Metode konseling deep talk oleh kelompok peer group pencegahan seks bebas pada remaja

DOI: https://doi.org/10.33024/hjk.v19i10.1474

Authors

  • Dewi Risma Bancin Fakultas Farmasi dan Ilmu Kesehatan, Universitas Sari Mutiara Indonesia
  • Ernawati Barus Fakultas Farmasi dan Ilmu Kesehatan, Universitas Sari Mutiara Indonesia
  • Friska Sitorus Fakultas Farmasi dan Ilmu Kesehatan, Universitas Sari Mutiara Indonesia
  • Olivia Fransina Nanulaitta Fakultas Farmasi dan Ilmu Kesehatan, Universitas Sari Mutiara Indonesia
  • Surya Anita Fakultas Farmasi dan Ilmu Kesehatan, Universitas Sari Mutiara Indonesia

Deep Talk Peer Group Remaja Seks

Abstract

Background: Adolescents are a vulnerable group at risk of engaging in risky sexual behaviors such as premarital sex, which can negatively affect their reproductive health and future. Effective preventive measures are needed, one of which is counseling through a peer group approach.

Purpose: To determine the effect of the deep talk counseling method through peer groups on the prevention of premarital sex among adolescents.

Method: Quasi-experimental research using a one-group pre-posttest method, conducted from July to August 2025 in Bangun Sari Village, Medan. The sampling technique used total sampling with a sample size of 20 participants based on inclusion and exclusion criteria. The independent variable in this study was deep talk counseling, while the dependent variable was the prevention of premature sexual activity. Data analysis used univariate in the form of frequency distribution and bivariate using the Paired Sample T-Test.

Results: The paired t-test showed an increase in the score for preventing premature sexual activity from 55.3 ± 6.2 in the pre-test to 78.6 ± 5.8 in the post-test. P-value=0.000 (p<0.05) indicates a significant difference, thus confirming the effectiveness of the Deep Talk counseling intervention by the Peer Group.

Conclusion: The success of this method can be attributed to the role of peer discussion in creating a comfortable atmosphere, mutual trust, and facilitating the internalization of positive values. The peer group-based Deep Talk method is recommended as an effective educational strategy in efforts to prevent promiscuity among adolescents.

 

Keywords: Deep Talk; Peer Group; Sex; Teenagers.

 

Pendahuluan: Remaja merupakan kelompok rentan yang berisiko terlibat dalam perilaku seksual berisiko seperti hubungan seksual pranikah yang dapat berdampak negatif pada kesehatan reproduksi dan masa depan mereka. Diperlukan langkah-langkah pencegahan yang efektif, salah satunya adalah konseling melalui pendekatan kelompok sebaya.

Tujuan: Untuk mengetahui efektivitas metode konseling deep talk oleh kelompok peer group pencegahan seks bebas pada remaja.

Metode: Penelitian quasy-experimental dengan metode one group pre-posttest, dilaksanakan pada bulan Juli -Agustus 2025 di Desa Bangun Sari, Medan. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah sampel yang digunakan sebanyak 20 partisipan sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Variabel independen dalam penelitian ini adalah konseling deep talk, sedangkan variabel dependen adalah pencegahan seks bebas. Analisis data yang digunakan univariat dalam bentuk distribusi frekuensi dan bivariat menggunakan paired sample t-test.

Hasil: Uji paired t-test menunjukkan peningkatan skor pencegahan seks bebas dari 55.3 ± 6.2 pada pre-test menjadi 78.6 ± 5.8 pada post-test. P-value=0.000 (p<0.05) menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan, sehingga intervensi konseling Deep Talk oleh Peer Group dinyatakan efektif.

Simpulan: Peran diskusi sebaya yang menciptakan suasana nyaman, saling percaya, dan mempermudah internalisasi nilai-nilai positif. Metode deep talk berbasis peer group direkomendasikan sebagai strategi edukasi yang efektif dalam upaya pencegahan seks bebas pada remaja.

 

Kata Kunci: Deep Talk; Peer Group; Remaja; Seks.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ariani, F., & Pattimura, N. A. (2024). Pengaruh Peer Group Discussion Terhadap Peningkatan Pengetahuan Dan Sikap Remaja Tentang Pencegahan Perilaku Seks Bebas Remaja Usia 12-15 Tahun Di SMPN 2 Bangkinang Kota. Jurnal Pendidikan Kesehatan, 4(2), 151-159.

Arista, D. (2017). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Perilaku Seksual Berisiko Di Kalangan Remaja SMA Negeri 1 Kota Jambi Tahun 2015. Scientia Journal, 4(3).

Asfia, F., & Ferial, L. (2023). Analisis Perilaku Seksual Berisiko Pada Mahasiswa. Faletehan Heal. J, 10, 159-168.

Ashari, A., Hidayah, F. N., & Rahmatika, S. D. (2019, December). Pengaruh Pengetahuan Kesehatan Reproduksi Terhadap Perilaku Seksual Remaja Berisiko Di Kota Cirebon. In Prosiding Seminar Nasional LPPM UMP (Pp. 10-15).

Cahyaningrum, L. (2022). Pengaruh Peer Group Education Terhadap Pengetahuan Dan Sikap Anak Remaja Tentang Pencegahan Perilaku Seks Bebas Pada Siswa Smp Negeri 16 Semarang (Doctoral Dissertation, Universitas Islam Sultan Agung Semarang).

Dewi, M. K., Karim, A. S., Bate, D., Ningsih, V. S., Wulandari, A., & Mopasu, W. P. Y. (2021). Edukasi Bahaya Seks Bebas Pada Remaja. Jurnal Pengabdian Bidan Nasuha, 2(1), 17-23.

Fathoni, A., Sentana, A. D., Emilyani, D., Cembun, C., & Lestari, V. A. (2024). The Effect Of Education Through Video On The Knowledge, Attitudes, And Skills About Foot Care In Type 2 Diabetes Mellitus Patients. Jurnal Keperawatan Terpadu (Integrated Nursing Journal), 6(1), 18-26.

Fitri, F. M. (2022). Pelaksanaan Bimbingan Kelompok Dengan Teknik Diskusi Dalam Membentuk Pemahaman Perilaku Seksual Beresiko Bagi Siswa Kelas Xi Ma Nu Karangdadap (Doctoral Dissertation, Institut Agama Islam Negeri Pekalongan).

Gani, S. W. (2022). Penguatan Kesehatan Reproduksi Remaja Di Era Informatika Di Kecamatan Blang Bintang. Jurnal Abdimas Unaya, 3(2), 351-356.

Hamid, S. F. (2018). Determinan Perilaku Seksual Berisiko Pada Remaja Makassar (Studi Kasus Santri Darul Arqam Gombara Dan SMAN 6). Media Kesehatan Masyarakat Indonesia, 14(1), 68-77.

Jamil, M., & Utami, L. R. W. (2025). Penguatan Hak Kesehatan Reproduksi Remaja Dalam Peraturan Pemerintah No 28 Th 2024 Pada Remaja Di Genuksari Kota Semarang. Jurnal Pengabdian Masyarakat (ABDIRA), 5(4), 684-690.

Kartikasari, R. I., Ummah, F., & Wahyu, D. I. (2022). The Relationship Between The Role Of Parents And The Incidence Of Teenage Pregnancy In Blimbing Village, Paciran District, Lamongan Regency. SURYA: Jurnal Media Komunikasi Ilmu Kesehatan, 14(2), 76-84.

Noer, R. M., Fitrianingsih, N., & Agusthia, M. (2024). Pencegahan Perilaku Seks Bebas Dengan Peer Group Education. Warta Dharmawangsa, 18(3), 899-919.

Purba, A., Kartika, E., & Bancin, D. R. (2020). Pembinaan Kelompok Remaja Melalui Edukasi & Peer Educators Kesehatan Reproduksi Di Desa Tanjung Rejo. Monsu’ani Tano Jurnal Pengabdian Masyarakat, 3(1).

Rahima, R., & Hasgimianti, H. (2020). Pemahaman Remaja Tentang Bahaya Seks Bebas Dan Pernikahan Dini Di Desa Kualu Nenas Kampar Riau. Educational Guidance And Counseling Development Journal, 3(2), 61-68.

Ramadhan, M. G. (2024). Pengaruh Meaningful Inclusivity Youth Participation Terhadap Hak Kesehatan Seksual Dan Reproduksi Pada Santri Di Pondok Pesantren Hamalatul Qur'an Jogoroto Jombang (Doctoral Dissertation, Itskes Insan Cendikia Medika Jombang).

Rettob, N., & Murtiningsih, M. (2021). Hubungan Penggunaan Media Sosial Whatsapp Berkonten Pornografi Dengan Perilaku Seksual Berisiko Pada Remaja Di SMKN X Jakarta Timur. Jurnal Akademika Baiturrahim Jambi, 10(1), 145-155.

Sari, S. N. (2019). Keluarga, Teman Sebaya Dan Perilaku Seksual Remaja. Prophetic: Professional, Empathy, Islamic Counseling Journal, 2(2), 177-188.

Setiawati, N., Kartikasari, A., Anggraeni, M. D., Latifah, L., & Rahmawati, E. (2023). Perilaku Seksual Berisiko Pada Remaja Di Kabupaten Banyumas. Journal Of Bionursing, 5(1), 113-118.

Simanjuntak, B. Y., Suryani, D., Meriwati, M., Supardi, A., & Riastuti, F. (2021). Hubungan Faktor Internal Dengan Perilaku Seksual Berisiko Pada Remaja (Analisis SKAP Provinsi Bengkulu 2019). Jurnal Kesehata Vokasional, 6(4), 226-232.

Suryati, S., & Fitri, H. U. (2024). Penerapan Konseling Kelompok Menggunakan Teknik Assertive Training Untuk Mengurangi Pergaulan Bebas Remaja. Jurnal Psiko-Konseling, 2(1), 57-63.

Downloads

Published

2025-12-28