Hubungan sanitasi dasar dengan kejadian stunting
DOI: https://doi.org/10.56922/chi.v1i2.1119
Stunting Sanitasi Dasar Balita
Abstract
Background: Data on the prevalence of stunting according to the World Health Organization (WHO), Indonesia is the third country with the highest prevalence in the Southeast Asia/South-East Asia Regional (SEAR) region. Currently, more than a third of children under five (37.2%) in Indonesia suffer from stunting. Lampung is the fifth province with the highest stunting (42.63%), in Metro City as many as 751 toddlers (9.57%) experience stunting and Central Metro District has the largest number of stunting cases as many as 306 toddlers.
Purpose: To determine the relationship between basic sanitation and the incidence of stunting in the Yosomulyo Health Center Work Area, Metro District, Metro City Center in 2021.
Method: This type of research is quantitative with a cross sectional design. The population of all children's homes in the Yosomulyo Health Center's Working Area is 1,692 toddlers. Samples were taken as many as 119 people. Data collection by observation and checklist sheets. The statistical test used is the chi square test.
Results: The study showed that there was a relationship between healthy latrines (p value = 0.006; OR = 3.895), clean water facilities (p value = 0.015; OR = 3.574), waste disposal (p value = 0.004; OR = 4.884) and SPAL (p value = 0.041; OR = 2.854).
Conclusion: All variables are related to the incidence of stunting because the p-value < 0.05. Furthermore, the puskesmas should always pay attention to and promote the importance of environmental health both inside and outside the home.
Keywords: Stunting; Basic sanitation; ToddlerPendahuluan: Data prevalensi stunting menurut World Health Organization (WHO), Indonesia termasuk negara ketiga dengan prevalensi tertinggi di regional Asia Tenggara/South-East Asia Regional (SEAR). Saat ini lebih dari sepertiga jumlah balita (37,2%) di Indonesia menderita stunting. Lampung menjadi provinsi kelima tertinggi stunting sebesar (42,63%), di Kota Metro sebanyak 751 balita (9,57%) mengalami stunting dan Kecamatan Metro Pusat memiliki angka kasus stunting terbesar sebanyak 306 balita.
Tujuan: Untuk mengetahui hubungan sanitasi dasar dengan kejadian stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Yosomulyo Kecamatan Metro Pusat Kota Metro Tahun 2021.
Metode: Jenis penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi seluruh rumah balita di Wilayah Kerja Puskesmas Yosomulyo sebanyak 1.692 balita. Sampel diambil sebanyak 119 orang. Pengumpulan data dengan observasi dan lembar ceklist. Uji statistik yang digunakan adalah uji uji chi square.
Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan jamban sehat (p value = 0,006; OR = 3,895), sarana air bersih (p value = 0,015; OR = 3,574), pembuangan sampah (p value = 0,004; OR = 4,884) dan SPAL (p value = 0,041; OR = 2,854).
Simpulan: Semua variabel berhubungan dengan kejadian stunting karena nilai p-value < 0.05. Selanjutnya pihak puskesmas untuk selalu memperhatikan dan mempromosikan pentingnya kesehatan lingkungan di dalam rumah maupun di luar rumah.
Kata kunci: Stunting; Sanitasi dasar; Balita
Downloads
References
Almatsier, S. (2012). Prinsip dasar ilmu gizi.
Annita, O., Mediani, H. S., & Rukhmawati, W. (2021). Hubungan Faktor Air dan Sanitasi dengan Kejadian Stunting pada Balita di Indonesia. Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 5(2), 1035–1044.
https://doi.org/10.31004/obsesi.v5i2.521
Arifa, S. K. (2020). Perencanaan Sistem Penyediaan Air Bersih Dan Pengelolaan Air Limbah Domestik Sebagai Fasilitas Geowisata Di Situs Gunung Padang (Doctoral dissertation, UNIVERSITAS BAKRIE).
Badriyah, L., & Syafiq, A. (2017). The Association Between Sanitation, Hygiene, and Stunting in Children Under Two-Years (An Analysis of Indonesia’s Basic Health Research, 2013). Makara Journal of Health Research, 21(2). https://doi.org/10.7454/msk.v21i2.6002
Balitbangkes. (2015). Pendek (Stunting) di Indonesia, Masalah dan Solusinya. Jakarta: Badan penelitian dan Pengembangan Kesehatan.
Djauhari, T. (2017). Gizi dan 1000 HPK. Saintika Medika: Jurnal Ilmu Kesehatan dan Kedokteran Keluarga, 13(2), 125-133.
Ernawati, F., Muljati, S., & Safitri, A. (2014). Hubungan panjang badan lahir terhadap perkembangan anak usia 12 bulan. Nutrition and Food Research, 37(2), 109-118.
Hapsari, W., Ichsan, B., & Med, M. (2018). Hubungan Pendapatan Keluarga, Pengetahuan Ibu Tentang Gizi, Tinggi Badan Orang Tua, Dan Tingkat Pendidikan Ayah Dengan Kejadian Stunting Pada Anak Umur 12-59 Bulan (Doctoral dissertation, Universitas Muhammadiyah Surakarta).
Hasan, A., & Kadarusman, H. (2019). Akses ke Sarana Sanitasi Dasar sebagai Faktor Risiko Kejadian Stunting pada Balita Usia 6-59 Bulan. Jurnal Kesehatan, 10(3), 413.
https://doi.org/10.26630/jk.v10i3.1451
Hasanah, I., & Susanti, H. (2018). Does water and sanitation effects on children’s physical development? Evidence from Indonesia Family life Survey (IFLS) 2014. E3S Web of Conferences, 74.
https://doi.org/10.1051/e3sconf/20187409007.
Kahfi, A. (2015). Gambaran Pola Asuh pada Baduta Stunting Usia 13-24 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Neglasari Kota Tangerang Tahun 2015.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2018). Buletin Stunting: Jendela Data Informasi dan Kesehatan. Kementerian Kesehatan RI (Vol. 301).
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2019). Hasil Rakerkesnas 2019. Retrieved from http://www.depkes.go.id/
Kementerian kesehatan. (2010). Persyaratan Kualitas Air Minum, Pub. L. No. 492 Indonesia.
Peraturan Meteri Kesehatan. (2014). Sanitasi Total Berbasis Masyarakat, Pub. L. No. No. 3 Tahun 2014. Indonesia.
Saputri, R. A., & Tumangger, J. (2019). Hulu-hilir penanggulangan stunting di Indonesia. Journal of Political Issues, 1(1), 1-9.
Saputri, R. A., & Tumangger, J. (2019). Hulu-hilir penanggulangan stunting di Indonesia. Journal of Political Issues, 1(1), 1-9.
Soeracmad, Y., Ikhtiar, M., & Bintara, A. (2019). Hubungan Sanitasi Lingkungan Rumah Tangga Dengan Kejadian Stunting Pada Anak Balita Di Puskesmas Wonomulyo Kabupaten polewali Mandar Tahun 2019. J-KESMAS: Jurnal.Kesehatan Masyarakat, 5(2), 138. https://doi.org/10.35329/jkesmas.v5i2.519
Sutarto, S. T. T., Mayasari, D., & Indriyani, R. (2018). Stunting, Faktor
ResikodanPencegahannya. AGROMEDICINE UNILA, 5(1), 540-545.
Torlesse, H., Cronin, A. A., Sebayang, S. K., & Nandy, R. (2016). Determinants of stunting in Indonesian children: Evidence from a cross- sectional survey indicate a prominent role for the water, sanitation and hygiene sector in stunting reduction. BMC Public Health, 16(1), 1–11. https://doi.org/10.1186/s12889-016-3339-
Wulandari, W. W., & Rahayu, F. (2019). Hubungan sanitasi lingkungan dan riwayat penyakit infeksi dengan kejadian stunting di wilayah kerja puskesmas kerkap kabupaten bengkulu utara tahun 2019. Avicenna: Jurnal Ilmiah, 14(02), 6-
13.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 JOURNAL OF Community Health Issues

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.







