Hubungan aktivitas fisik dengan status gizi pada peserta didik SMP

DOI: https://doi.org/10.33024/hjk.v19i7.1246

Authors

  • Muhammad Rosyad Hullah Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Sam Ratulangi
  • Maureen Irinne Punuh Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Sam Ratulangi
  • Yulianty Sanggelorang Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Sam Ratulangi

Aktivitas Fisik Remaja Status Gizi

Abstract

Background: Adolescents are a group vulnerable to nutritional problems. The main factor behind this is that adolescence is a period of accelerated growth and development, often accompanied by changes in eating habits and lifestyle. Although each adolescent has different demands, activity levels begin to increase significantly as they approach junior high school. Adolescents' nutritional status is influenced by various factors, including eating habits, economic conditions, cultural background, and physical activity levels. Physical activity is defined as any form of bodily movement that increases energy expenditure, thus playing a role in maintaining energy balance and preventing the risk of excess weight.

Purpose: To analyze the relationship between physical activity and nutritional status of students in junior high school.

Method: This quantitative research with an analytical observational design employed a cross-sectional approach. The study was conducted from March to July 2025 at Pineleng 2 Public Junior High School, involving 77 respondents in grades VII and VIII. The research instruments included the International Physical Activity Questionnaire (IPAQ) and the SECA height and weight measurement tool. Data were analyzed using univariate and bivariate methods, with Fisher's exact test for correlation between variables.

Results: some respondents had active physical activity totaling 69 respondents and for good nutritional status totaling 58 respondents.

Conclusion: There is a relationship between physical activity and nutritional status with a p value = 0.019 (p<0.05).

 

Keywords: Adolescents; Nutritional Status; Physical Activity.

 

Pendahuluan: Remaja termasuk dalam kelompok yang rentan terhadap masalah gizi. Faktor utama yang melatarbelakangi hal ini adalah masa remaja merupakan periode percepatan pertumbuhan dan perkembangan, yang sering kali diiringi dengan perubahan kebiasaan makan dan pola hidup. Meskipun setiap remaja mempunyai tuntutan yang berbeda, tingkat aktivitas pada usia remaja akan mulai cukup meningkat ketika mendekati usia Sekolah Menengah Pertama. Status gizi remaja dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain kebiasaan makan, kondisi ekonomi, latar belakang budaya, dan tingkat aktivitas fisik. Aktivitas fisik didefinisikan sebagai segala bentuk gerakan tubuh yang meningkatkan pengeluaran energi, sehingga berperan dalam menjaga keseimbangan energi dan mencegah risiko kelebihan berat badan.

Tujuan: Untuk menganalisis hubungan antara aktivitas fisik dan status gizi peserta didik di SMP.

Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain observasional analitik menggunakan pendekatan cross sectional study. Penelitian dilaksanakan pada Maret–Juli 2025 di SMP Negeri 2 Pineleng dengan melibatkan 77 responden kelas VII dan VIII. Instrumen penelitian meliputi kuesioner International Physical Activity Questionnaire (IPAQ) serta alat ukur tinggi badan dan berat badan merk SECA. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat, dengan uji hubungan antar variabel menggunakan uji Fisher’s Exact Test.

Hasil: Sebagian responden memiliki aktivitas fisik aktif berjumlah 69 responden dan untuk status gizi baik berjumlah 58 responden.

Simpulan: Terdapat hubungan antara aktivitas fisik dengan status gizi dengan nilai p = 0.019 (p<0.05).

 

Kata Kunci: Aktivitas Fisik; Remaja; Status Gizi.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ariaini, S., Nisa, A., Yulianti, Y., & Solechah, S. A. (2022). Hubungan Pengetahuan Gizi dan Aktivitas Fisik dengan Status Gizi Remaja Perempuan di SMP Negeri 1 Banjarbaru. Jurnal Kesehatan Indonesia, 13(1), 1-5.

Agisna, F., Kartika, I., Aulia, R., Maulana, R., Anggisna, S., & Nasution, A. S. (2022). Aktivitas Fisik Dapat Menentukan Status Gizi Mahasiswa. Contagion: Scientific Periodical Journal of Public Health and Coastal Health, 4(1), 26-34.

Badan Pusat Statistik Provinsi Sulawesi Utara. (2024). Statistik Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara 2023. Manado: Badan Pusat Statistik Provinsi Sulawesi Utara. Diakses dari: https://sulut.bps.go.id/id/publication/2024/09/02/1e750802569b28c88409fd0e/statistik-kesehatan-provinsi-sulawesi-utara-2023.html

Cicilia, L., Kaunang, W. P., & Langi, F. L. (2018). hubungan aktivitas fisik dengan kejadian diabetes melitus pada pasien rawat jalan di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Bitung. KESMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi, 7(5).

Condello, G., Capranica, L., Stager, J., Forte, R., Falbo, S., Di Baldassarre, A., & Pesce, C. (2016). Physical activity and health perception in aging: Do body mass and satisfaction matter? A three-path mediated link. PLoS One, 11(9), e0160805.

Delavita, T. Z., Ulvie, Y. N. S., Nughraheni, K., & Latrobdiba, Z. M. (2023) Frekuensi, Jenis Camilan dan Aktivitas Fisik dengan Status Gizi Remaja Usia 13-15 Tahun. In Prosiding Seminar Nasional UNIMUS (Vol. 6).

Djide, N. A., Prasiwi, N. W., Petrika, Y. & Irma., (2025). Buku Ajar Penilaian Status Gizi. Jakarta Barat: PT Nuansa Fajar Cemerlang Jakarta. Diakses dari : https://repository.nuansafajarcemerlang.com/publications/591539/buku-ajar-penilaian-status-gizi

Emelia, R., Malonda, N. S., & Kapantow, N. H. (2016). Hubungan antara aktivitas fisik dengan obesitas pada siswa di SMA Negeri 1 Kota Bitung. Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi Manado.

Dieny, F. F. (2014). Permasalahan gizi pada remaja putri. Yogyakarta: Graha Ilmu, 1(4), 49.

Hati, P. M., Dina, R. A., & Fajriah, E. (2024). Hubungan Pendapatan Keluarga dan Tingkat Kecukupan Energi dengan Status Gizi Remaja di Desa Babakan, Kabupaten Bogor.

Herwawan, J. H., Tomasoa, V. Y., Jotlely, H., Leutualy, V., & Madiuw, D. (2023). Hubungan Data Demografi Orangtua dengan Status Gizi Anak Usia Sekolah. Jurnal Keperawatan, 15(1), 407-414.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2018). Laporan Nasional Riskesdas 2018. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. Diakses dari: https://repository.badankebijakan.kemkes.go.id/id/eprint/3514/1/Laporan%20Riskesdas%202018%20Nasional.pdf?

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2018). Laporan Riskesdas Provinsi Sulawesi Utara 2018. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. Diakses dari: https://repository.badankebijakan.kemkes.go.id/id/eprint/3905/1/LAPORAN%20RISKESDAS%20SULAWESI%20UTARA%202018.pdf

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 2 Tahun 2020 tentang Standar Antropometri Anak. Jakarta. Diakses dari: https://peraturan.bpk.go.id/Details/152505/permenkes-no-2-tahun-2020?utm_source=chatgpt.com

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Survei Kesehatan Indonesia 2023. Jakarta: Badan Kebijakan dan Pembangunan Kesehatan. Diakses dari: https://www.badankebijakan.kemkes.go.id/hasil-ski-2023/

Khoerunisa, D., & Istianah, I. (2021). Hubungan asupan zat gizi makro dan aktivitas fisik dengan status gizi pada remaja: the relationship of macro nutritional intake and physical activity with nutritional status in adolescents. Jurnal Pangan Kesehatan Dan Gizi Universitas Binawan, 2(1), 51-61.

Lele, W. T., Kapantow, N. H., & Sanggelorang, Y. (2023). Hubungan Antara Aktivitas Fisik dan Screen Time dengan Status Gizi Putri di SMA Negeri 4 Manado. Indonesian Journal of Public Health and Preventive Medicine, 2(2).

Minggu, L. L., Posangi, J., Wariki, W. M., & Manampiring, A. E. (2022). Hubungan Antara Aktivitas Fisik dan Status Gizi dengan Kualitas Hidup Kesehatan Siswa SMP dan SMA. eBiomedik, 10(1).

Mokoagow, A. (2020). Hubungan Aktivitas Fisik dengan Status Gizi di SMP Nasional Mogoyunggung. Physical, 1(1), 20-24.

Najmah, S., Haerawati Idris, S. K. M., Feranita Utama, S., Indah Purnama Sari, S., Amrina Rosyada, S., Risda Anjani, S., & Yustini Ardillah, S. (2022). Ilmu Kesehatan Masyarakat: Interseksi Teori & Aplikasi pada Konteks Indonesia. CV. Bintang Semesta Media.

Rachmi, C. N., Wulandari, E., Kurniawan, H., Wiradnyani, L. A. A., Ridwan, R., & Akib, T. C. (2019). Buku Panduan Untuk Siswa Aksi Bergizi: Hidup Sehat Sejak Sekarang Untuk Remaja Kekinian. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

United Nations Children’s Fund (UNICEF). (2021). Meningkatkan gizi remaja di Indonesia. UNICEF Indonesia. Diakses dari https://www.unicef.org/indonesia/id/gizi

Waluyani, I., Siregar, F. N., Anggreini, D., Aminuddin, A., & Yusuf, M. U. (2022). Pengaruh Pengetahuan, Pola Makan, dan Aktivitas Fisik Remaja Terhadap Status Gizi di SMPN 31 Medan, Kecamatan Medan Tuntungan. PubHealth Jurnal Kesehatan Masyarakat, 1(1), 28-35.

World Health Organization. (2024). Obesity and Overweight. Diakses dari : https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/obesity-and-overweight?

World Health Organization. (2024). Physical Activity. Diakses dari : https://www.who.int/news- room/fact-sheets/detail/physical-activity

Downloads

Published

2025-10-05