Pengaruh adverse childhood experiences terhadap kecemasan pada siswa SMA di Kota Banda Aceh
DOI: https://doi.org/10.33024/hjk.v19i5.1154
Adverse Childhood Experiences Kecemasan Kesehatan Mental Siswa
Abstract
Background: Adolescent mental health is a strategic issue in public health development in Indonesia. One factor proven to have a strong association with anxiety disorders is adverse childhood experiences (ACEs). ACEs are negative experiences experienced by someone in childhood before the age of 18. This issue is important to address in educational settings because it can impact students' mental and academic well-being.
Purpose: To analyze the influence of adverse childhood experiences on anxiety in high school students.
Method: This quantitative study, with a cross-sectional design, was conducted from January to February 2025 in Banda Aceh City, with high school students as subjects. The sample was selected using stratified random sampling, resulting in 310 respondents. Data were analyzed using univariate and bivariate Chi-square tests.
Results: Statistical analysis showed that ACEs had the most dominant influence on student anxiety (OR=52.16; 95% CI=9.22–295.24; p=0.0001). Other related factors were school environment (OR=4.28; p=0.0001), academic load (OR=2.24; p=0.012), and coping strategies (OR=2.22; p=0.0001). Multivariate analysis showed that individuals with high-risk adverse childhood experiences (ACEs) and family adaptation had a 35-fold higher risk of experiencing panic-level anxiety (pseudo-R2=0.1544), while individuals with a moderately supportive school environment had a 21-fold higher risk of experiencing panic-level anxiety (pseudo-R2=0.2191).
Conclusion: Adverse childhood experiences (ACEs) were significantly associated with anxiety levels in high school students. The most dominant factor associated with student anxiety was high-risk ACEs, followed by a less supportive school environment and ineffective coping strategies.
Suggestion: The results of this study are expected to be the basis for formulating promotive and preventive policies for adolescent mental health in the school environment, as well as being a reference for local governments and educational institutions in developing school-based counseling and psychosocial intervention programs.
Keywords: Adverse Childhood Experiences; Anxiety; High School Students; Mental Health.
Pendahuluan: Kesehatan mental remaja merupakan salah satu isu strategis dalam pembangunan kesehatan masyarakat Indonesia. Salah satu faktor yang terbukti memiliki hubungan kuat dengan gangguan kecemasan adalah adverse childhood experiences (ACEs). ACEs merupakan pengalaman negatif yang dialami seseorang di masa kanak-kanak sebelum usia 18 tahun. Masalah ini penting ditangani di lingkungan pendidikan karena dapat memengaruhi kesejahteraan mental dan akademik siswa.
Tujuan: Untuk menganalisis pengaruh adverse childhood experiences terhadap kecemasan pada siswa SMA.
Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional, dilakukan pada bulan Januari-Februari 2025 di wilayah Kota Banda Aceh dengan subjek penelitian siswa SMA. Sampel dipilih dengan stratified random sampling dan mendapatkan 310 responden. Analisis data menggunakan univariate dan bivariat Chi-square.
Hasil: Analisis statistik menunjukkan bahwa ACEs memiliki pengaruh paling dominan terhadap kecemasan siswa (OR=52.16; 95% CI=9.22–295.24; p=0.0001). Faktor lain yang berhubungan adalah lingkungan sekolah (OR=4.28; p=0.0001), beban akademik (OR=2.24; p=0.012), dan strategi coping (OR=2.22; p=0.0001). Berdasarkan analisis multivariat menunjukkan bahwa pada adaptasi diri dan keluarga adverse childhood experiences (ACEs) risiko tinggi berpeluang 35 kali mengalami kecemasan tingkat panik (nilai pseudo R2=0.1544), sedangkan adaptasi lingkungan sekolah yang cukup mendukung berpeluang 21 kali mengalami kecemasan tingkat panik (nilai pseudo R2=0.2191).
Simpulan: Adverse Childhood Experiences (ACEs) memiliki hubungan yang signifikan dengan tingkat kecemasan pada siswa SMA. Faktor yang paling dominan berhubungan dengan kecemasan siswa adalah ACEs risiko tinggi, diikuti oleh lingkungan sekolah yang kurang mendukung serta strategi coping yang tidak efektif.
Saran: Diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan promotif dan preventif kesehatan mental remaja di lingkungan sekolah, serta menjadi rujukan bagi pemerintah daerah dan instansi pendidikan dalam mengembangkan program konseling dan intervensi psikososial berbasis sekolah.
Kata Kunci: Adverse Childhood Experiences; Kecemasan; Kesehatan Mental; Siswa.
Downloads
References
Alfiah, A., & Kadrianti, E. (2020). Hubungan penerapan atraumatic care dengan kecemasan pada anak yang menjalani hospitalisasi di RSUD Kota Makassar. Jurnal Ilmiah Kesehatan Diagnosis, 15(3), 212-215.
Anandari, V. N. R., Hartono, A., & Widiarini, R. (2024). Hubungan Adverse Childhood Experience Dengan Kecemasan Pada Usia Remaja. Pengembangan Ilmu dan Praktik Kesehatan, 3(2), 91-102.
Andriani, D. G., Yuniardi, M. S., & Sari, D. P. (2024). Pengaruh Adverse Childhood Experiences terhadap Kecenderungan Depresi pada Individu Dewasa Awal di Jawa Timur. Cognicia, 12(2), 142-148.
Andriani, R., & Rasto, R. (2019). Motivasi belajar sebagai determinan hasil belajar siswa. Jurnal pendidikan manajemen perkantoran, 4(1), 80-86.
Azaria, R. G., & Syakarofath, N. A. (2024). Peran adverse childhood experience terhadap kecemasan sosial pada remaja. Cognicia, 12(1), 39-45.
Bakhtiar, B., Syakarofath, N., Karmiyati, D., & Widyasari, D. C. (2023). Peran Adverse Childhood Experience terhadap Internalizing Problem dan Externalizing Problem pada Remaja. Gadjah Mada Journal of Psychology (GamaJoP), 9(2), 277-292.
Bimantoro, T., Ap, S., & Krim, M. (2023). Pekerja Migran Indonesia & Terorisme, Menguak Jeratan Jaring-jaring Terorisme Pada Pekerja Migran Indonesia. Universitas Indonesia Publishing.
Darojah, N. R., & Hadijah, H. S. (2016). Analisis pengaruh kompetensi kepribadian guru dengan motivasi belajar sebagai variabel intervening terhadap prestasi belajar siswa kelas x administrasi perkantoran. Jurnal pendidikan manajemen perkantoran, 1(1), 109.
Demak, I. P. K., Muharam, D. N., & Salman, M. (2019). Hubungan tingkat kecemasan dalam menghadapi ujian blok dengan nilai ujian mahasiswa kedokteran tahun kedua Universitas Tadulako. Molucca Medica, 11-17.
Dewi, F. C., & Yuniarsih, T. (2020). Pengaruh lingkungan sekolah dan peran guru terhadap motivasi belajar siswa. Jurnal Pendidikan Manajemen Perkantoran, 5(1), 1-13.
Dori, A. A. (2024, June). The role of psychological first aid (PFA) as a school-based intervention program to support well-being in schools. In Prosiding Seminar Psikologi Pendidikan (Vol. 1, No. 1, pp. 18-26).
Kamel, A. M. A., Al-Maghaireh, D. A., Shawish, N. S., Khanjar, B. K., & Alnazly, E. K. (2025). Exploring Effect of Psychological First Aid Education on Elementary School Teachers: A Quasiexperimental Study. Health & Social Care in the Community, 2025(1), 8897061.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023. Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan. Diakses dari: https://www.badankebijakan.kemkes.go.id/hasil-ski-2023/#:~:text=Survei%20Kesehatan%20Indonesia%20(SKI)%202023%20merupakan%20survei%20yang%20mengintegrasikan%20Riset,Gizi%20Balita%20Indonesia%20(SSGI).
Lazarus, R. S., & Folkman, S. (1984). Stress, appraisal, and coping. Springer publishing company.
Lenggogeni, P. N., Gusti, A. A., Muharani, A., & Izzati, A. F. (2023). Adverse Childhood Experiences dan Depresi pada Mahasiswa Asia: Systematic Literature Review. Prosiding Konferensi Mahasiswa Psikologi Indonesia, 4, 64-87.
Lestari, H. S., & Damayanti, A. K. (2024). Psikologi Kepribadian (Jilid 1). Penerbit NEM.
Majid, B. N. U., Widyasari, D. C., Karmiyati, D., & Syakarofath, N. (2023). Relationship between parent-adolescent interaction and the likelihood of internalizing and externalizing problems among adolescents. Psikologika: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi, 28(1), 13-14.
Marlita, L., & Kurnia, R. (2023). Gambaran Tingkat Kecemasan Mahasiswa Dalam Menghadapi Ujian Praktikum Pada Mahasiswa Fakultas Farmasi Dan Ilmu Kesehatan Universitas Abdurrab Tahun 2023. Jurnal Keperawatan Abdurrab, 7(1), 61-68.
Mataputun, Y., Zainuri, A., Larung, E. Y. P., Ibrahim, I., & Hasan, B. (2025). Pelatihan Psychological First Aid (PFA) pada Siswi Kelas XI (Sebelas) SMA Negeri 3 Sentani (Indonesian Version). Kesejahteraan Bersama: Jurnal Pengabdian dan Keberlanjutan Masyarakat, 2(1), 182-190.
Muzzamil, F., & Sarasati, B. (2024). Pelatihan Pertolongan Pertama Psikologis untuk Relawan Anak Jalanan di Kota Bandung. Dharma Publika: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, 2(2), 90-97.
Novitasari, R. (2016). Kecenderungan perilaku disruptif pada anak usia prasekolah ditinjau dari stres pengasuhan ibu. Intuisi: Jurnal Psikologi Ilmiah, 8(2), 61-70.
Nurrahmasia, N., Amalia, E., & Sari, D. P. (2021). Hubungan mekanisme koping dengan skor kecemasan dalam menghadapi ujian keterampilan medik pada mahasiswa prodi pendidikan dokter Universitas Mataram. Smart Medical Journal, 4(1), 18-28.
Paramita, A. D., & Faradiba, A. T. (2020). Adverse Childhood Experience among College Students and Its Relationship with Anxiety and Depression. Jurnal Ilmiah Psikologi MIND SET, 11(01), 55-67.
Ristyanda, T. A., Wicaksana, B. S., & Syakarofath, N. A. (2024). Comparative study of adverse childhood experiences of adolescents in Indonesia. Psikologika: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi, 29(2), 213-228.
Saputri, L. E. (2012). Pengaruh gaya pengasuhan orangtua dan kecerdasan emosional terhadap perilaku bullying remaja Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Saputri, M. S. (2024). Hubungan Kejadian Traumatis Masa Kecil Dengan Tingkat Kecemasan (Studi Observasi pada Mahasiswi Fakultas Kedokteran Unissula Angkatan 2023) (Doctoral dissertation, Universitas Islam Sultan Agung Semarang).
Sasmito, P., Mikawati, M., Sumartini, S., Syafridawita, Y., Rasmita, D., Arifani, N., & Astuti, N. D. (2024). Determinant factors of vaccination timeliness and completeness for children under five in low and middle-income countries in the last fifteen years: A systematic review. Malahayati International Journal of Nursing and Health Science, 7(3), 351-362.
Sitorus, W. I., & Sojanah, J. (2018). Meningkatkan motivasi belajar siswa melalui keterampilan mengajar guru. Jurnal pendidikan manajemen perkantoran, 3(2), 233-238.
Sumoked, A., Wowiling, F., & Rompas, S. (2019). Hubungan mekanisme koping dengan kecemasan pada mahasiswa semester III program studi ilmu keperawatan fakultas kedokteran yang akan mengikuti praktek klinik keperawatan. Jurnal Keperawatan, 7(1), 1-7.
Susanti, I. G., & Wulanyani, N. M. S. (2019). Pengaruh dukungan sosial teman sebaya dan kontrol diri terhadap perundungan (bullying) pada remaja awal di Denpasar. Jurnal Psikologi Udayana, 6(1), 182-192.
Thursina, F., Supriandi, S., & Sinaga, J. (2023). Hubungan antara tingkat kebutuhan untuk mendominasi dengan kecenderungan bullying pada siswa di lingkungan sekolah: Analisis faktor-faktor psikologis dan lingkungan sekolah. Jurnal Psikologi dan Konseling West Science, 1(03), 164-172.
Vania, S. A. A. (2023). Analisis Faktor Dan Cara Penanganan Bullying. Jurnal Riset Sosial Humaniora dan Pendidikan, 2(3), 36-53.
World Health Organization. (2022). Mental disorders. Diakses dari: https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/mental-disorders.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Holistik Jurnal Kesehatan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.