Pengembangan e-booklet petani tanggap gigitan hewan berbisa (Tangkas) dalam meningkatkan keselamatan kesehatan kerja petani pedesaan

DOI: https://doi.org/10.33024/hjk.v19i9.1678

Authors

  • Eka Mei Dianita STIKES Pemkab Jombang
  • Siswati Siswati STIKES Pemkab Jombang
  • Erliana Nur Azizah STIKES Pemkab Jombang
  • Muhammad Awalu Fattah STIKES Pemkab Jombang
  • Bunga Wiritanaya STIKES Pemkab Jombang
  • Nisa Amelia STIKES Pemkab Jombang
  • Nur Panca Aprilia STIKES Pemkab Jombang
  • Abdillah Ulumuddin STIKES Pemkab Jombang

E-booklet Keselamatan Kesehatan Kerja Pedesaan Petani Tanggap Gigitan Hewan Berbisa (Tangkas)

Abstract

Background: Venomous snakebite is a high-priority neglected tropical disease, particularly affecting rural communities. Venomous snakebites cause approximately 500,000 permanent disabilities annually worldwide. Venomous animal bites primarily affect agricultural workers in rural areas due to the high risk of being bitten by a venomous animal. Several cases of venomous snakebite victims have been reported, most often identified as cobras. Farmers lack access to optimal information on first aid for venomous animal bites. This poses a threat to the health and occupational safety of rural farmers if bitten by a venomous animal.

Purpose: To develop an e-booklet on Venomous Animal Bites for farmers to improve the health and occupational safety of rural farmers.

Method: The research and development (RnD) design consisted of four steps: a descriptive exploratory survey to disseminate farmers' knowledge and attitudes regarding first aid for venomous animal bites; development of health education media through Focus Group Discussions (FGDs); expert consultation; and feasibility testing of the e-booklet. The population in this study was residents of Marmoyo Village, Kabuh District, Jombang Regency. The inclusion criteria for the sample were farmers and the ability to operate a smartphone.

Results: Most respondents (290) (74.9%) occasionally saw snakes, 372 (96.1%) had never encountered a snake, and 287 (74.2%) did not know first aid. Most respondents (234) (60.6%) had moderate knowledge, and 343 (88.9%) had negative attitudes. The analysis showed a significant relationship between knowledge (p = 0.248) and attitude (p = 0.001) regarding snakebite management. The better the knowledge and attitude, the more appropriate the actions taken in snakebite management.

Conclusion: There is a significant relationship between knowledge and attitude regarding snakebite management. Empowering farmers with skills in providing first aid for animal bites through digital education, including e-booklets, integrating snakebite management into public health initiatives, and involving the local community.

Suggestion: Health students should be actively involved in designing and implementing health education on snakebite prevention for patients, families, and the community.

 

Keywords: E-book; Farmers; Occupational Health and Safety; Rural Areas; Venomous Animal Bite Response.

 

Pendahuluan: Gigitan ular berbisa merupakan penyakit tropis terabaikan yang menjadi prioritas tinggi, sebagian besar menyerang masyarakat pedesaan. Gigitan ular berbisa menyebabkan sekitar 500,000 kecatatan permanen di setiap tahunnya di seluruh dunia. Gigitan hewan berbisa sebagian besar memengaruhi pekerjaan pertanian di daerah pedesaan karena meraka memiliki risiko tinggi terkena gigitan hewan berbisa. Terdapat beberapa kasus korban gigitan ular berbisa, lebih banyak teridentifikasi sebagai ular kobra. Petani belum memiliki akses informasi yang optimal tentang pertolongan pertama gigitan hewan berbisa. Hal ini menjadi ancaman terhadap keselamatan kesehatan kerja petani pedesaan jika tergigit hewan berbisa.

Tujuan: Untuk pengembangan e-booklet petani  tanggap gigitan hewan berbisa (Tangkas)  dalam meningkatkan keselamatan kesehatan kerja petani pedesaan.

Metode: Desain penelitian Research and Development (RnD), terbagi menjadi 4 langkah, yaitu survei deskriptif eksplorasi untuk mengevaluasi tingkat pengetahuan dan sikap petani terhadap pertolongan pertama gigitan hewan berbisa; pengembangan media pendidikan kesehatan melalui Focus Group Discussion (FGD); konsul pakar; dan uji kelayakan e-booklet. Populasi dalam penelitian ini adalah warga Desa Marmoyo, Kecamatan Kabuh, Kabupaten Jombang dengan kriteria inklusi sampel yaitu seorang petani dan dapat mengoperasikan smartphone.

Hasil: Sebagian besar responden kadang-kadang melihat ular sebanyak 290 responden (74.9%), sebanyak 372 responden (96.1%) tidak pernah digigit ular, dan sebanyak 287 responden tidak mengetahui pertolongan pertama (74.2%). Tingkat pengetahuan responden mayoritas pada kategori sedang sebanyak 234 (60.6%) dan memiliki sikap yang negatif sebanyak 343 (88.9%). Hasil  analisis  menunjukkan  terdapat  hubungan  signifikan  antara  pengetahuan (p  =  0.248) dan  sikap (p  =  0.001) terhadap penanganan gigitan ular. Semakin baik pengetahuan dan sikap, semakin tepat pula tindakan yang dilakukan dalam menangani gigitan ular.

Simpulan: Terdapat  hubungan  signifikan  antara  pengetahuan  dan  sikap terhadap penanganan gigitan ular. Pemberdayaan petani dengan keterampilan dalam mengelola pertolongan pertama gigitan hewan melalui edukasi digital, termasuk e-booklet mengintegrasikan manajemen gigitan ular ke dalam inisiatif kesehatan masyarakat dan melibatkan masyarakat setempat.

Saran: Mahasiswa kesehatan harus terlibat aktif dalam merancang dan mengimplementasikan pendidikan kesehatan tentang pencegahan gigitan ular bagi pasien, keluarga dan masyarakat.

 

Kata Kunci: E-booklet; Keselamatan Kesehatan Kerja; Pedesaan; Petani; Tanggap Gigitan Hewan Berbisa (Tangkas).

Downloads

Download data is not yet available.

References

Afandi, A. T., Kurniyawan, E. H., Cahyani, S. D., Fajriati, W. N., Oktaviana, A. D., Nur, K. R. M., & Kurniawan, D. E. (2023). The Effect of STH Worm Infection on the Nutritional Status of Farmers in the Agronursing Area: Literature Review. Health and Technology Journal (HTechJ), 1(4), 427-436.

Afni, A. C. N., & Sani, F. N. (2020). Pertolongan pertama dan penilaian keparahan envenomasi pada pasien gigitan ular. Jurnal Kesehatan Kusuma Husada, 91-98.

Agustina, D. M., Fernando, Y., & Richi, R. (2020). Penyuluhan Penanganan Prahospital Pada Korban Gigitan Ular. Jurnal Suaka Insan Mengabdi (JSIM), 1(2), 108-111.

Bhargava, S., Kumari, K., Sarin, R. K., & Singh, R. (2020). First-hand knowledge about snakes and snake-bite management: an urgent need. Nagoya journal of medical science, 82(4), 763.

Boarder, J. (2023). The power of health education amongst individuals for a healthier future. Journal of Community Medicine & Health Education, 13(3).

Chen, C., Gui, L., Kan, T., Li, S., & Qiu, C. (2017). A survey of snakebite knowledge among field forces in China. International journal of environmental research and public health, 14(1), 15.

Esiéné, A., Etoundi, P. O., Tochie, J. N., Metogo, A. J. M., & Minkande, J. Z. (2019). Retracted Article: Severe Viperidae envenomation complicated by a state of shock, acute kidney injury, and gangrene presenting late at the emergency department: a case report. BMC emergency medicine, 19(1), 26.

Fernanda, E. B., Suhariyati, S., Aris, A., & Rahmawati, S. A. (2023). Effectiveness of Demonstration in Snake Bite First Aid in Farmer Groups. SURYA: Jurnal Media Komunikasi Ilmu Kesehatan, 15(3), 80-85.

Medina Aguerrebere, P., Medina, E., & Gonzalez Pacanowski, T. (2022). Promoting health education through Mobile apps: a quantitative analysis of American hospitals. In Healthcare, 10(11), 2231.

Michael, G. C., Grema, B. A., Aliyu, I., Alhaji, M. A., Lawal, T. O., Ibrahim, H., & Ogwuche, E. (2018). Knowledge of venomous snakes, snakebite first aid, treatment, and prevention among clinicians in northern Nigeria: a cross-sectional multicentre study. Transactions of The Royal Society of Tropical Medicine and Hygiene, 112(2), 47-56.

Musah, Y., Ameade, E. P., Attuquayefio, D. K., & Holbech, L. H. (2019). Epidemiology, ecology and human perceptions of snakebites in a savanna community of northern Ghana. PLoS neglected tropical diseases, 13(8), e0007221.

Nur, K. R. M., Kurniyawan, E. H., Lestari, M. D. P., Tyas, A. A., Flaurenza, S. S., Setyaningrum, R. A., & Dewi, K. (2023). Management of Snake Bites in the Agricultural Sector.Health and Technology Journal,01(06), 671-681.

Pamungkas, Y. W., Adiwijaya, A., & Utama, D. Q. (2020). Klasifikasi Gambar Gigitan Ular Menggunakan Regionprops dan Algoritma Decision Tree. J. Sist. Komput. dan Inform, 1(2), 69.

Pradita, J. (2023). Pertolongan Pertama saat Digigit Ular Berbisa: Kabar Jombang.com. Diakses dari: https://kabarjombang.com/kesehatan/pertolongan-pertama-saat-digigit-ular-berbisa/

Pucca, M. B., Knudsen, C., S. Oliveira, I., Rimbault, C., A. Cerni, F., Wen, F. H., & Monteiro, W. M. (2020). Current knowledge on snake dry bites. Toxins, 12(11), 668.

Puspitasari, N. (2021). Upaya Preventif Terhadap Keluhan Musculoskeletal Selama Masa Pandemi Pada Petani di Kamal Wetan. Aptekmas Jurnal Pengabdian pada Masyarakat, 4(3), 79-82.

Rachmania, D., & Ludyanti, L. N. (2022). Peningkatan Kemampuan Masyarakat dalam Pertolongan Pertama Gigitan Ular. Jurnal Pengabdian Masyarakat Bestari (JPMB), 1(7).

Rahmatulloh, F., Susilo, C., & Zaini, M. (2019). Pengaruh Pendidikan Kesehatan Terhadap Penanganan Awal Gigitan Ular Berbisa Kepada Tenaga Kesehatan Di Puskesmas Panti Kabupaten Jember. Undergraduate Thesis, Universitas Muhammadiyah Jember, 1-7.

Ralph, R., Sharma, S. K., Faiz, M. A., Ribeiro, I., Rijal, S., Chappuis, F., & Kuch, U. (2019). The timing is right to end snakebite deaths in South Asia. bmj, 364.

Rifaie, F., Maharani, T., & Hamidy, A. (2017). Where did venomous snakes strike? A spatial statistical analysis of snakebite cases in bondowoso regency, Indonesia. HAYATI Journal of Biosciences, 24(3), 142-148.

Ryandini, T. P. (2020). Pengaruh Pelatihan Snake Bite Rescue Terhadap Penanganan Korban Cedera pada Petani Belimbing Madu di Desa Tasikmadu Palang Tuban. Prosiding Nasional FORIKES, 2020, 43-47.

Salama, W. H., Abdel-Aty, A. M., & Fahmy, A. S. (2018). Rosemary leaves extract: anti-snake action against Egyptian Cerastes cerastes venom. Journal of Traditional and Complementary Medicine, 8(4), 465-475.

Samuel, S. P., Chinnaraju, S., Williams, H. F., Pichamuthu, E., Subharao, M., Vaiyapuri, M., & Vaiyapuri, S. (2020). Venomous snakebites: Rapid action saves lives—A multifaceted community education programme increases awareness about snakes and snakebites among the rural population of Tamil Nadu, India. PLoS Neglected Tropical Diseases, 14(12), e0008911.

Vaiyapuri, S., Kadam, P., Chandrasekharuni, G., Oliveira, I. S., Senthilkumaran, S., Salim, A., & Pucca, M. B. (2023). Multifaceted community health education programs as powerful tools to mitigate snakebite-induced deaths, disabilities, and socioeconomic burden. Toxicon: X, 17, 100147.

World Health Organization. (2019). Snakebite envenoming: A strategy for prevention and control. Diakses dari: https://www.who.int/publications/i/item/9789241515641

World Health Organization. (2024). Animal bites. Diakses dari: https://www-who-int.translate.goog/news-room/fact-sheets/detail/animal-bites?_x_tr_sl=en&_x_tr_tl=id&_x_tr_hl=id&_x_tr_pto=tc

Yunanto, R. A., Wantiyah, W., & Afandi, Y. G. (2021). Description of Snakebite's Prevention Efforts towards Farmers in Panti Sub-District. Age, 41(01), 11-14.

Yunanto, R. A., Wantiyah, W., Setioputro, B., Siswoyo, S., & Susanto, T. (2024). Improving the snakebite envenoming first aid treatment of farmers in rural areas of Indonesia: an educational intervention program. International Journal of Occupational Safety and Health, 14(3), 352-363.

Downloads

Published

2025-12-11