Pencegahan insiden keselamatan pasien menggunakan patient safety enhancement strategy berbasis milieu therapy
DOI: https://doi.org/10.33024/hjk.v19i8.1688
Milieu Therapy Patient Safety Enhancement Strategy Pencegahan Insiden Keselamatan Pasien
Abstract
Background: Patient safety is a crucial aspect of healthcare services that must be a top priority for hospitals. Patient safety incidents can lead to serious injuries, increased healthcare costs, and damage to institutional reputation. Therefore, effective strategies are needed to prevent such incidents, one of which is the implementation of Milieu Safety, which emphasizes creating a safe and supportive environment for patients.
Purpose: To examine and evaluate efforts to prevent patient safety incidents using the patient safety enhancement strategy based on milieu therapy.
Method: This study employed a quasi-experimental design with a pretest-posttest nonequivalent control group approach. The sample consisted of 220 hospitalized patients, divided into intervention and control groups. Data were collected through the Safety Satisfaction in Healthcare Questionnaire (SSHQ), patient safety incident reports, and observations of Milieu Safety implementation using the Patient Care Safety Assessment Tool (PCSAT). Data analysis was conducted using the Mann-Whitney test to compare differences between the two groups.
Results: The intervention group that implemented the Milieu Safety strategy showed a significant increase in patient satisfaction (p = 0.005) and maintained stability in patient safety incidents compared to the control group.
Conclusion: The Milieu Safety strategy is effective in preventing patient safety incidents and improving the quality-of-care satisfaction. Integration of this principle into nursing Standard Operating Procedures (SOPs) is highly recommended.
Keywords: Milieu Therapy; Patient Safety Enhancement Strategy; Patient Safety Incident Prevention.
Pendahuluan: Keselamatan pasien adalah aspek penting dalam pelayanan kesehatan yang harus menjadi prioritas utama rumah sakit. Insiden keselamatan pasien dapat menyebabkan cedera serius, meningkatkan biaya, dan merusak reputasi. Oleh karena itu, diperlukan strategi efektif untuk mencegahnya, salah satunya melalui penerapan milieu safety yang menekankan pada terciptanya lingkungan aman dan mendukung bagi pasien.
Tujuan: Untuk menelaah dan menilai upaya pencegahan pencegahan insiden keselamatan pasien menggunakan patient safety enhancement strategy berbasis milieu therapy.
Metode: Penelitian dengan desain quasi-experimental menggunakan pendekatan pretest-posttest nonequivalent control group design. Sampelnya terdiri dari 220 pasien rawat inap yang dibagi menjadi kelompok intervensi dan kontrol. Data dikumpulkan melalui kuesioner kepuasan pasien (SSHQ), laporan insiden keselamatan, dan observasi penerapan Milieu Safety menggunakan Patient Care Safety Assessment Tool (PCSAT). Analisis data dilakukan dengan uji Mann-Whitney untuk membandingkan perbedaan antara kedua kelompok.
Hasil: Kelompok intervensi yang menerapkan strategi milieu safety menunjukkan peningkatan signifikan dalam kepuasan pasien dengan p-value 0.005 dan stabilitas insiden keselamatan pasien, dibandingkan kelompok kontrol.
Simpulan: Strategi milieu safety efektif dalam mencegah insiden keselamatan pasien dan meningkatkan kepuasan layanan perawatan. Integrasi prinsip ini dalam Standar Prosedur Operasional (SPO) keperawatan sangat direkomendasikan.
Kata Kunci: Milieu Therapy; Patient Safety Enhancement Strategy; Pencegahan Insiden Keselamatan Pasien.
Downloads
References
Akhriansyah, M., Fitriani, F., Safitri, W., Polii, G. B., Kada, M. K. R., Kamriana, K., Yulis, R., Nilawati, S., & Lumowa, F. N. (2023). Keselamatan Pasien dan Keselamatan Kerja dalam Keperawatan. Sumatera Barat: Get Press Indonesia.
Aven, T. (2008). Risk Analysis: Assessing Uncertainties Beyond Expected Values and Probabilities. European Journal of Operational Research, 253(1), 1-13.
Azhara, T. S., Sumartini, S., Pragholapati, A., & Putri, S. T. (2023). Studi kasus: Penatalaksanaan terapi milieu untuk meningkatkan keterampilan sosial pada pasien demensia. Jurnal Keperawatan Komplementer Holistic, 1(1), 16-22.
Babbie, E. R. (2016). The practice of social research. California: Cengage Learning.
Chapman, C., & Ward, S. (2016). Project Risk Management: Processes, Techniques and Insights. Ethiopia: Wiley.
Harris, P. A., Taylor, R., Thielke, R., Payne, J., Gonzalez, N., & Conde, J. G. (2009). Research electronic data capture (REDCap)--a metadata-driven methodology and workflow process for providing translational research informatics support. Journal of biomedical informatics, 42(2), 377–381.
Hernawati, L., Rahman, L. O. A., Hariyati, R. T. S., Wildani, A. A., & Erwin, E. (2023). Upaya Peningkatan Keselamatan Pasien dengan Pelaksanaan Manajemen Risiko di Unit Rawat Inap. Journal of Telenursing (JOTING), 5(2), 2972-2981.
Higham, H., & Vincent, C. (2020). Human Error and Patient Safety in L. in Textbook of Patient Safety and Clinical Risk Management, 29–44.
Hillson, D., & Simon, P. (2012). Practical Project Risk Management: The ATOM Methodology. USA: Management Concept Press.
Ibadildin, N., Malik, A. A., Kenzhin, Z. B., & Mukina, G. S. (2025). Risk management in the public sector: A Bibliographic Literature Review. The Economy Strategy and Practice, 19(4), 133-145.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2017). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2017 tentang Keselamatan Pasien. Diakses dari: https://www.scribd.com/presentation/672408500/permenkes-11-2017-keselamatan-Pasien
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024). Pedoman Keselamatan Pasien Rumah Sakit. Diakses dari: https://keslan.kemkes.go.id/unduhan/fileunduhan_1715045156_433779.pdf
Kabak, E. (2025). Teknologi Pendidikan dalam Keperawatan. Jawa Tengah: Eureka Media Aksara.
Nurislami, S., Pramesona, B. A., Wintoko, R., & Oktarlina, R. Z. (2023). Faktor-faktor yang Memengaruhi Pelaporan Insiden Keselamatan Pasien: Literature Review. Jurnal Penelitian Perawat Profesional, 5(2), 551-558.
Pascarella, G., Rossi, M., Montella, E., Capasso, A., De Feo, G., Botti, G., Nardone, A., Montuori, P., Triassi, M., D'Auria, S., & Morabito, A. (2021). Risk Analysis in Healthcare Organizations: Methodological Framework and Critical Variables. Risk management and healthcare policy, 14, 2897–2911.
Siagian, E., & Tanjung, W. S. (2020). Penerapan Budaya Keselamatan Pasien oleh Perawat. Klabat Journal of Nursing, 2(2), 44-51.
Sugiyono, P. D. (2017). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: CV. Alfabeta.
Suryanti, R., & Rahayu, S. (2024). Kepatuhan karyawan meningkatkan budaya keselamatan pasien dalam upaya menurunkan insiden keselamatan pasien RS Leuwiliang. Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan, 14(2).
World Health Organization. (2023). Patient Safety. Diakses dari: https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/patient-safety
World Health Organization. (2021). Global Patient Safety Action Plan. Diakses dari: https://www.who.int/teams/integrated-health-services/patient-safety/policy/global-patient-safety-action-plan
Wang, X., Liu, K., You, L. M., Xiang, J. G., Hu, H. G., Zhang, L. F., Zheng, J., & Zhu, X. W. (2014). The relationship between patient safety culture and adverse events: a questionnaire survey. International journal of nursing studies, 51(8), 1114–1122.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Holistik Jurnal Kesehatan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.