Identifikasi tumbuh kembang anak dengan riwayat berat badan lahir rendah (BBLR)
DOI: https://doi.org/10.33024/hjk.v19i8.1326
Anak Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) Perkembangan Pertumbuhan
Abstract
Bcakground: Low birth weight remains a significant global public health problem due to its short- and long-term health effects. Low birth weight (LBW) is prevalent in developing countries, including Indonesia, particularly in areas with vulnerable populations. A baby's birth weight is the most important determinant of survival, growth, and subsequent development. Low birth weight can impact growth and development.
Purpose: To determine the growth and development of children with a history of low birth weight.
Method: A descriptive analytic cross-sectional study involving 53 respondents aged 36-72 months selected through accidental sampling. Chi-square analysis was used to determine the relationship between a history of low birth weight and child growth and development.
Results: Most children with a history of low birth weight had normal nutritional status (BW/A) (77.4%) and age-appropriate development (58.5%). The analysis showed no significant relationship between children with a history of low birth weight and nutritional status (BW/A) (p-value = 0.111) and development (p-value = 0.380). Children with a history of low birth weight (LBW) had a slightly reduced risk of malnutrition (0.946% CI 95%) and a 1.934-fold increased risk of developmental disorders (95% CI 95%).
Conclusion: There was no significant association between children with a history of low birth weight and the nutritional status and development of respondents.
Suggestion: Optimization of early detection of growth and development should be intensified. This should be made available not only to health services such as community health centers and hospitals, but also to parents, to understand their child's growth and development so they can optimize stimulation at home.
Keywords: Child; Development; Growth; Low Birth Weight (LBW).
Pendahuluan: Berat badan lahir rendah saat ini masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan secara global karena efek jangka pendek maupun panjang terhadap kesehatan. BBLR sebagian besar ditemui dinegara berkembang termasuk Indonesia, khususnya di daerah yang populasinya rentan. Berat bayi saat lahir merupakan penentu yang paling penting untuk menentukan peluang bertahan, pertumbuhan, dan perkembangan di masa depannya, permasalahan BBLR yang bisa mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangannya.
Tujuan: Untuk mengetahui pertumbuhan dan perkembangan anak dengan riwayat berat badan lahir rendah.
Metode: Deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional yang melibatkan 53 responden usia 36-72 bulan yang dipilih melalui accidental sampling. Analisis chi-square digunakan untuk mengetahui hubungan antara riwayat BBLR dengan tumbuh kembang anak.
Hasil: Sebagian besar anak dengan riwayat berat badan lahir rendah memiliki status gizi (BB/U) normal (77.4%) dan perkembangan yang sesuai usia (58.5%). Hasil analisis menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan antara anak dengan riwayat berat badan lahir rendah dengan status gizi (BB/U) (p-value=0.111) dan perkembangan (p-value=0.380). Anak dengan riwayat BBLR memiliki sedikit penurunan resiko mengalami gizi kurang sebesar 0.946 (CI 95%) dan memiliki resiko sebesar 1.934 kali lipat adanya gangguan perkembangan (CI 95%).
Simpulan: tidak ada hubungan yang signifikan antara anak dengan riwayat berat badan lahir rendah dengan status gizi dan perkembangan responden
Saran: Pengotimalan deteksi dini tumbuh kembang harus lebih digencarkan, tidak hanya dipelayanan Kesehatan seperti puskesmas dan rumah sakit saja yang mengetahuinya, namun orang tua juga harus tahu bagaimana kondisi pertumbuhan dan perkembangan anaknya agar dapat mengoptimalkan stimulasi dirumah.
Kata Kunci: Anak; Berat Badan Lahir Rendah (BBLR); Perkembangan; Pertumbuhan.
Downloads
References
Alba, A. D., Suntara, D. A., & Siska, D. (2021). Hubungan Riwayat BBLR dengan Kejadian Stunting pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Sekupang Kota Batam Tahun 2019. Jurnal Inovasi Penelitian, 1(12), 2769-2774.
Anhar, N. (2023). Hubungan Berat Badan Lahir dengan Perkembangan Anak Usia 1-3 Tahun di Desa Baluase. Jurnal Kolaboratif Sains, 6(7), 896-900.
Arifuddin, D., Nulanda, M., Jafar, M. A., & Abdullah, R. P. I. (2023). Hubungan Status Gizi Dan Riwayat BBLR Terhadap Perkembangan Anak Dengan Studi KPSP Dipuskesmas Maradekaya. Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran, 3(4), 308-318.
Badan Pusat Statistik. (2015). Profil Statistik Kesehatan Tahun 2015. Diakses Pada: Https://Www.Bps.Go.Id/Id/Publication/2015/11/20/2882b3b11b4df4731fee26a5/Profil-Statistik-Kesehatan-2015.Html
Balita, P. (2023). Hubungan Berat Badan Lahir dengan Status Gizi dan Perkembangan. Jurnal Bidan Pintar. 4(2).
Cutland, C. L., Lackritz, E. M., Mallett-Moore, T., Bardají, A., Chandrasekaran, R., Lahariya, C., Nisar, M. I., Tapia, M. D., Pathirana, J., Kochhar, S., & Muñoz, F. M. (2017). Low birth weight: Case definition & guidelines for data collection, analysis, and presentation of maternal immunization safety data. Vaccine, 35(48), 6492–6500.
Damayanti, D., & Salsyabilla, B. (2025). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Perkembangan Balita Usia 24-60 Bulan. PubHealth Jurnal Kesehatan Masyarakat, 4(1), 74-80.
Deviana, M., Damayanti, D. S., & Hamidah, H. (2024). Risk Factors For Low Birth Weight Babies At Rsud Koja Dki Jakarta. Jurnal Smart Kebidanan, 11(1), 23-29.
Domoff, S. E., Borgen, A. L., & Radesky, J. S. (2020). Interactional theory of childhood problematic media use. Human Behavior and Emerging Technologies, 2(4), 343–353.
Eshete-Tadesse, S., Chane Mekonnen, T., & Adane, M. (2020). Priorities for intervention of childhood stunting in northeastern Ethiopia: A matched case-control study. PLoS One, 15(9), e0239255.
Essineer, S. A. T., Cunha, A. A., Gomes, N., & Ferreira, M. A. P. (2000). Risk factors for low birth weight. International Journal of Gynecology & Obstetrics, 70(S2), 23–29.
Fanny, L., Sukmawti, S., Mas’ud, H., & Sirajuddin. (2023). Hubungan Riwayat Bblr Dengan Stunting Pada Anak Balita Di Kelurahan Boribellaya Kecamatan Turikale. Media Gizi Pangan, 30(2), 138–145.
Hartiningrum, I., & Fitriyah, N. (2019). Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) di Provinsi Jawa Timur Tahun 2012-2016. Jurnal Biometrika dan Kependudukan, 7(2), 97.
Hockenberry, M. J., Wilson, D., & Rodgers, C. C. (2021). Wong's essentials of pediatric nursing-e-book. Elsevier health sciences.
Kamilah, D. D., & Ningrum, W. M. (2020). Pertumbuhan Anak Umur 6-24 Bulan Dengan Riwayat Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR). Journal of Midwifery and Public Health, 2(1), 15-22.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2018). Laporan riset kesehatan dasar Provinsi DKI Jakarta. Diakses dari: https://repository.badankebijakan.kemkes.go.id/id/eprint/3881/
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2020. Diakses dari: https://kemkes.go.id/id/profil-kesehatan-indonesia-2020
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Modul Pelatihan Konseling Pemberian Makan Bayi Dan Anak (PMBA). Diakses dari: https://lms.kemkes.go.id/courses/9b6f711d-13ab-43fc-9103-69c21adbb03c
Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Pedoman Pelaksanaan SDIDTK. Diakses dari: https://kemkes.go.id/id/media/folder/pedoman
Lestari, D. A., & Adisasmita, A. C. (2021). Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) sebagai Determinan Terjadinya ISPA pada Balita Analisis SDKI Tahun 2017. Jurnal Epidemiologi Kesehatan Indonesia, 5(1).
Neupane, S., Scott, S., Piwoz, E., Kim, S. S., Menon, P., & Nguyen, P. H. (2023). More is not enough: High quantity and high quality antenatal care are both needed to prevent low birthweight in South Asia. PLOS Global Public Health, 3(6), e0001991.
Penjabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi. (2020). Laporan kesehatan provinsi DKI Jakarta 2020. Diakses dari: https://ppid-dinkes.jakarta.go.id/laporan
Prastiwi, M. H. (2019). Overview of growth and development in children age 3-6 years. Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada, 10(2), 242-249.
Primadani, A., Damayanti, D. S., & Prastiari, P. M. (2024). the Role of Father’S Parenting Style Children Aged 24–60 Months. Jurnal Smart Kebidanan, 11(2), 123–128.
Ramandhani, A. (2023). Asuhan Berkesinambungan Pada Ny. D Umur 21 Tahun Primigravida Dengan Kek Di Wilayah Kerja Puskesmas Kemiri Purworejo. (Doctoral Dissertation, Poltekkes Kemenkes Yogyakarta).
Saavedra, J. M., & Prentice, A. M. (2023). Nutrition in school-age children: a rationale for revisiting priorities. Nutrition Reviews, 81(7), 823-843.
Salsabila, F. I., Widiastuti, S. S., & Argarini, D. D. (2022). Hubungan Pendidikan Dan Pola Asuh Orang Tua Dengan Perkembangan Anak Usia Prasekolah 3-6 Tahun Di TK Nurul Abror Cibinong. MAHESA : Malahayati Health Student Journal, 2(4), 648–658.
Scharf, R. J., Stroustrup, A., Conaway, M. R., & Deboer, M. D. (2016). Growth and development in children born very low birthweight. Archives of Disease in Childhood: Fetal and Neonatal Edition, 101(5), F433–F438.
Suyami, S., Setianingsih, S., Khayati, F. N., & Rohmawati, A. N. (2023). Hubungan Riwayat Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) dengan Pertumbuhan Baduta. Jurnal Keperawatan, 15(4), 69–80.
Wati, R. W. (2021). Hubungan Riwayat BBLR, Asupan Protein, Kalsium, Dan Seng Dengan Kejadian Stunting Pada Balita. Nutrizione: Nutrition Research And Development Journal, 1(2), 1–12.
World Health Organization. (2025). Global Nutrion Target 2025: Breastfeeding policy brief. Diakses dari: https://www.who.int/publications/i/item/WHO-NMH-NHD-14.7
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Holistik Jurnal Kesehatan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.