Hubungan asupan zat gizi makro dan kebiasaan olahraga dengan kejadian dismenore pada remaja putri

DOI: https://doi.org/10.33024/hjk.v19i6.1257

Authors

  • Magalih Prestiana Tantri Program Studi Ilmu Gizi, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Surakarta
  • Dyah Intan Puspitasari Program Studi Ilmu Gizi, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Surakarta
  • Muwakhidah Muwakhidah Program Studi Ilmu Gizi, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Surakarta

Dismenore Primer Kebiasaan Olahraga Remaja Putri Zat Gizi Makro

Abstract

Background: Primary dysmenorrhea is a common menstrual pain complaint experienced by adolescent girls and can disrupt daily activities. Several factors suspected of being associated with dysmenorrhea include macronutrient intake and exercise habits. Regular exercise habits have the potential to reduce pain intensity through physiological mechanisms, one of which is increased endorphin release.

Purpose: To determine the relationship between macronutrient intake and exercise habits with the incidence of dysmenorrhea in adolescent girls.

Method: A descriptive correlational design with a cross-sectional approach. A sample of 80 female students in grades 10 and 11 were selected using purposive and stratified random sampling techniques. Data were collected through 3x24-hour recall questionnaires, an exercise habits questionnaire, and the WaLIDD questionnaire to assess dysmenorrhea levels. Univariate and bivariate analyses were performed using the Chi-Square test.

Results: There was no significant association between protein (p=0.330) and carbohydrate (p=0.639) intake and dysmenorrhea levels. However, there was a significant association between fat intake (p=0.005) and exercise habits (p=0.002) and the incidence of dysmenorrhea.

Conclusion: Fat intake and exercise habits were statistically significant in relation to the severity of dysmenorrhea. Respondents with adequate fat intake and who exercised regularly experienced less severe dysmenorrhea compared to respondents with a fat deficit and those who did not exercise regularly.

Suggestion: It is recommended that female students practice regular exercise, at least three times a week for 30–60 minutes, to help reduce dysmenorrhea symptoms.

 

Keywords: Adolescent Girls; Exercise Habit; Macronutrients; Primary Dysmenorrhea.

 

Pendahuluan: Dismenore primer merupakan keluhan nyeri menstruasi yang umum dialami remaja putri dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Beberapa faktor yang diduga berhubungan dengan kejadian dismenore antara lain asupan zat gizi makro dan kebiasaan olahraga. Kebiasaan olahraga teratur berpotensi menurunkan intensitas nyeri melalui mekanisme fisiologis, salah satunya dengan peningkatan pelepasan endorfin.

Tujuan: Untuk mengetahui hubungan asupan zat gizi makro dan kebiasaan olahraga dengan kejadian dismenore pada remaja putri.

Metode: Desain deskriptif korelatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 80 siswi kelas X dan XI yang dipilih dengan teknik purposive dan stratified random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner recall 3x24 jam, kuesioner kebiasaan olahraga, dan kuesioner WaLIDD untuk menilai tingkat dismenore. Analisis dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi Square.

Hasil: Tidak terdapat hubungan signifikan antara asupan protein (p=0.330) dan karbohidrat (p=0.639) dengan tingkat dismenore. Namun, terdapat hubungan signifikan antara asupan lemak (p=0.005) dan kebiasaan olahraga (p=0.002) dengan kejadian dismenore.

Simpulan: Asupan lemak dan kebiasaan olahraga memiliki hubungan yang signifikan secara statistik dengan tingkat keparahan dismenore. Responden dengan asupan lemak adekuat dan yang rutin berolahraga mengalami tingkat dismenore yang lebih ringan dibandingkan dengan responden dengan asupan lemak defisit dan yang tidak rutin berolahraga.

Saran: Siswi remaja membiasakan diri berolahraga secara rutin, minimal tiga kali seminggu dengan durasi 30–60 menit, guna membantu mengurangi gejala dismenore.

 

Kata Kunci: Dismenore Primer; Kebiasaan Olahraga; Remaja Putri; Zat Gizi Makro.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Alatas, F., & Larasati, T. A. (2016). Dismenore primer dan faktor risiko dismenore primer pada remaja. Medical Journal of Lampung University (MAJORITY), 5(3), 79–84.

Apriyanti, F., Harmia, E., & Andriani, R. (2018). Hubungan status gizi dan usia menarche dengan kejadian dismenore pada remaja putri di SMA 1 Bangkinang Kota tahun 2018. Jurnal Maternitas Kebidanan, 3(2), 49–58.

Aulya, Y., Kundaryanti, R., & Rena, A. (2021). Hubungan usia menarche dan konsumsi makanan cepat saji dengan kejadian dismenore primer pada siswi di Jakarta Tahun 2021. Jurnal Menara Medika, 4(1), 10–21.

Damayanti, A. N., Setyoboedi, B., & Fatmaningrum, W. (2022). Correlation between dietary habbits with severity of dysmenorrhea among aldolescent girl. Indonesian Midwifery and Health Sciences Journal, 6(1), 83–95.

Davidson, S. M., Dampang, D. P., & Rombe, A. (2022). Consumption pattern and nutritional status related to adolescent dysmenorrhea. PLACENTUM: Jurnal Ilmiah Kesehatan Dan Aplikasinya, 10(3), 208.

Dewantari, N. M. (2013). Peranan gizi dalam reproduksi. Jurnal Skala Husada, 10(2), 219–224.

Fairuz, A. Z., Afifah,A., Fahrizal, M. B., Annisa, N., & Sari, T. R. (2022). Metabolisme protein dalam tubuh manusia. Jurnal Ilmu Alam Indonesia, 1–9.

Fitria, F., & Haqqattiba’ah, A. (2020). Pengaruh Akupresur dengan teknik tuina terhadap pengurangan nyeri haid (disminore) pada remaja putri. Jurnal Ners Dan Kebidanan, 7(1), 073–081.

Gustini, L., Lipoeto, N. I., & Utama, B. I. (2017). Hubungan massa lemak dengan dismenore primer pada remaja putri di Stikes Ceria Buana Bukittinggi. Jurnal Kesehatan Andalas, 6(1), 32.

Gutman, G., Nunez, A. T., & Fisher, M. (2022). Dysmenorrhea in adolescents. Current Problems in Pediatric and Adolescent Health Care, 52(5), 101186.

Güzeldere, H. K. B., Efendioğlu, E. H., Mutlu, S., Esen, H. N., Karaca, G. N., & Çağırdar, B. (2024). The relationship between dietary habits and menstruation problems in women: a cross-sectional study. BMC Women’s Health, 24(1), 1–8.

Hadi, F. K. (2020). Aktivitas olahraga bersepeda masyarakat di kabupaten malang pada masa pandemi covid-19. Sport Science and Education Journal, 1(2), 28–36.

Horman, N., Manoppo, J., & Meo, L. N. (2021). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian dismenore primer pada remaja puteri di Kabupaten Kepulauan Sangihe. Jurnal Keperawatan, 9(1), 38.

Huda, K., Mulyadi, R. I., Farpina, E., & Wiryanto. (2025). Hubungan pola makan, aktivitas fisik, dan asupan protein dengan dismenore pada siswi di SMPN 4 Samarinda. Journal of Nutrition College, 14(1), 1–10.

Indrawati, A. (2022). Hubungan Asupan Lemak, Kalsium, magnesium dan status gizi dengan kejadian dismenorea primer pada siswi SMAN 9 Surabaya. Jurnal Gizi Universitas Negeri Surabaya, 2(3), 164–171.

Juliana, I., Rompas, S., & Onibala, F. (2019). Hubungan dismenore dengan gangguan siklus haid pada remaja di SMA N 1 Manado. Jurnal Keperawatan, 7(1), 1–8.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2014). Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 25 Tahun 2014 tentang Upaya Kesehatan Anak. Diakses dari: https://peraturan.bpk.go.id/Details/117562/permenkes-no-25-tahun-2014

Kojo, N. H., Kaunang, T. M. D., & Rattu, A. J. M. (2021). Hubungan faktor-faktor yang berperan untuk terjadinya dismenore pada remaja putri di era normal baru. E-CliniC, 9(2), 429.

Kusumaningrum, T., Nastiti, A. A., Dewi, L. C., & Lutfiani, A. (2019). The correlation between physical activity and primary dysmenorrhea in female adolescents. Indian Journal of Public Health Research and Development, 10(8), 2559–2563.

Maesaroh, D. A., Sugiyanta, & Nurmaida, E. (2025). Correlation of macronutrient intake, nutritional status and age of menarche with primary dysmenorhore. Indonesian Midwifery and Health Sciences Journal, 9(1), 35–44.

Mouliza, N. (2020). Faktor yang berhubungan dengan kejadian dismenore pada remaja putri di MTS Negeri 3 Medan Tahun 2019. Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi, 20(2), 545.

Naraoka, Y., Hosokawa, M., Minato-Inokawa, S., & Sato, Y. (2023). Severity of menstrual pain is associated with nutritional intake and lifestyle habits. Healthcare (Switzerland), 11(9), 1–14.

Ning, C. H., Vasanthi, R. K., & Muniandy, Y. (2020). Study on the Prevalence of dysmenorrhea and its relationship with physical activity among young adults. International Journal of Health Sciences and Research, 10(10), 39-45.

Njoku, U. C., Amadi, P. U., & Amadi, J. A. (2021). Nutritional modulation of blood pressure and vascular changes during severe menstrual cramps. Journal of Taibah University Medical Sciences, 16(1), 93–101.

Novita, R. (2018). Hubungan status gizi dengan gangguan menstruasi pada remaja putri di SMA Al-Azhar Surabaya. Amerta Nutrition, 2(2), 172–181.

Nurlaily, E. Z., & Nindya, T. S. (2016). Hubungan antara status gizi dan kerutinan olahraga dengan kejadian dismenore pada remaja putri. Jurnal Ilmiah Kebidanan, 2(2), 21–31.

Nuryanti, R. D., Sopiah, P., & Rosyda, R. (2023). Efektivitas kompres hangat pada dismenore remaja perempuan: Narative literatur review. TEKNOSAINS : Jurnal Sains, Teknologi Dan Informatika, 10(2), 266–273.

Oktobriariani, R. R. (2020). Hubungan Status gizi dan kebiasaan olah raga dengan kejadian dismenore primer pada mahasiswi d-iii kebidanan Universitas Muhammadiyah Ponorogo. JIDAN: Jurnal Ilmiah Bidan, 4(1), 1–7.

Putri, E. B. A., Nurbaeti, T. S., Afrinis, N., Lasepa, W., Rizqi, E. R., Sari, R. A., & Majiding, C. M. (2023). Ilmu gizi dan pangan (Teori dan penerapan). CV Media Sains Indonesia: Bandung.

Putri, R. O. M., & Riyadi, H. (2023). Hubungan kebiasaan makan, aktivitas fisik, dan kebiasaan olahraga dengan kejadian dismenorea pada remaja putri di Kota Pariaman. Jurnal Ilmu Gizi Dan Dietetik, 2(4), 237–244.

Rahayuningsih, D., Melani, V., Angkasa, D., Harna, H., & Nadiyah, N. (2023). The correlation of animal protein and calcium adequacy level, stress level with exercise habits towards primary dysmenorrhea pain in female students of SMAN 1 Sukabumi City. Amerta Nutrition, 7(4), 604–614.

Rahmadianta, S. H. I., & Adiningsih, S. (2020). Hubungan tingkat kecukupan karbohidrat dan persen lemak tubuh dengan sindroma pramenstruasi (pms) pada remaja putri. Amerta Nutrition, 4(1), 23–29.

Romlah, S. N., Fadillah, F., Haryanto, S., Rahmi, J., & Juniar, S. (2021). Pengaruh pemberian kunyit asam terhadap dismenore pada remaja di Majlis Ta’Lim Nurul Ikhwan Rt 06/02 Kota Depok. Edu Dharma Journal: Jurnal Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat, 5(2), 94–104.

Salianto, S., Zebua, C. F. P., Suherry, K., & Halijah, S. (2022). Hubungan tingkat stres dengan siklus menstruasi pada remaja putri: studi literature. Scientific Periodical of Public Health and Coastal, 4(2), 67–81.

Sari, T. M., Suprida, S., Amalia, R., & Yunola, S. (2023). Faktor - faktor yang berhubungan dengan dismenore pada remaja putri. Jurnal ‘Aisyiyah Medika, 8(2), 219–231.

Sitoayu, L., Pertiwi, D. A., & Mulyani, E. Y. (2017). Kecukupan zat gizi makro, status gizi, stres, dan siklus menstruasi pada remaja. Jurnal Gizi Klinik Indonesia, 13(3), 121.

Soleha, N., & Muharramah, A. (2025). Hubungan asupan lemak, asupan kalsium, asupan zat besi dan aktivitas fisik dengan kejadian dismenorea primer pada remaja umur 15-18 Di SMA Negeri 1 Gading Rejo Tahun 2024. Jurnal Kesehatan Unggul Gemilang, 9(1), 53-63.

Tahir, A., Sinrang, A. W., Jusuf, E. C., Syamsuddin, S., Stang, S., & Arsyad, A. (2021). The influence of macronutrient intake, stress and prostaglandin levels (pgf2α) of urine with the incidence of dysmenorrhea in adolescents. Gaceta Sanitaria, 35, S298–S301.

Taqiyah, Y., Jama, F., & Najihah, N. (2022). Analisis faktor yang berhubungan dengan kejadian dismenorhea primer. Jurnal Ilmiah Kesehatan Diagnosis, 17(1), 14–18.

Temesvari, N. A., Adriani, L., & Qomarania, W. Z. (2019). Effect exercise on primer dysmenorrhea among student class x SMA Negeri 78 West Jakarta. Media Kesehatan Masyarakat Indonesia, 15(3), 213–219.

Ulaa, M., Amanda, D. S., & Murbiah, M. (2022). Pengaruh minuman kunyit asam jawa terhadap dismenore primer pada remaja putri. Jurnal Ilmu Keperawatan Dan Kebidanan, 13(1), 21–26.

World Health Organization. (2022). Adolescent health. Diakses dari: https://www.who.int/southeastasia/health-topics/adolescent-health

Downloads

Published

2025-09-03