Hubungan asupan protein dan frekuensi konsumsi makrofauna akuatik dengan status gizi balita usia 7–24 bulan di Kampung Gedung Karya Jitu

DOI: https://doi.org/10.56922/chi.v3i4.4152

Authors

  • Ni Komang Nia Yuliana Universitas Mitra Indonesia
  • Adhi Nurhartanto Universitas Mitra Indonesia
  • Dewi Woro Astuti Universitas Mitra Indonesia

Aquatic Food Consumption Nutritional Status Protein Intake Stunting Toddlers

Abstract

Background: Although Kampung Gedung Karya Jitu has abundant fisheries and aquatic resources, field data indicate persistent growth problems, particularly stunting, as well as inadequate daily protein intake among toddlers.

Purpose: To determine the association between protein intake and the frequency of aquatic food consumption and nutritional status among toddlers aged 7–24 months in Kampung Gedung Karya Jitu.

Method: This quantitative study employed an analytic observational design with a cross-sectional approach. A total of 66 toddlers were selected using total sampling. Data were collected using a 24-hour dietary recall, Food Frequency Questionnaire (FFQ), and direct anthropometric measurements. Data were analyzed using the Chi-square test.

Results: Protein intake and aquatic food consumption frequency were significantly associated with height-for-age (HAZ) and stunting status (p=0.000). Protein intake was also significantly associated with weight-for-age (WAZ) (p=0.002). However, no significant association was found between these variables and BMI-for-age (BAZ).

Conclusion: Inadequate protein intake and low frequency of aquatic food consumption were associated with impaired linear growth, as reflected by stunting, but were not significantly associated with BMI-for-age. These findings highlight the potential importance of adequate protein intake and locally available aquatic foods in supporting optimal growth among toddlers.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. (2019a). Laporan nasional Riskesdas 2018. Lembaga Penerbit Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. https://www.badankebijakan.kemkes.go.id/repositori/id/eprint/3514/

Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. (2019b). Laporan Provinsi Lampung Riskesdas 2018. Lembaga Penerbit Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. https://www.badankebijakan.kemkes.go.id/repositori/id/eprint/3875/

Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Lampung. (2025). Bappeda Provinsi Lampung perkuat peran pengendalian stunting melalui monitoring konvergensi di Tulang Bawang Barat. https://bappeda.lampungprov.go.id/detail-post/bappeda-provinsi-lampung-perkuat-peran-pengendalian-stunting-melalui-monitoring-konvergensi-di-tulang-bawang-barat

Helmyati, S., Atmaka, D. R., Wigati, M., & Wisnusanti, S. U. (2020). Stunting: Permasalahan dan penanganannya: Teori dan praktis. Gadjah Mada University Press.

Karimah, S., Nurhamidi, N., & Sajiman, S. (2024). Hubungan pengetahuan ibu, tingkat pendapatan, pola asuh makan, dan ketersediaan pangan dengan kejadian balita underweight umur 24–59 bulan. Jurnal Riset Pangan dan Gizi, 6(2).

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2019). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2019 tentang angka kecukupan gizi yang dianjurkan untuk masyarakat Indonesia. https://jdih.kemkes.go.id/documents/peraturan-menteri-kesehatan-nomor-28-tahun-2019

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2020 tentang Rencana Strategis Kementerian Kesehatan Tahun 2020–2024. https://jdih.kemkes.go.id/documents/peraturan-menteri-kesehatan-nomor-21-tahun-2020.

Notoatmodjo, S. (2012). Metodologi penelitian kesehatan (Edisi revisi). Rineka Cipta.

Nurilmala, M., Safithri, M., Pradita, F. T., & Pertiwi, R. M. (2020). Profil protein ikan gabus (Channa striata), toman (Channa micropeltes), dan betutu (Oxyeleotris marmorata). Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia, 23(3), 548–557. https://doi.org/10.17844/jphpi.v23i3.33924

Oktaviasari, D. I., Kurniasari, M. A., Mayhimamia, A., Zuliana, N., Jayanti, K. D., Wismaningsih, E. R., Hidayat, A. D., & Nurkhalim, R. F. (2024). Hubungan asupan protein ikan sebagai pencegahan stunting pada balita. Jurnal Promotif Preventif, 7(5), 988–993. https://doi.org/10.47650/jpp.v7i5.1525

Puady, A., & Sartika, A. N. (2024). Hubungan frekuensi konsumsi ikan dan asupan protein hewani dengan kejadian stunting pada balita di wilayah Puskesmas Pulau Panggang Kepulauan Seribu. Jurnal Kesehatan Tambusai, 5(3), 8359–8369. https://doi.org/10.31004/jkt.v5i3.31685

Sari, R. W., & Mutmainnah, N. (2024). Cegah stunting dengan pangan lokal: Manfaat ikan cakalang dan daun kelor untuk kesehatan anak. Penerbit NEM.

Sholikhah, A., & Dewi, R. K. (2022). Peranan protein hewani dalam mencegah stunting pada anak balita. JRST (Jurnal Riset Sains dan Teknologi), 6(1), 95–100. https://doi.org/10.30595/jrst.v6i1.12012

Sihite, N. W., Nazarena, Y., Ariska, F., & Terati. (2021). Analisis ketahanan pangan dan karakteristik rumah tangga dengan kejadian stunting. Jurnal Kesehatan Manarang, 7(Khusus). https://doi.org/10.33490/jkm.v7iKhusus.550

Sugiatmi, S., Herlinah, L., Rudiatin, E., & Wredatami, P. (2023). Analisis faktor risiko malnutrisi pada balita daerah pesisir Jakarta tahun 2022. Jurnal Kedokteran dan Kesehatan, 19(1), 65–73. https://doi.org/10.24853/jkk.19.1.65-73

Sugiyono, S. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D (Edisi ke-2). Alfabeta.

Sumarti, S., Salma, W. O., Binekada, M. C., & Banudi, L. (2025). Hubungan pengetahuan dan asupan gizi mikro terhadap status gizi balita stunting di wilayah pesisir Kota Kendari. Health Information: Jurnal Penelitian, 17(2), 230–245. https://doi.org/10.36990/hijp.v17i2.1647

Syapitri, H., Amila, & Aritonang, J. (2021). Buku ajar metodologi penelitian kesehatan. Ahlimedia Book.

UNICEF, World Health Organization, & World Bank Group. (2020). Levels and trends in child malnutrition: Key findings of the 2020 edition. World Health Organization.

Wati, L., Atrie, U. Y., Pujiati, W., Widiastuti, L., Siagian, Y., & Indaryani, I. (2024). Faktor-faktor yang berhubungan dengan status gizi pada balita di wilayah pesisir Kelurahan Kampung Bugis. Jurnal Riset Media Keperawatan, 7(2), 20–30. https://doi.org/10.51851/jrmk.v7i2.463

Yustrina, A., & Angkasa, D. (2011). Asupan energi-protein dengan status gizi anak umur 6–24 bulan di daerah pesisir Tanjung Kait Tangerang. NUTRIRE DIAITA, 3(2).

Downloads

Published

2026-09-30