Hubungan antara riwayat pemberian ASI eksklusif dengan status gizi balita 6-23 bulan

DOI: https://doi.org/10.33024/hjk.v19i9.1281

Authors

  • Christalia Renata Keren Telew Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Sam Ratulangi Manado
  • Nancy Swanida Henriette Malonda Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Sam Ratulangi Manado
  • Ester Candrawati Musa Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Sam Ratulangi Manado

Balita Riwayat Pemberian ASI Eksklusif Status Gizi

Abstract

Background: Nutritional problems such as underweight, stunting, wasting, and overweight are caused by a lack of exclusive breastfeeding. Breastfeeding during the first six months of life provides a source of energy and offers numerous benefits. Furthermore, breastfeeding can prevent nutritional problems in toddlers.

Purpose: To determine the relationship between a history of exclusive breastfeeding and the nutritional status of toddlers aged 6-23 months.

Method: This quantitative, observational, and analytical cross-sectional study was conducted from March to July 2025. The study population was toddlers aged 6-23 months living in Tounelet Village, Kaweng Village, and Paslaten Village. The sampling technique used was total sampling. The instruments used in this study were questionnaires and anthropometric measuring instruments. Data analysis used the chi-square statistical test with a significance level of p<0.05.

Results: In this study, the majority of toddlers (53) were not exclusively breastfed and had normal nutritional status, as measured by weight/age (91.6%), height/age (88.4%), and weight/length (80.0%). Fisher's exact test yielded a p-value >0.05, indicating no significant association between a history of exclusive breastfeeding and the nutritional status of toddlers aged 6-23 months based on the weight/age, height/age, and weight/length indices.

Conclusion: No significant association was found between a history of exclusive breastfeeding and nutritional status based on three indicators: weight/age, height/age, and weight/length in toddlers aged 6-23 months. However, mothers with toddlers should exclusively breastfeed for the first 6 months of life and regularly attend integrated health post.

 

Keywords: History of Exclusive Breastfeeding; Nutritional Status; Toddlers.

 

Pendahuluan: Masalah gizi yang terjadi seperti underweight, stunting, wasting, dan overweight salah satu penyebab terjadinya masalah gizi tersebut adalah kurangnya pemberian ASI eksklusif. Pemberian ASI selama 6 bulan kehidupan pertama merupakan sumber energi dan memiliki banyak manfaat. Selain itu, yang terpenting dapat mencegah terjadinya masalah gizi kepada balita.

Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara riwayat pemberian ASI eksklusif dengan status gizi balita 6-23 bulan.

Metode: Penelitian kuantitatif yang bersifat obsevasional analitik dengan desain penelitian cross sectional study di laksanakan pada bulan Maret-Juli 2025. Populasi pada penelitian ini yaitu balita yang berdomisili di desa Tounelet, desa Kaweng dan desa Paslaten berusia 6-23 bulan, dengan teknik pengambilan sampel berupa total sampling. Instrumen yang digunakan pada pada penelitian ini berupa kuesioner alat pengukuran antropometri. Analisis data pada penelitian ini menggunakan uji statistik chi square dengan tingkat kemaknaan p<0.05.

Hasil: Pada penelitian ini, sebagian besar balita tidak diberikan ASI secara eksklusif sebanyak 53 balita (55.8%), memiliki status gizi normal yang dilihat berdasarkan indikator/indeks BB/U (91.6%), PB/U (88.4%), dan BB/PB (80.0%). Hasil dari alternatif uji fisher’s exact test diperoleh nilai p >0.05, maka dinyatakan bahwa tidak ada hubungan signifikan antara riwayat pemberian ASI eksklusif dengan status gizi balita 6-23 bulan berdasarkan indeks BB/U, PB/U, dan BB/PB.

Simpulan: Tidak ditemukan adanya hubungan yang signifikan antara riwayat pemberian ASI eksklusif dengan status gizi berdasarkan 3 indikator, yaitu BB/U, PB/U, dan BB/PB pada balita dengan kelompok 6-23 bulan. Meskipun begitu ibu yang memiliki balita seharusnya dapat memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan pertama kehidupan dan secara rutin mengikuti kegiatan posyandu.

 

Kata Kunci: Balita; Riwayat Pemberian ASI Eksklusif; Status Gizi.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Angkasa, D., & Nadiyah, N. (2019). Ibu Berpendidikan Rendah Cenderung Memiliki Anak Lebih Kurus Dibandingkan Ibu dengan Pendidikan Tinggi. Indonesian Journal of Human Nutrition, 6(1), 53-61.

Fatiha, N. N., Sumadiono, S., & Patria, S. Y. (2020). Hubungan antara pemberian asi eksklusif dan status gizi pada anak usia lebih dari enam bulan. Skripsi:Perpustakaan Universitas Gadjah Mada.

Febrianti, E., Agrina, A., & Bayhakki, B. (2024). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pemberian ASI Eksklusif di Wilayah Pesisir. JUKEJ: Jurnal Kesehatan Jompa, 3(1), 8-16.

Kasumayanti, E., Hotna, S., & Mayasari, E. (2023). Faktor–faktor yang berhubungan dengan pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI) dini pada bayi 0-6 bulan di Desa Bukit Kemuning Wilayah Kerja UPT Puskesmas Sukaramai Tahun 2022. Jurnal Ners, 7(1), 770-775.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023a). Prevalensi Stunting di Indonesia Turun ke 21,6% dari 24,4%. Diakses dari: https://ayosehat.kemkes.go.id/prevalensi-stunting-di-indonesia-turun-ke-216-dari-244

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023b). Survei Kesehatan Indonesia Tahun 2023. Diakses dari: https://kemkes.go.id/app_asset/file_content_download/17169067256655eae5553985.98376730.pdf

Khusna, N. A., & Nuryanto, N. (2017). Hubungan usia ibu menikah dini dengan status gizi Balita di Kabupaten Temanggung. Journal of Nutrition College, 6(1), 1-10.

Najah, S. & Darmawi, D. (2022). Hubungan Faktor Ibu Dengan Kejadian Stunting Di Desa Arongan Kecamatan Kuala Pesisir Kabupaten Nagan Raya. Jurnal Biology Education, 10(2), 45– 55.

Pertiwi, P., Haniarti, H., & Nurlinda, N. (2024). Faktor yang Berpengaruh dengan Status Gizi Balita di Perkotaan dan Perdesaan. Jurnal Keperawatan Profesional (KEPO), 5(1), 146-160.

Pesik, L. F., Punuh, M. I., & Amisi, M. D. (2019). Hubungan Antara Pemberian ASI Eksklusif Dengan Status Gizi Anak Pada Usia 6-24 Bulan Di Desa Kima Bajo Kecamatan Wori Kabupaten Minahasa Utara. KESMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi, 8(6).

Pratiwi, E. A., Romadonika, F., Syamdarniati, S., Istiana, D., & Ningrum, R. C. (2023). The Relationship between Breastfeeding Patterns and Stunting Incidents in Children Aged 6-23 Months in the Working Area of the Pagesangan Community Health Center, Mataram City. Unram Medical Journal, 12(4), 344-350.

Purba, E. A., Kapantow, N. H., & Momongan, N. (2017). Hubungan antara pemberian asi eksklusif dengan status gizi bayi 6-12 bulan di wilayah kerja puskesmas tatelu kecamatan dimembe kabupaten minahasa utara. KESMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi, 6(4).

Sumilat, M. F., Malonda, N. S., & Punuh, M. I. (2019). Hubungan antara status imunisasi dan pemberian asi eksklusif dengan status gizi balita usia 24-59 bulan Di Desa Tateli Tiga Kecamatan Mandolang Kabupaten Minahasa. KESMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi, 8(6).

Suprihartini, C. (2024). Hubungan Riwayat Pemberian Asi Eksklusif Dengan Status Gizi Bayi Usia 6-12 Bulan Di Desa Sambiresik Kecamatan Gampengrejo Kabupaten Kediri. pdf. In Proceedings of the National Health Scientific Publication Seminar, (3) 4, 1330-1334).

United Nations Children's Fund. (2022). Mengatasi tiga beban malnutrisi di Indonesia. Diakses dari: https://www.unicef.org/indonesia/id/gizi

United Nations Children's Fund. (2024). Perubahan Iklim dan Gizi di Indonesia. Diakses dari: https://www.unicef.org/indonesia/id/gizi/laporan/perubahan-iklim-dan-gizi-di-indonesia

Victora, C. G., Bahl, R., Barros, A. J., França, G. V., Horton, S., Krasevec, J., & Rollins, N. C. (2016). Breastfeeding in the 21st century: epidemiology, mechanisms, and lifelong effect. The lancet, 387(10017), 475-490.

Waluyo, D., Rahim, E., & Camaru, Y. M. (2022). Hubungan pengetahuan ibu dan pemberian ASI eksklusif dengan status gizi anak usia 6-24 bulan di Kelurahan Moodu Kecamatan Kota Timur Kota Gorontalo. Graha Medika Public Health Journal, 1(2), 91-99.

Wattimena, N. F., Punuh, M. I., & Ratag, B. T. (2022). Hubungan Riwayat Pemberian ASI Ekslusif dengan Status Gizi pada Anak Usia 12-59 Bulan di Puskesmas Modoinding Kabupaten Minahasa Selatan. KESMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi, 11(4).

Wendiranti, C. I., Subagio, H. W., & Wijayanti, H. S. (2017). Faktor Risiko Kegagalan ASI Eksklusif. Journal of Nutrition College, 6(3), 241-248.

World Health Organization. (2022). Estimasi gabungan malnutrisi anak. Diakses dari: https://www.who.int/data/gho/data/themes/topics/joint-child-malnutrition-estimates-unicef-who-wb

Yati, U., Sukamto, E., & Wijayanti, E. (2023). Pengaruh Konsumsi Nugget Jantung Pisang Terhadap Peningkatan Produksi Asi Ibu Menyusui Di Desa Bumi Rahayu Kecamatan Tanjung Selor Kabupaten Bulungan Tahun 2023. Aspiration of Health Journal, 1(3), 457-467.

Zirva, A., Zara, N., & Akbar, M. K. (2022). Hubungan Tingkat Pendidikan dan Pengetahuan Ibu Mengenai MP-ASI dengan Status Gizi Balita Usia 6 sampai 24 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Syamtalira Bayu. GALENICAL: Jurnal Kedokteran Dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh, 1(1), 13.

Downloads

Published

2025-11-17