Analisis faktor yang memengaruhi produksi ASI pada ibu melahirkan sectio caesar dan normal
DOI: https://doi.org/10.33024/hjk.v19i4.1024
Ibu Menyusui Persalinan Normal Produksi ASI Sectio Caesarea
Abstract
Background: Breastfeeding is a fundamental aspect of maternal and infant health, playing a crucial role in preventing stunting and supporting optimal child development. Even though the primary dietary source during the first half-year of life, infants should receive only breast milk to meet their nutritional needs, various factors can affect its production. One such factor is the mode of delivery, where mothers who undergo cesarean section tend to face more breastfeeding challenges compared to those with vaginal delivery. In addition, nutritional intake, psychological condition, rest patterns, and breastfeeding frequency also significantly influence successful lactation. Understanding these factors is essential to support effective interventions for improving breastfeeding outcomes.
Purpose: To analyze the factors that influence breast milk production in mothers who give birth by caesarean section and normal delivery.
Method: This study used a quantitative approach with a cross-sectional design. The research sample was 134 breastfeeding mothers with babies aged 0-1 months in the Jonggol Health Center working area, using quota sampling (67 mothers gave birth normally and 67 mothers gave birth by caesarean section). Data collection was carried out through questionnaires and analyzed using the chi-square test.
Results: There was a substantial correlation between moms' breast milk output and their dietary consumption who had vaginal deliveries (p = 0.008) and those who underwent cesarean sections (p = 0.027). Psychological condition was also significantly associated with breast milk production in both vaginal delivery (p = 0.036) and cesarean section groups (p = 0.016). Similarly, rest patterns showed a significant relationship with the production of breast milk during cesarean sections (p = 0.003) and vaginal deliveries (p = 0.015). Furthermore, in both vaginal delivery (p = 0.003) and cesarean surgery (p = 0.021), a high link between the frequency of nursing and the supply of breast milk was found. Additionally, there was a strong correlation between the technique of delivery and the production of breast milk (p = 0.035), with mothers who delivered vaginally tending to have more adequate and smoother milk production compared to those who had cesarean sections
Conclusion: Nutritional intake, psychological condition, rest patterns, breastfeeding frequency, and mode of delivery were significantly associated with breast milk production. Mothers with vaginal delivery and supportive lifestyle factors were more likely to experience optimal lactation.
Keywords: Breast Milk Production; Breastfeeding Mothers; Cesarean Section; Vaginal Delivery.
Pendahuluan: Pemberian ASI merupakan aspek mendasar dari kesehatan ibu dan anak, yang berperan penting dalam mencegah terhambatnya pertumbuhan dan memastikan tumbuh kembang anak yang optimal. Meskipun Selama enam bulan pertama kehidupan bayi, ASI disarankan sebagai makanan utama mereka, beberapa faktor dapat memengaruhi kelancaran produksi ASI. Salah satunya adalah jenis persalinan, karena Ibu yang menjalani persalinan secara sectio caesarea memiliki kecenderungan tingkat kesulitan menyusui yang lebih besar dibandingkan ibu dengan persalinan normal. Selain itu, pola menyusui, status psikologis, pola tidur, dan frekuensi menyusui juga memengaruhi keberhasilan produksi ASI. Memahami faktor-faktor tersebut diperlukan untuk mendukung intervensi yang tepat guna meningkatkan kualitas pemberian ASI.
Tujuan: Untuk menganalisis faktor yang memengaruhi produksi ASI pada ibu melahirkan sectio caesar dan normal.
Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel terdiri dari 134 ibu menyusui dengan bayi usia 0-1 bulan di wilayah kerja Puskesmas Jonggol, menggunakan quota sampling (67 ibu melahirkan normal dan 67 ibu sectio caesarea). Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis dengan uji chi-square.
Hasil: Terdapat hubungan yang signifikan antara pola makan dan produksi ASI pada persalinan normal (p = 0.008) dan sectio caesarea (p = 0.027). Terdapat hubungan signifikan terhadap psikologis dan produksi ASI pada persalinan normal (p = 0.036) dan sectio caesarea (p = 0.016). Terdapat hubungan signifikan pola istirahat dan produksi ASI pada persalinan normal (p = 0.015) dan sectio caesarea (p = 0.003). Terdapat hubungan signifikan terhadap frekuensi menyusui dan produksi ASI pada persalinan normal (p = 0.003) dan sectio caesarea (p = 0.021). Selain itu, terdapat hubungan yang signifikan antara jenis persalinan terhadap produksi ASI dengan nilai p = 0.035 (p < 0.05). Ibu yang melahirkan secara normal cenderung memiliki produksi ASI yang lebih lancar dibandingkan ibu yang melahirkan secara sectio caesarea.
Simpulan: Pola makan, psikologis, pola istirahat, frekuensi menyusui, dan jenis persalinan memiliki hubungan yang signifikan terhadap kelancaran produksi ASI. Ibu yang melahirkan secara normal, memiliki pola makan baik, kondisi psikologis stabil, istirahat cukup, dan frekuensi menyusui tinggi, cenderung memiliki produksi ASI yang lebih lancar.
Kata Kunci: Ibu Menyusui; Persalinan Normal; Produksi ASI; Sectio Caesarea.
Downloads
References
Agustina, R., Prabandari, Y. S., & Sudargo, T. (2020). Hambatan pemberian ASI eksklusif pada ibu bekerja: teori ekologi sosial. Jurnal Gizi Klinik Indonesia, 17(2), 64.
Ananda, I., Isnaeni, Y., & Dwihestie, L. K. (2020). Faktor–Faktor Yang Berhubungan Dengan Produksi Asi Pada Ibu Nifas (Studi Literatur) (Doctoral dissertation, Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta).
Andayani, S. R. D., & Hidayati, N. (2022). Hubungan Stres Dengan Kelancaran Produksi Asi Pada Ibu Menyusui Di Wilayah Kerja Puskesmas Jabon Jombang. In Prosiding Conference on Research and Community Services (Vol. 4, No. 1, pp. 600-607).
Asikin, N., Agrina, A., & Woferst, R. (2023). Hubungan Pola Makan Dengan Produksi Asi Pada Ibu Menyusui. Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia, 3(1), 13-27.
Enggar, E., Irmawati, I., & Pont, A. V. (2023). Kombinasi Perawatan Payudara dan Teknik Marmet untuk Meningkatkan Produksi ASI Eksklusif. Jurnal Kesehatan Vokasional, 8(4), 209-217.
Hikmah, H., Musa, S. M., & Putri, M. (2024). Hubungan Pola Makan Dan Pola Istirahat Dengan Produksi Asi Pada Ibu Menyusui Di Puskesmas Rajeg Kabupaten Tangerang 2023. Imj (Indonesian Midwifery Journal), 7(1), 31-43.
Khatib, M. N., Gaidhane, A., Upadhyay, S., Telrandhe, S., Saxena, D., Simkhada, P. P., & Quazi, S. Z. (2023). Interventions for promoting and optimizing breastfeeding practices: An overview of systematic review. Frontiers in public health, 11, 984876.
Marlinda, M., & Widayati, W. (2024). Produksi Asi Pada Ibu Post Section Caesarean Eracs Dan Faktor Yang Mempengaruhi. Jurnal Ilmiah Kesehatan, 13(1), 126-137.
Ningsih, N. K. (2022). Pengaruh Konsumsi Makanan Dan Pola Istirahat Terhadap Produksi Asi Pada Ibu Pasca Melahirkan Di Kelurahan Talang Bakung. Midwifery Health Journal, 7(2), 69-78.
Norlita, W., & Ayu, A. S. (2024). Tingkat Kecemasan Ibu Post Partum Primipara dalam Proses Menyusui Bayi di Wilayah Kerja Puskesmas Siak Hulu II. As-Shiha: Jurnal Kesehatan, 4(2), 128-150.
Panani, S., Ma’rifah, A. R., & Ulfah, M. (2022). Asuhan Keperawtan Ketidakcukupan Produksi Asi Pada Ny. R Dengan Post Sectio Caesarea Diruangan Gayatri Rst Wijayakusuma Purwokerto. Jurnal Inovasi Penelitian, 3(7), 6865-6872.
Paunno, M. L., & Siahaya, G. C. (2022). Pengaruh Perawatan Kehamilan dan Persalinan dengan Kejadian Kematian Neonatal. Jurnal Kesehatan Reproduksi, 8(3).
Purnamawati, W. W., Fatmawati, A., & Imansari, B. (2022). Analisis Hubungan Kecemasan Terhadap Produksi Asi Pada Ibu Postpartum: Literature Review. Jurnal Keperawatan Muhammadiyah, 7(2).
Putri, S. R. (2020). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Meningkatnya Kasus Tindakan Sectio Caesarea. Jurnal Penelitian Perawat Profesional, 2(5474), 1333-1336.
Riza, N. (2022). Hubungan Frekuensi Menyusui Dengan Kelancaran Produksi Asi Ibu Postpartum Di Desa Kayee Lee Kecamatan Ingin Jaya Kabupaten Aceh Besar. Getsempena Health Science Journal, 1(2), 9-16.
Sanima, S., Utami, N. W., & Lasri, L. (2017). Hubungan pola makan dengan produksi asi pada ibu menyusui di posyandu mawar kelurahan tlogomas kecamatan lowokwaru kota malang. Nursing News: Jurnal Ilmiah Keperawatan, 2(3).
Sartika, A. N., Khoirunnisa, M., Meiyetriani, E., Ermayani, E., Pramesthi, I. L., & Nur A. A. J. (2021). Prenatal and postnatal determinants of stunting at age 0–11 months: A cross-sectional study in Indonesia. Plos one, 16(7), e0254662.
Uke M., D. N. (2016). Perbedaan Kadar Prolaktin, Oksitosin Dan Waktu Pengeluaran Asi Pada Ibu Yang Menerapkan Inisiasi Menyusu Dini (Imd) Selama Lebih Dan Kurang Dari Satu Jam (Studi Kasus Pada Persalinan Sectio Caesarea) (Doctoral Dissertation, Universitas Airlangga).
Warsini, W., Aminingsih, S., & Fahrunnisa, R. A. (2015). Hubungan antara Jenis Persalinan dengan Keberhasilan ASI Eksklusif di Kecamatan Baki Kabupaten Sukoharjo. KOSALA: Jurnal Ilmu Kesehatan, 3(2).
Wati, S. K., Kusyani, A., & Fitriyah, E. T. (2021). Pengaruh faktor ibu (pengetahuan ibu, pemberian ASI-eksklusif & MP-ASI) terhadap kejadian stunting pada anak. Journal of Health Science Community, 2(1), 40-52.
Widayati, C. N., Yuwanti, Y., & Sahara, R. (2020). Hubungan Frekuensi Makan dan Pola Istirahat dengan Produksi Asi pada Ibu Nifas. Jurnal Kebidanan Harapan Ibu Pekalongan, 7(2), 99-104.
Yulianto, A., Safitri, N. S., Septiasari, Y., & Sari, S. A. (2022). Frekuensi menyusui dengan kelancaran produksi air susu ibu. Jurnal Wacana Kesehatan, 7(2), 68-76.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Holistik Jurnal Kesehatan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.