Hubungan asupan protein hewani, IMT/U, dan waktu tidur dengan kadar hemoglobin pada remaja putri di SMA

DOI: https://doi.org/10.33024/hjk.v19i6.1360

Authors

  • Manda Ayu Rahmawati Fakultas Kesehatan, Universitas Mitra Indonesia
  • Hidayatusy Syukrina Puteri Fakultas Kesehatan, Universitas Mitra Indonesia
  • Dewi Woro Astuti Fakultas Kesehatan, Universitas Mitra Indonesia
  • Radella Hervidea Fakultas Kesehatan, Universitas Mitra Indonesia

Anemia Hemoglobin Protein Hewani Remaja Putri

Abstract

Background: Anemia is a common nutritional problem in adolescent girls, especially during periods of rapid growth. One of the main factors causing anemia is low intake of animal protein, which contains heme iron and plays a vital role in hemoglobin formation. Adolescent girls have higher iron requirements, putting them at higher risk of anemia if their diets are inadequate.

Purpose: To determine the relationship between animal protein intake, BMI/Age, sleep time, and hemoglobin levels in high school adolescent girls.

Method: This study used a quantitative approach with a cross-sectional design. The subjects were 87 tenth- and eleventh-grade adolescent girls selected using a total sampling technique. Data on animal protein intake were collected using a semi-quantitative Fast Response Questionnaire (FFQ), and hemoglobin levels were measured using a digital hemoglobin meter. Data were analyzed using the Spearman Rank test with a significance level of 0.05.

Results: The majority of respondents (91.9%) had insufficient animal protein intake. 30.2% of respondents had mild anemia, and 4.7% had moderate anemia. Statistical test results showed a significant relationship between animal protein intake and hemoglobin levels (p < 0.05).

Conclusion: There is a significant relationship between animal protein intake and hemoglobin levels in adolescent girls.

Suggestion: Education on balanced nutrition is important to increase awareness and improve eating habits in adolescents to prevent anemia.

 

Keywords: Adolescent Girls; Anemia; Animal Protein; Hemoglobin.

 

Pendahuluan: Anemia merupakan salah satu masalah gizi yang umum terjadi pada remaja putri, terutama di masa pertumbuhan yang pesat. Salah satu faktor utama penyebab anemia adalah rendahnya asupan protein hewani, yang mengandung zat besi heme dan berperan penting dalam pembentukan hemoglobin. Remaja putri memiliki kebutuhan zat besi yang lebih tinggi, sehingga berisiko lebih besar mengalami anemia apabila pola makan tidak mencukupi.

Tujuan: Untuk mengetahui hubungan asupan protein hewani, IMT/U, waktu tidur dengan kadar hemoglobin pada remaja putri di SMA.

Metode: Penelitiian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional. Subjek penelitian berjumlah 87 remaja putri kelas X dan XI yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data asupan protein hewani dikumpulkan melalui kuesioner semi kuantitatif FFQ, dan kadar hemoglobin diukur menggunakan alat digital hemoglobin meter. Data dianalisis menggunakan uji Spearman Rank dengan tingkat signifikansi 0.05.

Hasil: Sebagian besar responden memiliki asupan protein hewani dalam kategori kurang (91.9%). Sebanyak 30.2% responden mengalami anemia ringan, dan 4.7% mengalami anemia sedang. Hasil uji statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara asupan protein hewani dengan kadar hemoglobin (p < 0.05).

Simpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara asupan protein hewani dengan kadar hemoglobin pada remaja putri.

Saran: Pentingnya edukasi gizi seimbang untuk meningkatkan kesadaran dan pola makan remaja dalam mencegah anemia.

 

Kata Kunci: Anemia; Hemoglobin; Protein Hewani; Remaja Putri.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Cepeda-Lopez, A. C., & Baye, K. (2020). Obesity and Iron-Deficiency Anemia: A Complex Relationship. Public Health Nutrition, 23(10), 1703–1704.

Darma, I. B. S., Sukraniti, D. P., & Kusumayanti, G. A. D. (2021). Hubungan Asupan Protein Hewani, Zat Besi dan Asam Folat dengan Kadar Hemoglobin Remaja Putri. Jurnal Ilmu Gizi, 8(3).

Dinas Kesehatan Kabupaten Pringsewu. (2025). Profil Kesehatan Kabupaten Pringsewu. Diakses dari: https://dinkes.pringsewukab.go.id/berita/profil/profil-kesehatan-kabupaten-pringsewu

Dinas Kesehatan Provinsi Lampung. (2024). Profil Kesehatan Provinsi Lampung Tahun 2023. Diakses dari: https://opendata.lampungprov.go.id/organisasi/8b31bdaa-48f2-4137-b152-854746c35b0c?page=10

Djogo, H. M. A., & Letor, Y. M. K. (2022). The Association Between Nutritional Status and Anemia in Adolescent Girls in Kupang City: A Cross-Sectional Study. KnE Life Sciences, 909-919.

Firmansyah, H., Harahap, W. A., & Rosmiati, R. (2023). Asupan Protein Berhubungan dengan Kejadian Anemia pada Siswi SMAN 11 Medan, Gema Kesehatan, 16(1).

Gantari, C. S., Hakim, I. A., Budiman, N., Afgani, S. H., & Syauqii, Z. A. (2025). Pengaruh Pola Tidur terhadap Kesehatan Mental Mahasiswa Pendidikan Bahasa Arab Universitas Pendidikan Indonesia. Jurnal Pendidikan Tambusai, 9(1), 1012-1020.

Hanifah, L. N., Nadiyah, N., Dewanti, L. P., Palupi, K. C., & Ronitawati, P. (2023). Mutu Gizi Pangan, Indeks Massa Tubuh Dan Kadar Hemoglobin Remaja Putri di Wilayah Lokus Stunting Desa Sukamantri Kabupaten Tangerang. Journal of Nutrition College, 13(1), 29-37.

Indrawatiningsih, Y., Hamid, A., Sari, E. P., & Listiono, H. (2021). Faktor-faktor yang Mempengaruhi Terjadinya Anemia pada Remaja Putri. Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi, 21(1), 331–337.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2022. Diakses dari: https://ayosehat.kemkes.go.id/pub/files/files46531._MATERI_KABKPK_SOS_SSGI.pdf

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024). Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023. Diakses dari: https://www.badankebijakan.kemkes.go.id/hasil-ski-2023/

Lestari, D. S., Jeki, A. G., & Fatmawati, T. Y. (2023). Status Gizi, Kebiasaan Sarapan dan Aktivitas Fisik Terhadap Anemia Remaja Putri SMKN 1 Kota Jambi. Jurnal Kesehatan Panca Bhakti Lampung, 11(2), 123–136.

Oktaviana, R., & Permadi, M. R. (2022). Hubungan Pola Makan Dan Status Gizi Dengan Kejadian Anemia Pada Santriwati Pondok Pesantren Annuriyyah Rambipuji, HARENA: Jurnal Gizi, 2(2).

Permatasari, D., & Soviana, E. (2022). Literature Review : Hubungan Asupan Protein terhadap Kejadian Anemia pada Remaja Putri. Indonesian Journal of Nutrition Science and Food, 1(2), 8-13.

Ridwan, D. I., & Werdiharini, A. E. (2025). Hubungan Konsumsi Protein Hewani dan Tablet Tambah Darah Dengan Kejadian Anemia Pada Remaja Putri di SMPN 1 Tanggul. HARENA : Jurnal Gizi, 5(2), 91–97.

Ristanti, I. K., Nafles, D. A. A., Prasiwi, N. W., & Lailiyah, E. J. (2024). Hubungan Asupan Protein Dengan Status Gizi Pada Remaja Putri Di Pondok Pesantren, Kabupaten Tuban. Jurnal Mitra Kesehatan (JMK), 6(2), 139-147.

Salsabil, I. S., & Nadhiroh, S. R. (2023). Literature Review: Hubungan Asupan Protein, Vitamin C, dan Zat Besi dengan Kejadian Anemia pada Remaja Putri. Media Gizi Kesmas, 12(1), 516-521.

Sammeng, W., & Surnawati, S. (2025). Hubungan Pola Makan, Kualitas Tidur dan Status Gizi Dengan Kadar Hemoglobin Remaja. Graha Medika Public Health Journal, 4(1).

Yogie, Y., Lestari, R. M., & Baringbing, E. P. (2024). Hubungan Kebiasaan Pola Tidur dengan Kejadian Anemia pada Remaja di Puskesmas Pahandut Kota Palangka Raya. Jurnal Surya Medika (JSM), 10(2), 335–343.

World Health Organization. (2023). Anaemia. Diakses dari: https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/anaemia

Downloads

Published

2025-08-31