Korelasi karakteristik sosioekonomi dengan gerakan masyarakat hidup sehat dalam keluarga di wilayah pedesaan
DOI: https://doi.org/10.33024/hjk.v19i9.1703
Family Healthy Living Community Movement Socioeconomics
Abstract
Background: Public awareness of the implementation of the healthy living community movement is a crucial factor in improving health. Based on this, this study identifies health issues related to socioeconomic characteristics in rural areas.
Purpose: To identify the correlation between socioeconomic characteristics and the implementation of the healthy living community movement in rural families.
Method: This study used a quantitative correlational analytical design with a cross-sectional design. The study population was families in Sukamulya Village, with a sample size of 266 families using a proportional stratified random sampling technique. Data analysis was performed using univariate frequency distribution analysis and bivariate analysis using the Chi-Square correlation test for nominal data and the Spearman correlation test for ordinal data.
Results: The correlation test showed a significant relationship (p-value <0.05) between occupation (p = 0.026), income (p = 0.001), and number of family members (p = 0.025) and the healthy living community movement within the family. The majority of respondents indicated poor family health practices, almost all of whom worked as laborers earning below the minimum wage (IDR 3,500,000), with family members ranging from 1 to 5 people. The correlation indicates a positive relationship, as the r value is positive. This means that the higher the employment and income levels, the better the family health practices, and vice versa. Meanwhile, the larger the family size, the poorer the family health practices.
Conclusion: This study found that the implementation of the healthy living movement in the relevant area remains inadequate, although some communities have adequate health practices. This indicates that family health practices are not optimally implemented in daily life.
Suggestion: Further improvement is needed through a community-based approach to health promotion, with an emphasis on advocacy to continuously encourage the community to improve family health practices, especially those of low socioeconomic status.
Keywords: Family; Healthy Living Community Movement; Socioeconomics.
Pendahuluan: Kesadaran masyarakat dalam penerapan gerakan masyarakat hidup sehat (Germas) merupakan faktor penting dalam meningkatkan status kesehatan. Berdasarkan isu tersebut, penelitian ini mengidentifikasi masalah kesehatan yang terkait dengan karakteristik sosioekonomi di daerah pedesaan.
Tujuan: Untuk mengidentifikasi korelasi antara karakteristik sosioekonomi dengan gerakan masyarakat hidup sehat dalam keluarga di wilayah pedesaan.
Metode: Menggunakan desain penelitian analitik kuantitatif korelasional dengan desain cross-sectrional. Populasi penelitian terdiri dari keluarga di Desa Sukamulya, dengan ukuran sampel 266 menggunakan teknik propotionate stratified random sampling. Analisis data dilakukan menggunakan analisis univariat dengan distribusi frekuensi dan analisis bivariat dengan uji korelasi Chi-Square untuk sebaran data berskala nominal dan uji korelasi Spearman untuk data berskala ordinal.
Hasil: Uji korelasi menunjukkan hubungan yang signifikan (nilai p < 0.05) antara pekerjaan (p = 0.026), pendapatan (p = 0.001), dan jumlah anggota keluarga (p = 0.025) dengan gerakan masyarakat hidup sehat (Germas) dalam keluarga. Mayoritas responden memiliki perilaku penerapan yang kurang baik dalam keluarga dan hampir seluruhnya berstatus bekerja sebagai buruh dan memiliki penghasilan di bawah upah minimum (Rp. 3,500,000) dengan ukuran keluarga berkisar antara 1-5 orang. Arah korelasi menunjukkan hubungan positif karena nilai r positif, artinya semakin tinggi pekerjaan dan pendapatan, semakin baik penerapan germas keluarga, dan sebaliknya. Sementara itu, semakin besar jumlah anggota keluarga, semakin buruk penerapan germas keluarga.
Simpulan: Penelitian ini menemukan bahwa penerapan Germas di daerah terkait masih berada pada kategori kurang, meskipun terdapat masyarakat dengan penerapan Germas yang sudah cukup. Hal ini menunjukan bahwa penerapan dalam keluarga belum optimal dilakukan sehari-hari.
Saran: Perbaikan lebih lanjut masih diperlukan melalui pendekatan berbasis masyarakat dalam promosi kesehatan, dengan penekanan pada advokasi untuk terus mendorong masyarakat untuk meningkatkan penerapan germas dalam keluarga khususnya pada status soial ekonomi yang rendah.
Kata Kunci: Gerakan Masyarakat Hidup Sehat; Keluarga; Sosioekonomi.
Downloads
References
Akpaki, K., Galibois, I., & Blaney, S. (2021). Feeding practices and factors associated with the provision of iron-rich foods to children aged 6–23 months in Matam area, Senegal. Public Health Nutrition, 24(14), 4442-4453.
Amuri, A., Gustina, E., & Deviliawati, A. (2021). Analisis Faktor Yang Berhubungan Dengan Pelaksanaan PHBS Tatanan Rumah UPTD Puskesmas Batumarta II Oku Tahun 2021. Jurnal Kesehatan Saelmakers PERDANA (JKSP), 4(2), 306-320.
Anggraini, F. Y., Hanafi, A. H., Renaldi, R., Widodo, M. D., & Raviola, R. (2021). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Implementasi Program Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat (Phbs) Pada Tatanan Rumah Tangga Di Desa Kampar Kecamatan Kampar Timur. Media Kesmas (Public Health Media), 1(3), 1055-1072.
Brîndușe, L. A., Eclemea, I., Neculau, A. E., Păunescu, B. A., Bratu, E. C., & Cucu, M. A. (2024). Rural versus urban healthcare through the lens of health behaviors and access to primary care: a post-hoc analysis of the Romanian health evaluation survey. BMC Health Services Research, 24(1), 1341.
Eagleton, S. G., Na, M., & Savage, J. S. (2022). Food insecurity is associated with higher food responsiveness in low‐income children: The moderating role of parent stress and family functioning. Pediatric obesity, 17(1), e12837.
Febryani, D., & Susilo, W. H. (2021). Hubungan antara pengetahuan, usia, tingkat pendidikan dan pendapatan kepala keluarga dengan perilaku hidup bersih dan sehat pada tatanan rumah tangga di Kecamatan Kalideres Jakarta Barat. Carolus Journal of Nursing, 3(2), 170-180.
Gautam, N., Dessie, G., Rahman, M. M., & Khanam, R. (2023). Socioeconomic status and health behavior in children and adolescents: a systematic literature review. Frontiers in Public Health, 11, 1228632.
Gwon, D., Hwang, J. Y., & Oh, J. (2025). Nutrition quotient for preschoolers and key impacting factors in Korea: a cross-sectional study on food literacy, social support, and the food environment of primary caregivers. Korean Journal of Community Nutrition, 30(1), 16-26.
Husna, L. (2018). Analisa Faktor Prilaku Hidup Bersih dan Sehat (Phbs) di Wilayah Kerja Puskesmas Simpang IV Sipin Kota Jambi Tahun 2017. Jurnal Ilmiah Dikdaya, 8(2), 298-311.
Ilmi, B., & Hartoto, S. (2022). Faktor-faktor yang memengaruhi perilaku hidup bersih dan sehat siswa. Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan, 219-225.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Profil Kesehatan Indonesia 2023. Diakses dari: https://kemkes.go.id/id/profil-kesehatan-indonesia-2023
Khoiruzzad, A., & Junaidi, S. (2023). Program Gerakan Masyarakat Sehat (GERMAS) di Wilayah Kerja Puskesmas Sumber Kabupaten Rembang. Sports Collaboration Journal, 1(01), 17-25.
Liliana, R. (2024). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Pada Rumah Tangga di Wilayah Kerja Puskesmas Tanjung Batu Kab. Ogan Ilir Tahun 2020. Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial, 1(11).
Moitra, P., & Madan, J. (2022). Socioeconomic, intrapersonal and food environmental correlates of unhealthy snack consumption in school-going adolescents in Mumbai. BMC Public Health, 22(1), 1129.
Mulder, B. C., de Bruin, M., Schreurs, H., van Ameijden, E. J., & van Woerkum, C. M. (2011). Stressors and resources mediate the association of socioeconomic position with health behaviours. BMC public health, 11(1), 798.
Notoatmodjo, S. (2010). Promosi Kesehatan Teori & Aplikasi. Jakarta: Rineka Cipta.
Parker, M. A., Weinberger, A. H., Eggers, E. M., Parker, E. S., & Villanti, A. C. (2022). Trends in rural and urban cigarette smoking quit ratios in the US from 2010 to 2020. JAMA Network Open, 5(8), e2225326-e2225326.
Purnomo, M., Azizah, N., & Alawiyah, T. (2022). Hubungan jumlah anggota keluarga, pendidikan ibu, pengambil keputusan dengan Pelaksanaan Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 39 Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Program IKS di Desa Mangunanlor. Jurnal Ilmu Keperawatan Dan Kebidanan, 13(1), 215-229.
Purwanza, S. W., Anggreyanti, I. P., & Wibowo, C. (2022). Hubungan kualitas pelayanan dan peran perawat terhadap kepuasan pasien. Jurnal Keperawatan Muhammadiyah, 7(4).
Ruhmawati, T. T., Hakim, A. R., Hilman, A. F., & Sudiyat, R. (2022). Pengembangan media promosi kesehatan buku saku “germas” bagi kader kesehatan. Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung, 14(1), 43-49.
Rungkat, J. S., Kindangen, P., & Walewangko, E. N. (2020). Pengaruh pendidikan, jumlah anggota keluarga dan pengalaman kerja terhadap pendapatan rumah tangga di Kabupaten Minahasa. Jurnal Pembanguan Ekonomi Dan Keuangan Daerah, 21(3), 1-15.
Salman, S., Hilmi, I. L., Zakaria, J. M., & Supryatno, A. (2020). Analisis Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat pada Tatanan Rumah Tangga di Perumahan Citra Kebun Mas Karawang. Jurnal Kesehatan Masyarakat Celebes, 2(01), 1-9.
Serasinghe, N., Vepsäläinen, H., Lehto, R., Abdollahi, A. M., Erkkola, M., Roos, E., & Ray, C. (2023). Associations between socioeconomic status, home food availability, parental role-modeling, and children’s fruit and vegetable consumption: A mediation analysis. BMC Public Health, 23(1), 1037.
Susanti, Y., Septiyana, R., & Praditta, S. E. (2021). Perbedaan perilaku masyarakat dalam gerakan masyarakat hidup sehat (Germas) daerah rural dan urban. Jurnal Ilmu Keperawatan Komunitas, 4(1), 25-36.
Susanti, Y., Setyaningsih, P., & Suraji, C. (2023). Analisis Sikap Masyarakat dalam Gerakan Masyarakat Hidup Sehat. MAHESA: Malahayati Health Student Journal, 3(1), 73-79.
Usman, R., Daud, F., & Wiharto, M. (2020). Hubungan Status Sosial Ekonomi dengan Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS) Masyarakat di Desa Pajukukang Kabupaten Maros. Jurnal Biology Teaching and Learning, 3(1).
World Health Organization. (2008). Social determinants of health. Diakses dari: https://www.who.int/health-topics/social-determinants-of-health#tab=tab_1
World Health Organization. (2024). Determinants Of Health. Diakses dari: https://www.who.int/news-room/questions-and-answers/item/determinants-of-health
Yanti, Z., & Murtala, M. (2019). Pengaruh pendapatan, jumlah anggota keluarga dan tingkat pendidikan terhadap konsumsi rumah tangga di Kecamatan Muara Dua. Jurnal Ekonomika Indonesia, 8(2), 72-81.
Ygnatios, N. T. M., Moreira, B. D. S., Lima-Costa, M. F., & Torres, J. L. (2023). Urban-rural differences in food consumption and environment and anthropometric parameters of older adults: results from ELSI-Brazil. Cadernos de Saúde Pública, 39, e00179222.
Zissimopoulou, O., Leontidou, E., Tsiptsios, D., Manolis, A., Ioannides, D., Trypsiani, I., ... & Nena, E. (2020). Association of family income with health indices and healthcare utilization in a large sample of residents in northern Greece. Maedica, 15(4), 490.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Holistik Jurnal Kesehatan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.