media.

Purwanti, P. D. (2015). Hubungan antara asupan energi dengan status gizi pada pelajar SMP Negeri 10 KotaMmanado. Pharmacon, 4(4).

Setyawati, V. A. V., & Hartini, E. (2018). Buku Ajar Dasar Ilmu Gizi Kesehatan Masyarakat. Yogyakarta: Deepublish.

Utami, H. D., Kamsiah, K., & Siregar, A. (2020). Hubungan Pola Makan, Tingkat Kecukupan energi, dan Protein dengan status gizi pada remaja. Jurnal Kesehatan, 11(2), 279-286.

Wawointana, V. I., Malonda, N. S., & Punuh, M. I. (2016). Hubungan Antara Asupan Energi Dengan Status Gizi Pada Pelajar Di Smp Kristen Tateli Kecamatan Mandolang Kabupaten Minahasa. Pharmacon, 5(1).

Widyakarya Nasional Pangan dan Gizi. (2012). Angka kecukupan gizi (AKG) Indonesia. WNPG X 2012. Diakses dari: https://www.scribd.com/document/426167675/Angka-Kecukupan-Gizi

Winerungan, R., Punuh, M. I. & Kawengian, S. (2018). Hubungan Antara Asupan Energi Dengan Status Gizi Pada Pelajar SMP di Wilayah Malalayang I Kota Manado. Jurnal KESMAS, 7, pp. 5.

World Health Organization. (2025). Obesity and overweight. Diakses dari: https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/obesity-and-overweight

Yanti, R., Nova, M. & Rahmi, A. (2021). Asupan Energi, Asupan Lemak, Aktivitas Fisik dan Pengetahuan, Berhubungan dengan Gizi Lebih pada Remaja SMA. Jurnal Kesehatan Perintis (Perintis's Health Journal), 8(1), pp. 45-53.

Downloads

Published

2026-02-04