Pendidikan pranikah sebagai upaya pencegahan risiko reproduksi dan pendewasaan usia nikah: A scoping review

DOI: https://doi.org/10.33024/hjk.v19i8.1035

Authors

  • Dwi Yulinda Prodi Kebidanan, Fakultas Kesehatan, Universitas Jenderal Achmad Yani
  • Erydani Anggawijayanto Universitas Mercu Buana Yogyakarta
  • Ekawati Ekawati Prodi Kebidanan, Fakultas Kesehatan, Universitas Jenderal Achmad Yani
  • Tri Sunarsih Prodi Kebidanan, Fakultas Kesehatan, Universitas Jenderal Achmad Yani
  • Endah Puji Astuti Prodi Kebidanan, Fakultas Kesehatan, Universitas Jenderal Achmad Yani
  • Elvika Fit Ari Shanti Prodi Kebidanan, Fakultas Kesehatan, Universitas Jenderal Achmad Yani

Kesehatan Reproduksi Pendidikan Pranikah Pernikahan Dini

Abstract

Background: Early marriage remains a global challenge that negatively impacts reproductive health and the quality of human resources. In Indonesia, the high rate of child marriage is an obstacle to achieving superior, healthy, and competitive human resources.

Purpose: To examine premarital education as an effort to prevent reproductive risks and to promote maturity at marriageable age.

Method: A systematic literature review using the Population, Concept, Context (PCC) framework was conducted. The literature was searched through databases such as PubMed and Google Scholar for articles relevant to premarital education and reproductive health from 2018–2025.

Results: Of the eight studies analyzed, premarital education was proven effective in increasing brides' knowledge about reproductive health, nutrition, and marriage readiness. Interventions included classes at religious affairs offices, school education, community seminars, and participatory models such as FOCUS–PDCA. Key barriers included cultural resistance, limited facilitators, and lack of contextual materials. Conversely, policy support, collaborative approaches, and interactive educational methods were important supporting factors.

Conclusion: Premarital education has significant potential to reduce early marriage rates and improve the reproductive readiness of young couples. Adaptive implementation, based on local culture, and integrated with behavior change communication strategies, is essential for long-term effectiveness.

Suggestion: Premarital education can be developed in a more adaptive and contextual manner by integrating participatory approaches, based on local culture, and easily accessible digital media. The program needs to be strengthened with behavior change communication strategies so that increased knowledge leads to changes in attitudes and actions.

 

Keywords: Early Marriage; Premarital Education; Reproductive Health.

 

Pendahuluan: Perkawinan usia dini masih menjadi tantangan global yang berdampak negatif terhadap kesehatan reproduksi dan kualitas sumber daya manusia. Di Indonesia, tingginya angka pernikahan anak menjadi salah satu hambatan dalam mencapai pembangunan SDM unggul, sehat, dan berdaya saing.

Tujuan: Untuk mengkaji pendidikan pranikah sebagai upaya pencegahan risiko reproduksi dan pendewasaan usia nikah.

Metode: Penelitian literatur sistematis dengan pendekatan scoping review, menggunakan kerangka kerja PCC (Population, Concept, Context). Literatur dicari melalui database seperti PubMed dan Google Scholar untuk artikel tahun 2018–2025 yang relevan dengan pendidikan pranikah dan kesehatan reproduksi.

Hasil: Dari 8 studi yang dianalisis, pendidikan pranikah terbukti efektif meningkatkan pengetahuan calon pengantin tentang kesehatan reproduksi, gizi, dan kesiapan pernikahan. Intervensi dilakukan dalam bentuk kelas KUA, edukasi sekolah, seminar komunitas, hingga model partisipatif seperti FOCUS–PDCA. Hambatan utama mencakup resistensi budaya, keterbatasan fasilitator, dan materi kurang kontekstual. Sebaliknya, dukungan kebijakan, pendekatan kolaboratif, dan metode edukatif interaktif menjadi faktor pendukung penting.

Simpulan: Pendidikan pranikah berpotensi besar dalam menurunkan angka pernikahan usia dini dan meningkatkan kesiapan reproduksi pasangan muda. Implementasi yang adaptif, berbasis budaya lokal, dan terintegrasi dengan strategi komunikasi perubahan perilaku sangat dibutuhkan untuk efektivitas jangka panjang.

Saran: Pendidikan pranikah dapat dikembangkan secara lebih adaptif dan kontekstual dengan mengintegrasikan pendekatan partisipatif, berbasis budaya lokal, dan media digital yang mudah diakses. Program perlu diperkuat dengan strategi komunikasi perubahan perilaku agar peningkatan pengetahuan berlanjut pada perubahan sikap dan tindakan.

 

Kata Kunci: Kesehatan Reproduksi; Pendidikan Pranikah; Pernikahan Dini.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Alvionita, V., Erviany, N., Khair, U., Hasnia, H., Syam, S., Musdalifah, M., & Nurindah, N. (2023). Analisis Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Deteksi Risiko Perdarahan Hamil Muda dan Hamil Tua. Ahmar Metastasis Health Journal, 2(4), 201-206.

Amin, D. R., Ma’rifah, A., Ratnasari, E., Safinatunnaja, B., Ernawati, W., Utaminingtyas, F., & Saptyani, P. M. Yuwanti.(2024). Buku Ajar Kehamilan.

Andayani, L. S., Harahap, J., Amelia, R., Lubis, N. D., Sari, D. K., Rohmawati, L., & Lubis, Z. (2024). A premarital services education model of preventing stunting among prospective newlyweds from North Sumatera, Indonesia. African Journal of Reproductive Health, 28(9), 108-121.

Belawati, R., Hastuti, S. K. W., Mulyani, S., & Widyaningsih, V. (2022). Rembug Stunting Sebagai Upaya Percepatan Penurunan Kasus Stunting di Kecamatan Kemusu Kabupaten Boyolali. Jurnal Solma, 11(3), 694-703.

Dabiri, F., Hajian, S., Zayeri, F., Hosseini Teshnizi, S., & Abbasi Fashami, M. (2024). Improving the reproductive health literacy of couples on the verge of marriage through the FOCUS‐PDCA model: Mixed‐method study. Health Science Reports, 7(1), e1809.

Dinas Kesehatan Sleman. (2020). Profil Kesehatan Kabupaten Sleman. Diakses dari: http://dinkes.slemankab.go.id/wp-content/uploads/2020/09/Profil-Kesehatan-Sleman-2020.pdf

Husniah, W. O., Safaria, R., Edison, E., & Robiyatun, H. (2024). Edukasi karir dan dampak negatif pernikahan dini pada remaja Madrasah Tsanawiyah Waburense. Journal Of Human And Education (JAHE), 4(6), 960-965.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Stimulasi, Detrksi, Intervensi Dini Tumbuh Kembang (SDIDTK) dan Pemberian Makan pada Balita dan Anak Prasekolah. Diakses dari: https://lms.kemkes.go.id/courses/1d31b1b7-6421-4ce0-a245-23f244e11990

Kholifah, R., & Puspitarini, I. Y. D. (2023). Kesiapan Mental Calon Pasangan Pengantin Di Kabupaten Kediri. In Prosiding SEMDIKJAR (Seminar Nasional Pendidikan dan Pembelajaran) (Vol. 6, pp. 554-559).

Manuk, M. M., Akbar, M. I. A., & Wittiarika, I. D. (2021). Factors Affecting The Delay Of Decision Making To Receive Health Services In Preeclampsia Pregnant Mothers At Rsud Mgr Gabriel Manek Svd Atambua. Indonesian Midwifery and Health Sciences Journal, 5(2), 160-173.

Nasriyah, N., & Ediyono, S. (2023). Dampak kurangnya nutrisi pada ibu hamil terhadap risiko stunting pada bayi yang dilahirkan. Jurnal Ilmu Keperawatan Dan Kebidanan, 14(1), 161-170.

Omar, A. M., Hasaneen, S. T., Hassen, S. G., & Mostafa, M. M. (2021). Effect of premarital orientation program regarding sexual and reproductive health: A step to increase rural adolescents’ female awareness. Assiut Scientific Nursing Journal, 9(24.0), 116-124.

Prasetyo, F. D. (2024). Pelaksanaan Program Pendewasaan Usia Perkawinan BKKBN Guna Mempersiapkan Generasi Muda untuk Pernikahan yang Matang. JOURNAL SAINS STUDENT RESEARCH, 2(5), 415-422.

Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kependudukan dan Keluarga Berencana. (2021). Pendampingan Keluarga bagi Calon Pengantin. Diakses dari: http://www.elsevier.com/locate/scp

Putri, A., Arifin, D., Manalu, A. W., & Cahyani, N. (2023). Implementasi Kesetaraan Gender pada Pendidikan Anak Usia Dini. BUHUTS AL ATHFAL: Jurnal Pendidikan dan Anak Usia Dini, 3(1), 34-49.

Rahayu, A., Yulidasari, F., Putri, A. O., & Anggraini, L. (2018). Study guide-stunting dan upaya pencegahannya. Buku stunting dan upaya pencegahannya, 88.

Ramadoan, S., Firman, F., & Sahrul, S. (2024). Model Intervensi Terpadu dalam Mengatasi Prevalensi Stunting di Kota Bima. Journal of Governance and Local Politics (JGLP), 6(2), 229-239.

Rangkuti, N. A., & Harahap, M. A. (2020). Hubungan pengetahuan dan usia ibu hamil dengan kehamilan risiko tinggi di puskesmas labuhan rasoki. Jurnal Education and development, 8(4), 561931.

Ras, A., Genda, A., Sumilih, D. A., Rahim, H., Nurlela, A., & Ramadhan, S. (2024). Tantangan dan peran pemerintah dalam meningkatkan pelayanan kesehatan di Kabupaten Takalar. Journal Publicuho, 7(3), 1574-1585.

Rizki, N., Fahrimal, Y., & Husna, A. (2024). Strategi Komunikasi Kesehatan Untuk Mendukung Program Imunisasi Bayi dan Balita di Kabupaten Aceh Barat. CONTENT: Journal of Communication Studies, 2(1), 01-11.

Rossita, T. (2019). Hubungan Pengetahuan Sumber Informasi Dukungan Keluarga Terhadap Kejadian Pruritus Vulvae Saat Menstruasi Di Smpn 10 Bengkulu Selatan.

Safitri, N. T., & Salafas, E. (2022). The Effectiveness Health Education of Reproductive Health to Bride-to-Be Knowledge. In Proceedings of Conference on Health Universitas Ngudi Waluyo (Vol. 1, pp. 239-244).

Setyanto, A. R., Sugitanata, A., & Yazid, A. (2022). Urgensi Pendidikan Pra-Nikah Di Indonesia Sebagai Upaya Menanggulangi Pernikahan Dini Dan Kekerasan Dalam Rumah Tangga. Tadris: Jurnal Penelitian Dan Pemikiran Pendidikan Islam, 16(2), 41-53.

Sirait, I., & Futriani, E. S. (2024). Hubungan Faktor Usia dan Gangguan Ovulasi dengan Kejadian Infertilitas Pada Wanita Usia Subur di Poli Klinik Kandungan Rumah Sakit EMC Pulomas. Malahayati Nursing Journal, 6(5), 1824-1836.

Sukma, S., Hayati, F., & Marlini, C. (2021). Peran Keluarga Terhadap Pendidikan Anak Usia Dini (Studi Kasus Di PAUD Gaseh Bunda di Kabupaten Aceh Besar). Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan, 2(2).

Sumardilah, D. S., Hastuti, R. P., & Aprina, A. (2022). The Influence of Pre-Marriage Class on Knowledge of Bride and Groom in Prevention of Stunting Toddlers (Doctoral dissertation, Poltekkes Tanjungkarang).

Susanti, S., Flora, R., & Zulkarnain, M. (2022). Pengaruh Teknologi Digital Terhadap Peningkatan Kesehatan Reproduksi Perempuan. Scientific Of Environmental Health and Diseases (e-SEHAD), 3(2), 143-153.

Tamalla, P. N., & Azinar, M. (2022). Literasi kesehatan terhadap perilaku perawatan kehamilan usia remaja. HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development), 6(1).

Watson, F., Minarto, D., Rah, J. H., & Maruti, A. K. (2019). Pembangunan Gizi di Indonesia. Jakarta: Kementerian PPN/Bappenas.

Winengsih, E. (2023). Hubungan Penggunaan Sabun Pembersih Kewanitaan Terhadap Kejadian Keputihan (Flour Albus) Pada Remaja Putri Di Smk Pasundan Jatinangor Tahun 2023. Journal Of Midwifery, 11(2), 354-360.

Downloads

Published

2025-11-03