Analisis hubungan pemberian ASI eksklusif dengan kejadian wasting pada balita usia 6-12 bulan
DOI: https://doi.org/10.33024/hjk.v19i7.1274
ASI Eksklusif Balita Wasting
Abstract
Background: Introduction: Wasting is a condition characterized by rapid weight loss or inability to gain weight, often reflecting acute malnutrition.
Purpose: To identify and analyze the relationship between exclusive breastfeeding and wasting in toddlers aged 6 to 12 months.
Method: This quantitative study used an observational analytical design and a cross-sectional approach. The population consisted of 90 toddlers aged 6-12 months living in Warembungan, Pineleng Satu, Pineleng Satu Timur, Pineleng Dua, and Pineleng Dua Indah villages. The sampling technique used total sampling. Data were collected using a questionnaire that explored exclusive breastfeeding history and anthropometric measurements to determine wasting status based on weight-for-height (BW/H) indicators according to WHO standards.
Results: A total of 52.2% of toddlers were not exclusively breastfed, and 4.4% were wasted. Statistical tesing using the Fisher's Exact test showed a p-value of 0.3455 (p > 0.05), indicating no significant relationship between exclusive breastfeeding and wasting.
Conclusion: Although exclusive breastfeeding did not significantly impact wasting in this population, other factors may play a significant role. These factors may include socioeconomic status, access to health services, and complementary feeding practices.
Suggestion: Mothers with toddlers should participate more actively in routine Posyandu (integrated health posts) activities to monitor their children's nutritional status and consult with health workers if they experience breastfeeding difficulties.
Keywords: Exclusive Breastfeeding; Toddlers; Wasting.
Pendahuluan: Wasting adalah kondisi yang ditandai dengan penurunan berat badan yang cepat atau ketidakmampuan untuk menambah berat badan, yang sering kali mencerminkan malnutrisi akut.
Tujuan: Untuk mengidentifikasi dan menganalisis hubungan antara pemberian ASI eksklusif dan kejadian wasting pada balita usia 6 hingga 12 bulan.
Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain observasional analitik dan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini terdiri dari 90 balita berusia 6-12 bulan yang berdomisili di desa Warembungan, Pineleng Satu, Pineleng Satu Timur, Pineleng Dua, dan Pineleng Dua Indah. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner yang menggali riwayat pemberian ASI eksklusif dan pengukuran antropometri untuk menentukan status wasting berdasarkan indikator berat badan menurut tinggi badan (BB/TB) sesuai standar WHO.
Hasil: Sebanyak 52.2% balita tidak menerima ASI eksklusif dan 4.4% balita mengalami wasting. Uji statistik menggunakan uji Fisher’s Exact menunjukkan nilai p = 0.3455 (p > 0.05), mengindikasikan tidak adanya hubungan yang signifikan antara pemberian ASI eksklusif dan kejadian wasting.
Simpulan: Meskipun pemberian ASI eksklusif tidak memiliki dampak signifikan terhadap kejadian wasting pada populasi ini, faktor lain mungkin memainkan peran yang penting. Faktor-faktor tersebut dapat mencakup status sosial ekonomi, akses terhadap layanan kesehatan, dan praktik pemberian makanan pendamping.
Saran: Bagi ibu yang memiliki balita untuk lebih aktif berpartisipasi kegiatan posyandu secara rutin agar dapat memantau perkembangan status gizi anak serta berkonsultasi kepada tenaga kesehatan jika mengalami kendala dalam menyusui.
Kata Kunci: ASI Eksklusif; Balita; Wasting.
Downloads
References
Afriyani, R., Malahayati, N., & Hartati, H. (2016). Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kejadian Wasting pada Balita Usia 1-5 Tahun di Puskesmas Talang Betutu Kota Palembang. Jurnal Kesehatan, 7(1), 66-72.
Anwar, K., Salsabilla, A., & Syah, M. (2023). The Relationship between the Frequency of Formula Feeding and the Use of Milk Bottle Size with the Nutritional Status of Infants Aged 0-24 Months at Puskesmas Merdeka, Bogor City. Amerta Nutrition, 7.
Filania, F., Ermawati, I., & Supriyadi, B. (2024). Hubungan Pemberian Susu Formula Dengan Kejadian Diare Pada Bayi Dan Balita. CERMIN: Jurnal Penelitian, 8(1), 218-228.
Imansari, D., Rizqi, E. R., & Lasepa, W. (2024). Hubungan Pengetahuan Ibu dan Pemberian Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI) dengan Kejadian Wasting pada Baduta Studi di Wilayah Kerja Puskesmas Pusako. Science: Indonesian Journal of Science, 1(3), 744-749.
Intiyati, A., Putri, R. D. Y., Edi, I. S., Taufiqurrahman, T., Soesanti, I., Pengge, N. M., & Shofiya, D. (2024). Correlation between Exclusive Breastfeeding, Complementary Feeding, Infectious Disease with Wasting among Toddlers: a Cross-Sectional Study. Amerta Nutrition, 8(2SP), 1-8.
Iswari, R. S., Arini, F. A., Sandra, L., Purwaningsih, D., & Yuniastuti, A. (2022). Biokimia Gizi. Jakarta: GalionoDigdaya Kawthar. Punjungsari, TN (2023). SNP (Single Nucleotide Polymorphism) at Adiponectin Gene in Type, 2.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022) ASI Eksklusif. Diakses dari: https://keslan.kemkes.go.id/view_artikel/1046/asi-eksklusif
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Prevalensi wasting di Indonesia. Diakses dari: https://lms.kemkes.go.id/courses/c3d88f60-9589-4ba9-98f3-3063ac9bdba2
Khadija, U., Mahmood, S., Ainee, A., Quddoos, M. Y., Ahmad, H., Khadija, A., & Hussain, A. (2022). Nutritional health status: association of stunted and wasted children and their mothers. BMC pediatrics, 22(1), 255.
Kojongian, C. F., Malonda, N. S., & Kapantow, N. H. (2018). Hubungan Antara Riwayat Pemberian ASI dengan Status Gizi pada Anak Usia 24-59 Bulan di Kecamatan Tombatu Utara Kabupaten Minahasa Tenggara. KESMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi, 7(4).
Malonda, N. S. H., & Sanggelorang, Y. (2020). Upaya peningkatan pengetahuan kader posyandu dalam kegiatan pelatihan pendampingan pemberian ASI eksklusif di kelurahan Tataaran II Tondano Selatan Kabupaten Minahasa. Jurnal Perempuan Dan Anak Indonesia, 2(1), 12-18.
Pesik, L. F., Punuh, M. I., & Amisi, M. D. (2019). Hubungan Antara Pemberian ASI Eksklusif Dengan Status Gizi Anak Pada Usia 6-24 Bulan Di Desa Kima Bajo Kecamatan Wori Kabupaten Minahasa Utara. KESMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi, 8(6).
Purnamasari, D. (2022). Hubungan Usia Ibu Dengan Pemberian ASI Eksklusif Di Kota Yogyakarta. Jurnal Bina Cipta Husada: Jurnal Kesehatan Dan Science, 18(1), 131-139.
Sanggelorang, Y., Malonda, N. S. H., Punuh, M. I., & Novita, V. (2025). Hubungan riwayat pemberian ASI dan kejadian wasting pada balita: Analisis data SSGI 2022. Holistik Jurnal Kesehatan, 18(12), 1522-1527.
Septikasari, M. (2018). Status gizi anak dan faktor yang mempengaruhi. Uny Press.
Sihwi, S. W., Mulyasari, H., Saptono, R., & Wiboworini, B. (2014). Sistem rekomendasi menu harian makanan pendamping air susu ibu (MPASI) berdasarkan kebutuhan kalori bayi dengan metode TOPSIS. Jurnal Ilmu Komputer dan Agri-Informatika, 3(2), 122-131.
Sumilat, M. F., Malonda, N. S., & Punuh, M. I. (2019). Hubungan antara status imunisasi dan pemberian asi eksklusif dengan status gizi balita usia 24-59 bulan Di Desa Tateli Tiga Kecamatan Mandolang Kabupaten Minahasa. KESMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi, 8(6).
Syafrawati, S., & Afritika, A. (2023). Kenali Masalah Obesitas dan Gizi Kurang. Sumatra Barat: Suluah Kato Khatulistiwa. CV. Suluah Kato Khatulistiwa: Sumatera Barat.
World Health Organization. (2023). Infant and young child feeding. Diakses dari: https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/infantand-young-child-feeding
Yendi, Y. O. N., Candrawati, E., & Warsono, W. (2017). Perbedaan berat badan bayi usia 2-6 bulan yang mendapat ASI eksklusif dan asi non eksklusif di Desa Mulyo Agung Malang. Nursing News: Jurnal Ilmiah Keperawatan, 2(2).
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Holistik Jurnal Kesehatan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.