Prevalensi keluarga perokok pada pelajar dengan perilaku merokok
DOI: https://doi.org/10.56922/chi.v2i2.1236
Lingkungan Keluarga Remaja Rokok
Abstract
Pendahuluan: Merokok dapat merusak jantung, merokok dapat mengakibatkan batuk kronis, mempersempit aliran darah yang menyebabkan tidak lancarnya darah dan berakhir dengan kematian mendadak.
Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh Prevalensi lingkungan keluarga terhadap perilaku perokok pada pelajar dengan perilaku merokok. Desain karya tulis ilmiah ini adalah menggunakan total sampling. Responden yang digunakan adalah semua dari total populasi yaitu 72.
Hasil: Terdapat sebanyak 54 lingkungan keluarga yang merokok dengan jumlah presentase sebanyak 75%, sedangkan pada keluarga yang tidak merokok terdapat 18 orang dengan jumlah presentase sebanyak 25%. Hasil tersebut faktor lingkungan keluarga yang merokok lebih banyak di bandingkan yang tidak merokok.
Simpulan: Adanya lingkungan keluarga terhadap perilaku merokok pada remaja di sekolah menengah kejuruan Krida Wacana Lampung Tengah.
Saran: Karya tulis ilmiah untuk penelitian selanjutnya adalah melakukan pendidikan kesehatan terkait pentingnya lingkungan keluarga terhadap prilaku merokok pada remaja.
Kata kunci : Lingkungan; Keluarga; Remaja Merokok.
Background: Smoking can damage the heart, smoking can cause a chronic cough, narrowing blood flow which causes blood flow and ends with sudden death.
Purpose: of this scientific paper is to determine the influence of the family environment on smoking behavior in adolescents at the Krida Wacana Vocational High School, Central Lampung.
Method:The design of this scientific paper is to use total sampling. Respondents used were all of the total population, namely 72. The results of this scientific paper there were smoking. The results showed that there were 54 families who smoked with a percentage of 75%, while in families who did not smoke there were 18 people with a percentage of 25%.
Results: The results showed that there were more family environmental factors that smoked than non-smokers. Conclusion: Of the scientific writing of the respondents was 72 respondents, with the sampling technique, namely the total sample technique. The influence of the family environment on smoking behavior in adolescents at the Krida Wacana vocational high school, Central Lampung.
Suggestions: For scientific writing for further research is to conduct health education related to the importance of the family environment on smoking behavior in adolescents.
Keywords : Influence; Family Environment; Smoking Adolescents.
Downloads
References
Ade Maya, (2012). Hubungan prilaku merokok dengan laki-laki yang merokok. Universitas Indonesia: Depok.
Adiwijaya, F & Listiowati, E (2013). Hubungan Keluarga dan Tema terhadap Prilaku Merokok. Universitas Muhamadiyah Yogyakarta: Yogyakarta.
Afiyanti, Y., & Rachmawati, I. N. (2014). Metodelogi Penelitian Kualitatif dalam Riset Keperawatan. Jakarta: Rajawali Press.
Amalia, Mashita Nur.(2017). Analisis Pengaruh Konsumsi Rokok Terhadap Produktifitas Kerja di Indonesia. Skripsi, Universitas Negri Yogyakarta.
Aula, L. E. (2010). Stop Merokok. Jogjakarta: Garailmu.
Badan pusat statistik (2021). Prevalensi remaja merokok di Bandar Lampung tahun 2021.Lampung.Diunduh pada tanggal 29 april 2022.http://www.lontar.ui.ac.id/file?file=digital/122462-S+5279-Faktor-faktor+yang-Lampiran.pdf
Dewi, A. P. (2012). Hubungan Karakteristik Remaja dan Teman Sebaya. Tesis S2 Fakultas Keperawatan, Universitas Indonesia.
F.J.Monks dkk (2011). Psikologi Perkembangan Pengatar Dalam BerbagaiBagiannya. Jogjakarta: UGM Press.
Fauzi, Rizal, Muhammad. 2014. Penggunaan Google Form sebagai Alat Evaluasi
Pembelajaran pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia. Bandung:
Universitas Pendidikan Indonesia Bandung.
Hans, D. B dkk(2003). Focus on Health. New York: Mc-Graww Hill.
Heryani, R. (2014). Defiisi Rokok. Jakarta: CV. Trans Info Media.
Hidayat, A. A. (2014). Metodelogi Penelitian Keperawatan dan teknis Analisa Data.Jakarta: Salemba Medika.
Jahja, dkk (2011). Psikologi Perkembangan. Jakarta: Prenadamedia Group.
Janna, dkk (2017). Konsep merokok. Jogjakarta: Ar-Ruz Media
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Riskesdas (Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan 2013).
Komalasari dkk (2013). Faktor-faktor penyebab prilaku merokok remaja. UniversItas Gadjah Mada: Yogyakarta
Komnas Perlindungan Anak, (2015). Jumlah Perokok Anak di Indoesia. Available from URL: HIPERLINK di unduh pada tanggal 4 April 2022.http://www.komnaspra.or.id.
Leventhal, dkk (2011). The Smoking Problem: A Review of the Research and Theory in Behavioral Risk Modification. Psichologycal Bulletin, 80(2):370-405.
Lianzi, dkk (2014). Hubungan Pengetahuan Tentang Rokok dan Perilaku Merokok pada Staf Administrasi Universitas Esa Unggul. Indonesian of Health Information Management Journal (INOHIM), (2) 1.
Marks, dkk (2004). Health Psychology: Theory, Research, & Practice. Sage Publishing: London.
Mashita, A.R. (2017). Efek Positif dan negatif yang ditimbulkan rokok. Saintika Medika: Jurnal Ilmu Kesehatan dan KedokteranKeluarga.10(2):138-144.
Notoadmojo,S. (2012). Metodelogi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rieka Cipta.
Notoatmojo, S. (2010). Ilmu Prilaku Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.
Nursalam. (2013). Konsep dan Penerapan Metodelogi Penelitian Ilmu Keperawatan, Jakarta: Salemba medika.
Presiden Republik Indonesia, (2012). Peraturan Pemeritah No.109 Tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat adiktif Berupa Produk Tembakau Bagi Kesehatan.
Putro, dkk (2017). Memahami ciri dan perkembangan remaja. Jurnal Remaja. Volume 17, pp 29-30.
Sarwono, dkk (2012). Psikologi Remaja: Definisi Remaja. Jakarta: PT Rajagrafindo Persada.
Sitepeo, M. Dalam Prameswari, (2014). Kekhususan Rokok Indonesia. Jakarta: Grasindo.
Smet, B. (2010). Psikolog Kesehatan. Jakarta: PT Gramedia Widiasarana Indonesia.
Smet. (2013). Psikologi Kesehatan dan Management of affect theory revisi 7. Semarang: PT Gramedia.
Sofia, dkk (2013). Hubungan Pola Asuh Otoritaf Orang Tua dan Konfirmitas teman sebaya terhadap kecerdasan moral. Diunduh pada tanggal 12 April 2022.https://pustaka.unand.ac.id/component/k2/item/215-rokok-itu-haram
Southeast Asia Tobacco Control Alliance. The tobacco control atlas: ASEAN region. 3 ed. Bangkok: Southeast Asia Tobacco Control Alliance, (2014). Diunduh pada tanggal 14 April 2022 https://bionursing.fikes.unsoed.ac.id/bion/index.php/bionursing/article/view/67
Sukmana T. (2011). Mengenal rokok da bahayanya.Jakarta. Selemba Medika
Widada RH (2010). Kamus Besar Bahasa Indoesia. Yogyakarta: Balai Pustaka.
Wills, dkk (2010). Smoking onset in adolescence: A person-centered analysis with time-varying predictors. Health Psychologyy, 23, 158-164.
World Health Organization, (2015).WHO Global Report on Trends in Prevelance Of Tobacco Smoking 2015. Geneva: WHO Library Catalogue.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 JOURNAL OF Community Health Issues

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.







