Hubungan antara status sosial ekonomi dengan kejadian stunting pada balita
DOI: https://doi.org/10.33024/hjk.v19i8.1273
Balita Status Sosial Ekonomi Stunting
Abstract
Background: Indonesia faces significant nutritional challenges, namely high rates of stunting among toddlers. Stunting can begin during fetal development and continue after birth, but it usually becomes apparent at the age of two. The main causes of stunting are chronic malnutrition and recurrent infections experienced during the first 1,000 days of life. One of the underlying factors contributing to stunting is socioeconomic status.
Purpose: To investigate the relationship between socioeconomic status and the incidence of stunting in infants.
Method: A quantitative approach with an analytical observational design and a cross-sectional approach. The study population consists of infants aged 24–59 months in the Pineleng Health Center service area, with a sample size of 100. Sampling was conducted using probability sampling with simple random sampling. The instruments used include questionnaires and anthropometric measurements based on height-for-age (HAZ) indices. Data analysis was performed using the chi-square test and Fisher’s exact test.
Results: There is a significant association between the father’s education (p = 0.002), the mother’s education (p = 0.002), and the mother’s occupation (p = 0.040) with stunting in toddlers in the Pineleng Health Center’s service area. Conversely, no association was found between the father's occupation (p = 1.000) and food and non-food expenditures (p = 1.000) with stunting in toddlers in the area.
Conclusion: There is a significant relationship between socioeconomic status (parents' education, mother's occupation) and the incidence of stunting in toddlers in the working area of the Pineleng Community Health Center in Minahasa Regency.
Suggestion: Parents should be more active in seeking information about meeting their children's nutritional needs through posyandu activities and nutritional counseling, and play a role in managing family resources to meet balanced food and nutritional needs.
Keywords: Sosio-economic Status; Stunting; Toddlers.
Pendahuluan: Indonesia menghadapi tantangan gizi yang signifikan yaitu tingginya angka stunting pada balita. Stunting dapat dimulai selama perkembangan janin dan berlanjut setelah kelahiran, tetapi biasanya menjadi terlihat pada usia dua tahun. Penyebab utama stunting adalah malnutrisi kronis dan infeksi berulang yang dialami selama 1.000 hari pertama kehidupan. Salah satu faktor yang mendasari terjadinya masalah stunting adalah status sosial ekonomi.
Tujuan: Untuk menginvestigasi hubungan antara status sosial ekonomi dan kejadian stunting pada balita.
Metode: Pendekatan kuantitatif dengan desain observasional analitik dan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini terdiri dari balita berusia 24-59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Pineleng, dengan jumlah sampel sebanyak 100. Teknik pengambilan sampel dilakukan melalui probability sampling dengan metode simple random sampling. Instrumen yang digunakan mencakup kuesioner dan pengukuran antropometri berdasarkan indeks tinggi badan menurut umur (TB/U). Analisis data dilakukan menggunakan uji statistik chi-square dan fisher’s exact test.
Hasil: Menunjukkan adanya hubungan signifikan antara pendidikan ayah (p = 0,002), pendidikan ibu (p = 0,002), dan pekerjaan ibu (p = 0,040) dengan kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Pineleng. Sebaliknya, tidak ditemukan hubungan antara pekerjaan ayah (p = 1,000) serta pengeluaran pangan dan non-pangan (p = 1,000) dengan kejadian stunting pada balita di wilayah tersebut.
Simpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara status sosial ekonomi (pendidikan orang tua, pekerjaan ibu) dengan kejadian stunting pada balita.
Saran: Orang tua supaya lebih aktif mencari informasi tentang memenuhi kebutuhan gizi anak melalui kegiatan posyandu dan konseling gizi, serta berperan dalam mengelola sumber daya keluarga untuk memenuhi kebutuhan makanan dan gizi yang seimbang.
Kata Kunci: Balita; Status Sosial Ekonomi; Stunting.
Downloads
References
Ahnafani, M. N., Ariani, M., Fetriyah, U. H., & Nito, P. J. B. (2024). Hubungan Status Ekonomi dan Tingkat Pendidikan Ibu Dengan Kejadian Stunting Pada Balita. Holistik Jurnal Kesehatan, 18(8), 988–1000.
Amelia, L. N. (2023). Hubungan faktor sosial ekonomi dan pola asuh dengan status gizi balita di wilayah Suburban Kelurahan Naioni Kota Kupang. Universitas Nusa Cendana.
Ardianti, A. D., & Sumarmi, S. (2023). Keragaman Pangan Balita dan Pengeluaran Pangan Sebagai Faktor Risiko Stunting Pada Balita. Jurnal Kesehatan Tambusai, 4(4), 5974–5982.
Badan Pusat Statistik Kabupaten Minahasa. (2021). Kecamatan Pineleng Dalam Angka 2021. Diakses dari: https://minahasakab.bps.go.id/id/publication/2021/09/24/05927926d19ae975ad04e4c2/kecamatan-pineleng-dalam-angka-2021.html
Badan Pusat Statistik Provinsi Sulawesi Utara. (2025). Rata-rata Pengeluaran per Kapita Sebulan Makanan dan Bukan Makanan di Daerah Perkotaan dan Perdesaan Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Sulawesi Utara (rupiah). Diakses dari: https://sulut.bps.go.id/id/statistics-table/3/V1ZKMWVrSTNOek5ZZUZOcVZEZGFValJvV0hWalFUMDkjMyM3MTAw/rata-rata-pengeluaran-per-kapita-sebulan-makanan-dan-bukan-makanan-di-daerah-perkotaan-dan-perdesaan-menurut-kabupaten-kota-di-provinsi-sulawesi-utara-rupiah-.html?year=2024
Halik, N., Malonda, N. S., & Kapantow, N. H. (2018). Hubungan antara faktor sosial ekonomi keluarga dengan status gizi pada anak usia 24-59 bulan di wilayah kerja pusksmas pusomaen kabupaten minahasa tenggara. KESMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi, 7(3).
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2018). Laporan Nasional Riskesdas 2018 (pp. 1–674). Diakses dari: https://repository.badankebijakan.kemkes.go.id/id/eprint/3514/
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 Dalam Angka. 1–965. Diakses dari: https://www.badankebijakan.kemkes.go.id/hasil-ski-2023/
Kurniawati, N., & Yulianto, Y. (2022). Pengaruh jenis kelamin balita, usia balita, status keluarga dan pendapatan keluarga terhadap kejadian pendek (stunted) pada balita di Kota Mojokerto. Pengembangan Ilmu dan Praktik Kesehatan, 1(1), 76-92.
Lao, I. F., Talahatu, A. H., & Aspatria, U. (2025). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Status Gizi Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Tarus Kabupaten Kupang. Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat, 4(2), 484–495.
Malonda, N. S. H., Warouw, F., Kawatu, P. A. T., & Sanggelorang, Y. (2020). History of Exclusive Breastfeeding and Complementary Feeding as a Risk Factor of Stunting in Children Age 36-59 Months in Coastal Areas. Journal of Health, Medicine and Nursing, 70, 52–57.
Samsuddin, S., Agusanty, S. F., Desmawati, D., Kurniatin, L. F., Bahriyah, F., Wati, I., Ulva, S. M., Abselian, U. P., Laili, U., Malik, M. F., Purwadi, H. N., & Ernawati, Y. (2023). Stunting. CV. Eureka Media Aksara, Bojongsari-Purbalingga. https://repository.penerbiteureka.com/media/publications/563992-stunting-6530db6d.pdf
Sanggelorang, Y., Sebayang, F. A. A., Malonda, N. S., & Rumayar, A. A. (2024). Insights Into Childhood Malnutrition: an Analysis on Food Vulnerability and Stunting Using 2021 Indonesian Nutritional Status Survey Data. Media Gizi Indonesia, 19(3), pp.282–290.
Saputri, P. D., & Putriningtyas, N. D. (2024). Kejadian Stunting pada Balita Usia 25-59 Bulan. Indonesian Journal of Public Health and Nutrition, 4(2), 191–200.
Savita, R., & Amelia, F. (2020). Hubungan Pekerjaan Ibu, Jenis Kelamin, dan Pemberian ASI Eksklusif Terhadap Kejadian Stunting Pada Balita 6-59 Bulan di Bangka Selatan. Jurnal Kesehatan Poltekkes Kemenkes Ri Pangkalpinang, 8(1), 1–8.
Sugianti, E., Putri, B. D., & Buanasita, A. (2024). Peran ayah terhadap kejadian stunting pada balita di perdesaan. Amerta Nutrition, 8(2), 214-221.
Supardi, N., Sinaga, T. R., Hasanah, F. L. N., Fajriana, H., Puspareni, P. L. D., Atjo, N. M., Maghfiroh, K. & Humaira, W. (2023). Gizi Pada Bayi dan Balita. Yayasan Kita Menulis.
Tarigan, F. A., Adwendi, S. J., & Iqbal, M. (2024). Provinsi Sulawesi Utara Dalam Angka (I. A. Lolowang & M. Iqbal (eds.); Vol. 37). BPS Provinsi Sulawesi Utara. Diakses dari: https://sulut.bps.go.id/id/publication/2024/02/28/5fe639183cbf130f96716254/provinsi-sulawesi-utara-dalam-angka-2024.html
Wahyuni, S., Wahyuningsih, A., & Hartati, L. (2022). Hubungan pengetahuan ibu tentang pemenuhan gizi seimbang dengan status gizi pada balita usia 24-35 bulan di desa Manjung Ngawen, Klaten. INVOLUSI: Jurnal Ilmu Kebidanan, 12(2), 42-47.
World Health Organization. (2023). The State of Food Security and Nutrition in the World 2023. Diakses dari: https://www.who.int/publications/m/item/the-state-of-food-security-and-nutrition-in-the-world-2023
Wulandari, S. R., & Kaimudin, L. (2023). Gambaran Kejadian Stunting Pada Balita di Pusksemas Paliyan Gunung Kidul Yogyakarta. Indonesian Health Journal, 2(2), 192–199.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Holistik Jurnal Kesehatan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.