Hubungan ketahanan pangan rumah tangga dengan status gizi pada balita

DOI: https://doi.org/10.33024/hjk.v19i6.1197

Authors

  • Thalia Chelsea Putri Wangloan Safkaur Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Sam Ratulangi
  • Yuliana Sanggelorang akultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Sam Ratulangi
  • Ester Candrawati Musa Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Sam Ratulangi

Balita Ketahanan Pangan Rumah Tangga Status Gizi

Abstract

Background: Food security carries out a crucial role in meeting nutritional needs because the nutrients contained in food serve to maintain health and support growth, especially in toddlers. Low food security at the household level can result in a decline in the nutritional status of toddlers, thereby increasing the risk of medical problems in this vulnerable age group.

Purpose: Analyzing the relationship between household food security and nutritional status of toddlers.

Method: The study design was an observational study with a cross-sectional approach. The population was 560 toddlers aged 12-59 months with a sample size of 91 toddlers selected through probability sampling and simple random sampling techniques in the Remboken Community Health Center (Puskesmas) work area, Minahasa Regency. Data were collected using the US Household Food Security Survey Module (US-HFSSM) instrument to measure household food security levels and anthropometric measurements to evaluate nutritional status based on weight-for-age (BW/A), height-for-age (H/A), and weight-for-height (BW/H). Data analysis was carried out using the Chi-square test and Fisher's exact test.

Results: There was a significant relationship between household food security and nutritional status of toddlers based on the weight/age index (p value = 0.021) and height/age index (p value = 0.001). However, no significant relationship was found between household food security and nutritional status based on the weight/age index (p value = 0.221).

Conclusion: Household food security in Remboken Health Center shows a significant association with nutritional status based on the weight-for-age z-score (WAZ) and height-for-age z-score (HAZ) indices, but no meaningful association with the weight-for-height z-score (WHZ) index.

Suggestion: Families with toddlers should be able to utilize local foods that are more affordable, readily available, and nutritious, such as corn and freshwater fish, which are readily available. The Remboken Community Health Center (Puskesmas) can collaborate with integrated health post (Posyandu) cadres to conduct outreach activities for the community on utilizing the area around their homes as a source of family food.

                                                         

Keywords: Food Security; Nutritional Status; Toddlers.

 

Pendahuluan: Ketahanan pangan memainkan peranan krusial dalam pemenuhan gizi sebab zat gizi yang terkandung dalam makanan berfungsi menjaga kesehatan dan mendukung pertumbuhan, terutama pada anak usia balita. Ketahanan pangan yang rendah di tingkat rumah tangga mampu berakibat pada penurunan status gizi balita, sehingga menghasilkan peningkatan risiko terjadinya permasalahan medis pada kelompok usia yang rentan ini.

Tujuan: Untuk menganalisis hubungan antara ketahanan pangan rumah tangga dan status gizi balita.

Metode: Penelitian desain observasional dengan pendekatan potong lintang. Populasi yang ditetapkan sebanyak 560 balita berusia 12-59 bulan dengan jumlah sampel sebanyak 91 balita yang dipilih melalui metode probability sampling, teknik simple random sampling di wilayah kerja Puskesmas Remboken, Kabupaten Minahasa. Data dihimpun dengan memanfaatkan instrumen US Household Food Security Survey Module (US-HFSSM) dalam rangka mengukur tingkat ketahanan pangan rumah tangga dan pengukuran antropometri dalam mengevaluasi status gizi berdasarkan indeks berat badan menurut umur (BB/U), tinggi badan menurut umur (TB/U), dan berat badan menurut tinggi badan (BB/TB). Analisis data dilakukan dengan pengujian Chi-square serta pengujian Fisher’s exact.

Hasil: Adanya hubungan signifikan antara ketahanan pangan rumah tangga dan status gizi balita berdasarkan indeks BB/U (p value = 0.021) dan indeks TB/U (p value = 0.001). Namun, tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara ketahanan pangan rumah tangga dan status gizi berdasarkan indeks BB/TB (p value = 0.221).

Simpulan: Ketahanan pangan rumah tangga menunjukkan hubungan yang signifikan dengan status gizi berdasarkan indeks BB/U serta PB/U atau TB/U. Namun, tidak menunjukkan hubungan yang bermakna dengan indeks BB/PB atau BB/TB.

Saran: Bagi keluarga balita, hendaknya dapat memanfaatkan pangan lokal yang lebih terjangkau, mudah untuk didapatkan dan memiliki nilai gizi seperti jagung dan ikan air tawar yang bisa didapatkan dengan mudah. Bagi instansi terkait, dapat membangun kerja sama bersama kader posyandu untuk mengadakan kegiatan penyuluhan kepada masyarakat agar dapat memanfaatkan area di sekitar rumah sebagai salah satu sumber bahan makanan keluarga.

 

Kata Kunci: Balita; Ketahanan Pangan Rumah Tangga; Status Gizi.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ariati, L. I. P. (2019). Faktor-faktor resiko penyebab terjadinya stunting pada balita usia 23-59 Bulan. Oksitosin : Jurnal Ilmiah Kebidanan, 6(1), 28–37.

Aritonang, E. A., Margawati, A., & Dieny, F. F. (2020). Analisis pengeluaran pangan, ketahanan pangan dan asupan zat gizi anak bawah dua tahun (BADUTA) sebagai faktor risiko stunting. Journal of nutrition college, 9(1), 71-80.

Gunawan, D. C. D., & Septriana, S. (2019). Ketahanan pangan tingkat rumah tangga, asupan protein dan kejadian stunting pada anak balita di Desa Planjan Kecamatan Saptosari Gunung Kidul. Medika Respati: Jurnal Ilmiah Kesehatan, 14(1), 78-85.

Hulu, V. T., Manalu, P., Ripta, F., Sijabat, V. H. L., Hutajulu, P. M. M., & Sinaga, E. A. (2022). Tinjauan Naratif: Faktor-faktor yang berhubungan dengan status gizi anak balita. AcTion: Aceh Nutrition Journal, 7(2), 250-261.

Jamil, S. N. A., Sandra, L., Sutrisno, E., Purnamasari, S., Mardiyah, U., Fitriani, E., & Kamarudin, A. P. (2021). Ekologi Pangan dan Gizi Masyarakat. Perkumpulan Rumah Cemerlang Indonesia.

Jayarni, D. E., & Sumarmi, S. (2018). Hubungan ketahanan pangan dan karakteristik keluarga dengan status gizi balita usia 2–5 tahun (studi di wilayah kerja Puskesmas Wonokusumo Kota Surabaya). amerta nutrition, 2(1), 44-51.

Juwita, R., Fentia, L., & Yani, S. (2025). Hubungan ketahanan pangan dan pendapatan keluarga dengan kejadian stunting pada anak balita. Ensiklopedia of Journal, 7(2), 48-53.

Khomsan, A., Riyadi, H., Firdaus, D., & Ashari, C. R. (2023). Konsumsi Pangan & Status Gizi Balita. Diakses dari: https://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/131971.

Pratasis, N. N., Malonda, N. S., & Kapantow, N. H. (2018). Hubungan Antara Karakteristik Ibu dengan Status Gizi pada Balita Didesa Ongkaw Kecamatan Sinonsayang Kabupaten Minahasa Selatan. Kesmas: Jurnal Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi, 7(3).

Riski, H., Mundiastutik, L., & Adi, A. C. (2019). Ketahanan pangan rumah tangga, kejadian sakit dan sanitasi lingkungan berhubungan dengan status gizi balita usia 1-5 tahun di Surabaya. Amerta Nutrition, 3(3), 130-134.

Roring, D. O., Nita, R., & Kapantow, N. H. (2018). Hubungan Antara Asupan Energi Dengan Status Gizi Anak Balita Diwilayah Kerja Puskesmas Desa Tambarana Kecamatan Poso Pesisir Utara Kabupaten Poso. KESMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi, 7(5).

Safitri, A. M., Pangestuti, D. R., & Aruben, R. (2017). Hubungan ketahanan pangan keluarga dan pola konsumsi dengan status gizi balita keluarga petani (Studi di Desa Jurug Kabupaten Boyolali Tahun 2017). Jurnal Kesehatan Masyarakat, 5(3), 120-128.

Sanggelorang, Y., Sebayang, F., Malonda, N. S., & Rumayar, A. A. (2024). Insights into childhood malnutrition: an analysis on food vulnerability and stunting using 2021 indonesian nutritional status survey data. National Nutrition Journal/Media Gizi Indonesia, 19(3).

Sari, H. P., Sulistyaning, A. R., & Farida, F. (2023). Ketahanan pangan rumah tangga, keragaman pangan, asupan makan, dan penyakit infeksi sebagai faktor risiko gizi kurang pada balita di masa pandemi covid-19. Gizi indonesia, 46(2), 195-206.

Sawitri, H., & Desti, M. R. (2023). Hubungan pola asuh ibu dengan status gizi balita 12-59 bulan di Kecamatan Banda Sakti. Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan, 6(1), 109-122.

Sholikah, A., Rustiana, E. R., & Yuniastuti, A. (2017). Faktor - Faktor yang Berhubungan dengan Status Gizi Balita di Pedesaan dan Perkotaan. Public Health Perspective Journal, 2(1), 9–18.

Sihite, N. W., & Tanziha, I. (2021). Faktor-faktor yang mempengaruhi ketahanan pangan rumah tangga di Kota Medan. AcTion: Aceh Nutrition Journal, 6(1), 15-24.

Suhaimi, A. (2019). Pangan, gizi, dan kesehatan. Yogyakarta: Deepublish. Diakses dari: https://books.google.co.id/books?hl=id&lr=&id=9q9YEQAAQBAJ&oi=fnd&pg=PR5&dq=related:Z2TX41t4CMsJ:scholar.google.com/&ots=siaCpHFTJs&sig=QMYRv3uB_KccLc3v0MaeT0RFDzA&redir_esc=y#v=onepage&q&f=false

Sumilat, M. F., Malonda, N. S., & Punuh, M. I. (2019). Hubungan antara status imunisasi dan pemberian asi eksklusif dengan status gizi balita usia 24-59 bulan Di Desa Tateli Tiga Kecamatan Mandolang Kabupaten Minahasa. KESMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi, 8(6).

Verawati, B., & Afrinis, N. (2023). Hubungan asupan protein dan ketahanan pangan dengan kejadian stunting pada balita di masa pendemi Covid 19. fik universitas pahlawan, 5(1), 415-423.

Downloads

Published

2025-09-04