Pendidikan dan pelatihan bantuan hidup dasar (BHD) untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan remaja: A literature review

DOI: https://doi.org/10.33024/hjk.v19i10.1668

Authors

  • Ketut Yudi Arparitna Program Doktoral Kesehatan Masyarakat, Universitas Mega Buana Palopo
  • Nilawati Uly Program Doktoral Kesehatan Masyarakat, Universitas Mega Buana Palopo
  • Andi Alim Program Doktoral Kesehatan Masyarakat, Universitas Mega Buana Palopo

Abstract

Background: Basic Life Support (BLS) is a crucial skill for managing emergencies such as sudden cardiac arrest. BLS, initiated in adolescence, is believed to improve individual and community preparedness in responding to emergencies. However, the effectiveness of various training methods remains debated.

Purpose: To examine the effectiveness of BLS education and training in improving adolescent knowledge and skills.

Method: This literature review examined 19 articles published between 2012 and 2025. Articles were obtained from Scopus, the Directory of Open Access Journals (DOAJ), and Google Scholar. Data were analyzed descriptively and qualitatively based on intervention methods, learning outcomes, and the sustainability and limitations of BLS training.

Results: Lectures and simulations were effective in improving student knowledge and skills. Innovative approaches, such as audiovisual media, flipped classrooms, and virtual reality, also demonstrated positive results, particularly in psychomotor and affective aspects. However, skill retention tends to decline 3–6 months post-training if there is no further reinforcement. General limitations of the study include a narrow sample size, lack of long-term evaluation, and limited practical tools.

Conclusion: Basic Life Support (BLS) education and training have proven effective, but its success is greatly influenced by program sustainability, infrastructure support, and active participant engagement. Curriculum integration, regular retraining, and further research with longitudinal designs are needed to ensure the long-term impact of BLS training on adolescents.

 

Keywords: Adolescents; Basic Life Support (BLS); Education and Training; Knowledge; Skills.

 

Pendahuluan: Bantuan Hidup Dasar (BHD) merupakan keterampilan penting dalam penanganan kondisi gawat darurat seperti henti jantung mendadak. BHD yang dimulai sejak usia remaja, diyakini mampu meningkatkan kesiapsiagaan individu dan komunitas dalam merespons kejadian darurat. Namun, efektivitas metode pelatihan yang beragam masih menjadi perdebatan.

Tujuan: Untuk mengkaji efektivitas pendidikan dan pelatihan bantuan hidup dasar (BHD) dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan remaja.

Metode: Penelitian tinjauan literatur terhadap 19 literatur yang diterbitkan antara tahun 2012-2025. Artikel diperoleh dari basis data Scopus, directory of open access journals (DOAJ), dan Google Scholar. Data dianalisis secara deskriptif-kualitatif berdasarkan metode intervensi, capaian pembelajaran, serta aspek keberlanjutan dan keterbatasan pelaksanaan pelatihan BHD.

Hasil: Metode ceramah dan simulasi efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa. Pendekatan inovatif, seperti media audiovisual, flipped classroom, dan virtual reality juga memperlihatkan hasil positif, khususnya dalam aspek psikomotorik dan afektif. Namun, retensi keterampilan cenderung menurun dalam 3–6 bulan pasca pelatihan jika tidak ada penguatan lanjutan. Keterbatasan umum dalam studi meliputi cakupan sampel yang sempit, kurangnya evaluasi jangka panjang, serta keterbatasan alat praktik.

Simpulan: Pendidikan dan pelatihan BHD terbukti efektif, tetapi keberhasilannya sangat dipengaruhi oleh kesinambungan program, dukungan infrastruktur, dan keterlibatan aktif peserta. Diperlukan integrasi kurikulum, pelatihan ulang berkala, serta riset lanjutan dengan desain longitudinal untuk menjamin dampak jangka panjang pelatihan BHD pada remaja.

 

Kata Kunci: Bantuan Hidup Dasar (BHD); Keterampilan; Pendidikan dan Pelatihan; Pengetahuan; Remaja.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abdillah, L. A. (2021). Pengertian Penelitian Tindakan Kelas. Penelitian Tindakan Kelas: Teori Dan Penerapannya, 1.

Adekamisti, R., Handayani, T., Novianty, E., & Harmi, H. (2025). Implementasi Manajemen Sistem Pendidikan pada Tingkat Dasar dan Menengah. Dirasah: Jurnal Studi Ilmu dan Manajemen Pendidikan Islam, 8(1), 211-225.

Albina, M. (2025). Model penelitian eksperimental dalam pendidikan: jenis, tujuan, dan aplikasinya. Jurnal Media Akademik (JMA), 3(6).

Ananda, S. D., Novitasari, A., Suprihatin, E., & Setyorini, D. (2023). The Influence of Basic Life Support Education on The Knowledge and Skills of Teenage Red Cross Members of State High School 19 Surabaya. In 6th International Conference of Health Polytechnic Surabaya (ICoHPS 2023) (pp. 541-551). Atlantis Press.

Astuti, N. D., Sulastri, A., & Puspito, W. G. (2025). Pendidikan di era digital. PT. Sonpedia Publishing Indonesia.

Cons-Ferreiro, M., Mecias-Calvo, M., Romo-Perez, V., & Navarro-Patón, R. (2023). Learning of basic life support through the flipped classroom in secondary schoolchildren: a quasi-experimental study with 12-month follow-up. Medicina, 59(9), 1526.

Damayanti, E., Santosa, A. B., Zuhrie, M. S., & Rusimamto, P. W. (2020). Pengaruh penggunaan media pembelajaran berbasis multimedia interaktif terhadap hasil belajar siswa berdasarkan gaya belajar. Jurnal Pendidikan Teknik Elektro, 9(03), 639-645.

Damayanti, T. I. (2024). Perbedaan tingkat pengetahuan tentang cardio pulmonary resuscitation (CPR) sebelum dan sesudah diberikan edukasi menggunakan leaflet pada siswa SMPN 1 Kalisat (Doctoral dissertation, Universitas dr. SOEBANDI).

Fauziyah, N., Fauziah, W., Adiutama, N. M., Handayani, F., Agustina, H. S., Minanton, M., & Ismatullah, M. A. (2023). Pendidikan Kesehatan Basic Life Support Kepada Komunitas Nelayan Di Pesisir Pantai Blanakan Subang. Budimas: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 5(2).

Fijačko, N., Metličar, Š., Janžekovič, B., Abella, B. S., Nadkarni, V. M., Chang, T. P., & Greif, R. (2025). Extended reality technologies in adult basic life support education: a scoping review. Resuscitation Plus, 100927.

Hartini, W. M., Roosarjani, C., & Dewi, Y. A. (2019). Metodologi Penelitian dan Statistik. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Hayashi, M., Shimizu, W., & Albert, C. M. (2015). The spectrum of epidemiology underlying sudden cardiac death. Circulation research, 116(12), 1887-1906.

How, V., Azmi, E. S., Rahman, H. A., & Othman, K. (2020). The way forward: opportunities and challenges of sustainable school disaster education in Malaysia. International Journal of Academic Research in Business and Social Sciences, 10(15), 315-324.

Jabeen, U., Raja, R., & Khan, A. U. (2024). Impact of basic life support training on knowledge and performance among rural intermediate students: A quasi-experimental study. Pakistan Heart Journal, 57(3), 237-242.

Jilena, S. B., Nurchayati, S., & Dewi, Y. I. (2024). Pengaruh Pendidikan Kesehatan Menggunakan Media Audiovisual terhadap Tingkat Pengetahuan tentang Bantuan Hidup Dasar pada Remaja SMA. Indonesian Research Journal on Education, 4(4), 3490-3495.

Kaharudin, L. O., Herman, H., Nurcholis, M., Nengsi, A. R., Iswahyudi, M. S., Syadzili, M. F. R., Jaya, Y. R., Hidayatullah, R. S., Mohzana, M., & Fahrurrozi, M. (2025). Metodologi Pendidikan. Batam: CV Rey Media Grafika.

Kim, H., Kim, Y., Lee, J., & Kim, J. (2024). Stereoscopic objects affect reaching performance in virtual reality environments: Influence of age on motor control. Frontiers in Virtual Reality, 5, 1475482.

Kurniasari, R. D. (2023). Pengaruh perbandingan penkes metode (nht) dengan media papan tentang bantuan hidup dasar terhadaptingkat pengetahuan kognitif dan psikomotorik anggota organisasi PMRDI SMAN 1 WERU (Doctoral dissertation, Universitas Kusuma Husada Surakarta).

Lumbantoruan, S. M., Sidabutar, L. M., & Uligraff, D. K. (2022). Program Pelatihan Bantuan Hidup Dasar (Bhd) Untuk Remaja Siswa Di Sekolah Menengah Atas Negeri 34 Jakarta. Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (Pkm), 5(11), 4076-4086.

Maár, C., Zima, E., Nagy, B., Pál-Jakab, Á., Szvath, P., Kiss, B., & Kovács, E. (2024). The investigation of the efficiency of basic life support education among high school students: protocol, design and implementation of an interventional, prospective longitudinal, individually randomised, parallel 1: 1 grouped trial. Resuscitation Plus, 18, 100585.

Martdana, R. A., & Atno, A. (2025). Gamifikasi dalam Pembelajaran Sejarah: Analisis Literatur Terhadap Dampaknya pada Motivasi dan Keterlibatan Belajar Siswa. Edukasiana: Jurnal Inovasi Pendidikan, 4(2), 327-335.

Metrikayanto, W. D., Saifurrohman, M., & Suharsono, T. (2018). Perbedaan Metode Simulasi dan Self Directed Video Terhadap Pengetahuan, Sikap dan Ketrampilan Resusitasi Jantung Paru (RJP) Menggunakan I-Carrer Cardiac Resuscitation Manekin Pada Siswa SMA Anggota Palang Merah remaja (PMR). Care: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan, 6(1), 79-91.

Padhila, N. I. (2021). Pelatihan bantuan hidup dasar (bhd) bagi palang merah remaja: training basic life support (BLS) for youth red cross. GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 1(2), 55-59.

Pujianto, A., Ose, M. I., Wahyudi, D. T., Hidaya, N., & Handayani, F. (2022). Pelatihan Bantuan Hidup Dasar Untuk Meningkatkan Pengetahuan dan Keterampilan Penanggulangan Gawat Darurat pada Relawan Palang Merah Indonesia. Borneo Community Health Service Journal, 2(2), 29-33.

Rodríguez-García, A., Ruiz-García, G., Navarro-Patón, R., & Mecías-Calvo, M. (2024). Attitudes and skills in basic life support after two types of training: traditional vs. gamification, of compulsory secondary education students: a simulation study. Pediatric Reports, 16(3), 631-643.

Sanati, A., Jaberi, A. A., & Bonabi, T. N. (2022). High school basic life support training: Is the trainer's experience of cardiopulmonary resuscitation in the actual setting important? A randomized control trial. Journal of Education and Health Promotion, 11(1), 165.

Sari, M. N., Chrisanto, E. Y., & Isnainy, U. C. A. S. (2021). Pengaruh simulasi pelatihan bantuan hidup dasar (BHD) terhadap pengetahuan dan motivasi siswa tentang penanganan kejadian kecelakaan lalu lintas. Diakses dari: http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/6139

Sekarini, S., Wihastuti, T. A., & Rachmawati, S. D. (2018). Perbedaan pengaruh pelatihan manajemen choking anak menggunakan self directed video, simulation based training dan kombinasi terhadap peningkatan pengetahuan, keterampilan dan intensi ibu balita di Posyandu Tunas Harapan III Desa Sumberpucung. (Magister thesis, Universitas Brawijaya). Diakses dari: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/193409

Siregar, N., Siregar, D. A., Harahap, Y. S., & Siregar, D. A. (2024). Sosialisasi Penerapan Teori Stifin Untuk Mengenali Gaya Belajar Siswa di UPT SD Negeri 067250. Ihsan: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 6(2), 266-272.

Suleman, I. (2023). Edukasi Bantuan Hidup Dasar (BHD) Awam Untuk Meningkatkan Pengetahuan Siswa Menolong Korban Henti Jantung. Jurnal Pengabdian Masyarakat Farmasi: Pharmacare Society, 2(2), 103-112.

Watung, G. I. V. (2021). Edukasi Pengetahun dan Pelatihan Bantuan Hidup Dasar Pada Siswa Remaja SMA Negeri 3 Kotamobagu. Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ), 2(1), 21-27.

Wicaksono, V. D., & Rahayu, S. (2025). Flipped Classroom Strategi Inovatif Pembelajaran di Era Digital. Uwais Inspirasi Indonesia.

Wirawan, C. A. (2018). Pengembangan aplikasi guide basic life support (bls) berbasis android untuk meningkatkan ketepatan ritme, kecepatan kompresi dada dan ventilasi pada penanganan out hospital cardiac arrest (OHCA) (Doctoral dissertation, Universitas Airlangga).

Downloads

Published

2026-01-03